Neng kene ora nana maling sing doyan nyolong, anane wong sing uripe ayem tentrem. Pegaweane mung madhang ngising turu kaya lampu, asal bisa nggo urip ngesuk ya wis alhamdulillah. Ora padha serik maring tanggane, malahane padha guyub rukun mbangun silaturahmi. Urip neng dunya kuwe mung sedhela, ayo-ayo padha tulung tinulung ben kabeh padha bungah.

10 Juni 2009

FM : Pembantaian Gila-gilaan

Tadi malem main FM lagi, beuh kayak kurang kerjaan banget yah? Emang aku lagi gak ada kerjaan sih, masa malem-malem mau kerja. Nonton debat capres sambil main FM kayaknya emang paduan yang paling asyik. Ngomong-ngomong soal SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono emang gak ada habisnya. Ada yang pro ada yang kontra, tapi itu udah biasa dalam persaingan. Wah jadi ngelantur deh OOT, OK deh langsung aja kembali ke Handphone (wakakaka..) Ada gak sih skor pertandingan Sepakbola di dunia nyata sebesar 0-46!!!! Kayaknya jarang deh (pernah denger sih waktu australia membantai negara mana gitu 30an-0) Tapi di dunia maya hal itu sangat mungkin terjadi kalo kita main curang, wakakaka... Tapi mana asyik main curang gitu, kalo mbajak pemain sih aku masih sering hihihi... Nah yang terjadi tadi malam justru Tim yang kupeganglah yang dibantai 0-46. Bukan curang, tapi terjadi sebuah anomali.. Susunan pemain dalam starting lineup ku tidak muncul ketika kita continue.. So apakah yang terjadi??? Begitu mudah pemain lawan mencetak gol tanpa satupun benteng pertahanan. Boro-boro benteng, penyerangpun gak ada. Kok bisa?? Tanya Kenapa?? Mungkin hanya Tuhan yang tahu (wakakakaka). Monggo dianalisa hasil pertandingannya..







Selengkapnya...

08 Juni 2009

FM : Kiper Cetak Goal

Kayaknya hanya ada di FM kali yah, seekor goalkeeper bisa mencetak goal. Bukan dari tendangan bebas atau penalti ala Jose Luis Chilavert tapi bener-bener dari open play. Yah tadi malem akupun cukup terhenyak karena mungkin di FM pun aku belum tentu bisa melihat yang seperti ini lagi. Buru-buru deh ku save dan kali ini mau ku bagi-bagikan pemandangan ajaib ini ke temen-temen. Simak yah dengan persepsi masing-masing dan jangan lupa kasih komentarnya




























Selengkapnya...

19 Mei 2009

Arti cinta menurut kamu


Jatuh cinta, ya saat ini aku lagi benar-benar merasakan yang namanya jatuh cinta. Belum pernah sebelumnya aku merasakan hal yang seperti ini bahkan dengan orang yang sama dengan yang aku cintai sekarang di waktu lampau. Apalagi orang lain meski semenarik apapun dia atau bahkan beribu kali lebih menarik dari apa yang kumiliki saat ini tampak biasa dimataku. Begitu sebaliknya, mungkin orang lain juga memandang biasa saja dengan apa yang kumiliki sekarang. Cinta itu aneh dan sulit dimengerti, begitu hati ini terpaut getarannya tak pernah lepas kembali. Begitu jauh raga ini terpisah, namun hati ini terasa dekat tanpa batas. Bagi yang lagi jatuh cinta tentunya paham dengan perasaan ini. Namun apakah kalian mampu mendefinisikan sendiri apa arti "cinta" menurut versimu??

Sebagai gambaran, hasil dari pencarian arti kata "cinta" di Wikipedia adalah seperti berikut:

Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan,
mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.

Para pakar telah mendefinisikan dan memilah-milah istilah ini yang pengertiannya sangat rumit. Antara lain mereka membedakan:

1. Cinta terhadap keluarga
2. Cinta terhadap teman-teman, atau philia
3. Cinta yang romantis atau juga disebut asmara
4. Cinta yang hanya merupakan hawa nafsu atau cinta eros
5. Cinta sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
6. Cinta dirinya sendiri, yang disebut narsisisme
7. Cinta akan sebuah konsep tertentu
8. Cinta akan negaranya atau patriotisme
9. Cinta akan bangsa atau nasionalisme

Beberapa bahasa, termasuk bahasa Indonesia atau bahasa Melayu apabila dibandingkan dengan beberapa bahasa mutakhir di Eropa, terlihat lebih banyak kosakatanya dalam mengungkapkan konsep ini. Termasuk juga bahasa Yunani kuna, yang membedakan antara tiga atau lebih konsep: eros, philia, dan agape.

Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam Menurut Erich Fromm, ada empat syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu:

1. Pengenalan
2. Tanggung jawab
3. Perhatian
4. Saling menghormati

Seperti banyak jenis kekasih, ada banyak jenis cinta. Cinta berada di seluruh semua kebudayaan manusia. Oleh karena perbedaan kebudayaan ini, maka pendefinisian dari cinta pun sulit ditetapkan. Lihat hipotesis Sapir-Whorf.

Ekspresi cinta dapat termasuk cinta kepada 'jiwa' atau pikiran, cinta hukum dan organisasi, cinta badan, cinta alam, cinta makanan, cinta uang, cinta belajar, cinta kuasa, cinta keterkenalan, dll. Cinta lebih berarah ke konsep abstrak, lebih mudah dialami daripada dijelaskan.

Cinta kasih yang sudah ada perlu selalu dijaga agar dapat dipertahankan keindahannya

Cinta antar pribadi

Cintaantar pribadi menunjuk kepada cinta antara manusia.

Beberapa unsur yang sering ada dalam cinta antar pribadi:

* Afeksi: menghargai orang lain
* Ikatan: memuaskan kebutuhan emosi dasar
* Altruisme: perhatian non-egois kepada orang lain
* Reciprocation: cinta yang saling menguntungkan
* Commitment: keinginan untuk mengabadikan cinta
* Keintiman emosional: berbagi emosi dan rasa
* Kinship: ikatan keluarga
* Passion: nafsu seksual
* Physical intimacy: berbagi kehidupan erat satu sama lain
* Self-interest: cinta yang mengharapkan imbalan pribadi
* Service: keinginan untuk membantu

Energi seksual dapat menjadi unsur paling penting dalam menentukan bentuk hubungan. Namun atraksi seksual sering menimbulkan sebuah ikatan baru, keinginan seksual dianggap tidak baik atau tidak sepantasnya dalam beberapa ikatan cinta. Dalam banyak agama dan sistem etik hal ini dianggap salah bila memiliki keinginan seksual kepada keluarga dekat, anak, atau diluar hubungan berkomitmen. Tetapi banyak cara untuk mengungkapkan rasa kasih sayang tanpa seks. Afeksi, keintiman emosi dan hobi yang sama sangat biasa dalam berteman dan saudara di seluruh manusia.

Nah itulah arti "cinta" menurut wikipedia, namun kalian tentu punya pendapat lain yang lebih yahud. Mari kita berbagi dan kutunggu pendapat para lover mania di jagad maya
Selengkapnya...

13 Mei 2009

Jadwal Mata Kuliah

Mr. Korup berencana menyiapkan sebuah sekolah tinggi yang berbasis pada disiplin ilmu korupsi. Kampusnya akan didirikan di seluruh Indonesia. Dan program studi yang disepakati adalah Program Studi Teknik Korupsi (S1). Gelar yang didapatkan adalah Sarjana Korupsi S. Krop (Sekrop)

Berikut mata kuliah keahlian yang diajarkan pada Program Studi Teknik Korupsi:

1. Pengantar Ilmu Korupsi 2 SKS
2. Pengantar Budaya Korupsi 2 SKS
3. Perekonomian Indonesia 2 SKS
4. Korupsi Dasar I 8 SKS
5. Matematika Korupsi 4 SKS
6. Hukum Dagang dan Perdata 3 SKS
7. Sistem Korupsi 4 SKS
8. Sejarah Korupsi 2 SKS
9. Korupsi Dasar II 4 SKS
10. Manajemen Korupsi 2 SKS
11. Perilaku Organisasi 2 SKS
12. Studi Kelayakan Korupsi 4 SKS
13. Pengantar Aplikasi Korupsi 8 SKS
14. Manajemen Proyek 4 SKS
15. Korupsi Menengah I 4 SKS
16. Korupsi Menengah II 4 SKS
17. Aplikasi Korupsi 8 SKS
18. Kapita Selekta Pengantar Bertahan Hidup di Bui 4 SKS

Tempat Magang:
1. Departemen Keuangan
2. KPU
3. BUMN
4. Departemen Agama.

Anda Berminat?.
Sent by: e-ketawa on Dec 2nd, 2007
Selengkapnya...

03 Mei 2009

Gaji PNS dan Pegawai Swasta

Berikut ini adalah obrolan antara dua sahabat karib yang masing-masing berprofesi sebagai PNS dan Pegawai Swasta, dari awalnya yang cuma ngobrolin kemacetan di Jakarta, tragedi ditu gintung, sampai akhirnya nyangkut masalah dapur :
PNS : Eh pren ngomong-ngomong berapa sih gajimu sebagai Pegawai Swasta?

Swasta : Aah pas aja, cuma 3 juta bos.

PNS : Wuih gede gitu dibilang pas-pasan..

Swasta : Nih 1 juta buat bayar cicilan rumah, 1 juta lagi buat makan, dan 500 ribu lagi buat hiburan.

PNS : Lah itu sisa yang 500 ribu buat apaan?

Swasta : Ohh.. itu privacy gue dong (sambil tersenyum genit). Nah ngomong-ngomong berapa sih gajimu sebagai PNS?

PNS : Kecil bro, cuma 1.500.000 doang.

Swasta : Hah emang segitu cukup tuh??

PNS : Ya cukup-cukup aja sih kalo ngirit. Nih buat kredit rumah 750.000, buat makan 500.000, buat transport 250.000, 200 ribu untuk sekolah anak, 600 ribu untuk kredit motor, 100 ribu untuk....

Swasta : Stop.. stop.. Loh itu kan udah ngelewatin gajimu? Sisanya darimana?

PNS : Ohh.. kalo itu privacy gue dong.

Swasta : @$%$#%^&^%$*^$#@!!???

Selengkapnya...

28 April 2009

Dialog Imajiner

Kartini mengeluh betapa ia tak dapat memahami Alquran karena pada masanya, kitab suci itu dianggap terlalu suci untuk diterjemah ke bahasa Jawa. Selain itu, dalam sebuah dialog dengan seorang kiai, Kartini jelas mengajukan pertanyaan kritis. Misalnya tentang apa hukumnya bagi kiai yang enggan membagi ilmunya kepada perempuan yang dahaga pengetahuan seperti dirinya.
di kutip dari situs Jaringan Islam Liberal, klik disini untuk melihat artikel selengkapnya


Perlu ditelisik lebih lanjut, dengan judul yang menggunakan kata "dialog imajiner" maka bisa dipastikan kejadian ini merupakan rekayasa dan angan-angan. Namun ada sisi menarik bahwa artikel itu merujuk pada suatu kondisi percakapan mengenai sebuah ideologi yang absah. Tetapi kali ini saya tidak ingin mengomentari lebih lanjut mengenai keaslian kata-kata diatas, pun tidak memandang kartini sebagai subjek yang perlu di judge dan di pergunjingkan. Lagipula saat ini moment untuk mengangkat KARTINI sebagai topik posting blog sudah hampir kadaluwarsa karena bulan April sekejap lagi akan berlalu.

Jika Anda sudah selesai membaca artikel diatas, mungkin Anda sekalian mulai bisa menebak arah pembicaraan itu. Sebenarnya saya sendiri takut membaca tulisan yang membahayakan pemikiran kaum muslim ini. Tapi terkadang ada keinginan untuk meluruskan pemikiran-pemikiran yang salah itu sendiri. Namun saya menyadari bahwasanya kemampuan agama saya masih sangat dangkal sehingga jika saya mencoba untuk mengkritisi suatu masalah keagamaan dengan hanya berdasarkan akal dan perasaan dikhawatirkan akan terjerumus dalam keadaan tidak independen. Ketidak independenan itu kemungkinan besar terjadi karena salah tafsir atau dari perasaan saya sendiri yang menginginkan seperti itu sehingga menguntungkan saya sendiri. Dalam suatu kasus lain sebagai contoh, mengenai harta waris bagi laki-laki yang mendapat 2 bagian. Jika perempuan yang mengkaji tanpa ilmu, tentu saja hal ini dianggap tidak adil dan diskriminatif serta melecehkan perempuan. Namun dari pandangan seorang laki-laki tentu saja ini merupakan keadilan yang hakiki sesuai dengan alasannya yang cenderung membela diri sendiri. Baik laki-laki maupun perempuan akan selalu mencoba memutuskan suatu masalah dengan berdasar pada manfaat atau keuntungan yang dia dapat. Dalam hal tadi, 2 bagian harta waris untuk anak laki-laki adalah yang mutlak dan paling benar secara agama. Disinilah kunci dari kejernihan hati dan iman untuk mempercayai apapun kebenaran yang dibawa oleh Muhammad SAW.

Iya benar sekali, Al Quran diturunkan bagi seluruh umat manusia untuk menjadi jalan tengah atas masalah-masalah yang berkecenderungan terjadi konflik. Oh ya kalau kalian masih percaya bahwa arti keadilan adalah sama rasa sama rata tentunya kalian tidak akan terima dengan sistem pajak kaum sekular yang mengenakan tarif progresif bagi warga negaranya yang lebih kaya.

Nah sekarang saya mau mengomentari lebih lanjut tentang mengapa Al Quran tidak diterjemahkan dalam Bahasa Jawa pada artikel dialog imajiner itu. Dia menyoroti dengan pertanyaan "Apakah terlalu suci?" Wah kalo menurutku Al Quran memang terlalu suci, paling suci, dan sesuci-sucinya kitabullah. Trus lanjut dengan keinginannya memahami Al Quran, ya tentu saja setiap umat islam harus berusaha memahami Al Quran. Namun perlu dipertimbangkan untuk menghindari resiko salah tafsir seseorang sehingga kita akan menjadi taklid terhadap suatu pemahaman dari orang yang kebetulan saat itu menerjemahkan Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Pernahkan kalian mempelajari permainan komunikasi dengan cara beberapa orang berbaris dan saling membisiki dengan sebuah kalimat dan setelah sampai orang terakhir kalimat tersebut akan melenceng jauh dari kalimat awal? Ya seperti itulah efek negatif dari usaha menterjemahkan Al Quran tanpa kita mempertahankan yang asli. Akan lebih baik jika kita mencoba mempelajari Bahasa Al Quran daripada kita memaksa AL Quran diubah sesuai bahasa kita. Dalam Bahasa Indonesia sendiri kita tau ada kata-kata homonim, homofon, dll. Begitu juga ada kalimat ambigu berdasarkan persepsi seseorang. Nah dengan begitu sudah selayaknya dalam mempelajari Al Quran, kita merujuk pada dokumen otentik serta mengetahui latar belakang diturunkannya sebuah ayat dalam Al Quran.

Akhir kata, semoga pikiran saya bermanfaat bagi para pembaca yang budiman ;) Amiin..
Selengkapnya...

26 April 2009

Singkatan dan Akronim

"Anak-anak, pelajaran Bahasa Indonesia kali ini adalah Akronim dan Singkatan", begitu kata Bu Guru SMP favoritku yang cantik jelita. "Nah sekarang coba kalian cari sebuah contoh dari singkatan!" teriaknya lembut dan menjiwai. Kemudian anak-anak SMP yang culun tapi lagaknya kayak sudah gede aja itu mulai saling menjawab bersahut-sahutan. Macem-macem mulai dari BH, WC, TKW sampai dengan WTS disebutin. Ibu guru cantik itupun berkata dengan gemulai, "Bagus anak-anak, terutama anak ganteng yang duduk didepan Bu Guru ini sembil mencolek pipiku (Aah.. nikmatnya, fantasi liar remaja yang memasuki masa puber ini).

Nah sekarang Ibu mau tanya, apakah Kupu-Kupu Malam itu juga merupakan singkatan??" Aku pun dengan penuh percaya diri menjawab, "Iya Bu Guru" sambil mataku tak lepas dari rentetan kancing baju Bu Guru, siapa tau dapet rejeki nomplok. Namun apa yang terjadi, sontak Bu Guru menoyor kepalaku sambil berucap, "Goblog kok dipiara makanya otakmu itu jangan diisi gambar bokep mulu, kalo Kupu-Kupu Malam itu cuma sebuah ungkapan buat para penjaja kenikmatan di waktu malam". Anak-anak yang tadinya cekikikan langsung diam seperti tersihir oleh ucapan Bu Guru sambil membayangkan yang indah-indah.

"Sekarang sekali lagi, tapi kamu gak usah menjawab" kata Bu Guru sambil menatapku tajam, "Apakah sekwilda juga merupakan singkatan???" Para murid serentak mengiyakan pertanyaan Bu Guru dan beliau pun merasa senang karena jawaban murid-muridnya salah sehingga dia dapat sedikit menyombongkan diri. "Salah anak-anak, sekwilda itu merupakan akronim, dan akronim itu merupakan sebuah singkatan yang dapat dibaca menjadi sebuah kata sendiri. Nah sekarang kamu Kris apa kepanjangan dari sekwilda?" Aku mesam-mesem sambil berkata, "Ah ibu yang bener aja, masa saya harus ngomong kayak gituan di depan temen-temen cewek, saya kan malu Bu." Bu Guru melotot makin manis, "Kenapa harus malu?? Ayo cepet dasar bego kalo gak tau bilang aja, jangan banyak alesan." Terpaksa akupun menjawab, "sekitar wilayah dada, Bu." Bu Guru yang gemas itu langsung diam dan menyuruh murid yang lain agar gak usah mendengarkan jawabanku dan tidak membahasnya lebih lanjut.

Nah anak-anak, kalian sudah membuat sendiri contoh dari Singkatan dan Akronim. Singkatan merupakan bentuk pendek dari sebuah kata atau istilah yang panjang untuk memudahkan kita mengingat dan menyebutkannya, sedangkan Akronim merupakan singkatan yang bisa dibaca sebagai sebuah kata sendiri sehingga lebih mudah lagi untuk diucapkan maupun dihapalkan. Memang membingungkan kalo harus memahami artinya tapi kalo kita pahami contohnya akan lebih mudah. Misalnya Badan Pemeriksa Keuangan, dulu sering dibuat Akronim sebagai BEPEKA dan sekarang lebih dikenal dengan Singkatan BPK. Coba kalian bandingkan, enak mana mengucapkan BPK dibanding Bepeka?? Sama aja yah pengucapannya?? Hihihi (ih bu guru, cantik-cantik ketawanya kayak kuntilanak).

OK, sekarang saya buat lagi sebuah contoh yang lebih memudahkan karena pengucapannya yang berbeda. Sekarang siapa yang tidak kenal SUSILO BAMBANG YUDHOYONO?? siapa yang kemarin milih partainya SUSULO BAMBANG YUDHOYONO?? siapa yang ngefans sama SUSILO BAMBANG YUDHOYONO dan ikut SBY fans club?? Nah anak-anak, SBY merupakan sebuah singkatan yang diharapkan akan memudahkan para pendukungnya untuk menyebut dan mengelu-elukan namanya yang cukup panjang dan pasaran. Coba kalo di panggilnya "Susilo" hmmm... gak menjual, apalagi "Bambang" dijamin bakal di olok-olok habis sama grup srimulat yang udah lebih dulu mempopulerkan nama Bambang.

Tapi sebenernya bisa juga SUSILO BAMBANG YUDHOYONO membuat sebuah akronim yang lebih simpel, enak diucap, gampang diinget, dan sudah akrab dengan telinga masyarakat indonesia khusunya jawa. Yah akronim itu adalah "SUBAGYO", coba deh kamu sebutin SBY dibanding SUBAGYO enak mana dengernya??? Anak-anak gak ada yang menjawab mereka malah asyik sendiri, ada yang main mobil-mobilan, maen suit ala cina (gunting, kertas, batu), muter-muter buku pake telunjuk, ngupil pake telunjuk, ada juga yang mengacungkan telunjuk tengahnya. Bu Guru yang gak ngrespon dengan kondisi muridnya langsung bersorak kegirangan seketika, "Wah keren banget contoh yang aku bikin, orisinil banget, gue banget wow". Bu Guru tercantik itupun melompat tanpa sadar sebagai pelampiasan kebanggaan atas keberhasilan (gak penting) yang telah berhasil dia temukan. Lalu seketika itu juga murid-murid cowok langsung mengheningkan cipta dan menundukan kepala sejenak sekedar ingin menguji keberuntungan mengagumi bendera Bu Guru yang berkibar diatas lututnya.

Demikianlah cerita seru ABG gak tau malu pada siang bolong di sebuah SMP yang terletak jauh di pedalaman pulau jawa. Semoga hikmah yang terkandung dalam kisah ini dapat dipetik manfaatnya dan berguna bagi kemaslahatan umat. Amiin...
Selengkapnya...

22 April 2009

Garis Hidup Anda


Angka-angka dalam tanggal lahir Anda menyimpan banyak makna.

Jumlahkan sampai menjadi satu angka, lalu lihat artinya? (misalnya Anda
lahir tanggal 25 desember 1998, jumlahkan 25 + 12 + 1998 = 2 + 5 + 1 + 2 + 1
+ 9 + 8 + 8 = 36 = 3 + 6 = 9)

Garis Hidup 1

Misi hidupnya adalah untuk bisa selalu independen. Ada dua bagian dalam
proses mencapai hal ini: pertama, Anda harus belajar untuk berdiri di atas
kedua kaki dan tidak tergantung pada orang lain. Kemudian setelah Anda
benar-benar bebas dan independen, belajarlah untuk menjadi pemimpin.

Banyak jenderal, pemimpin perusahaan, dan politikus mempunyai angka "Garis
Hidup" 1.

Orang-orang yang mempunyai angka garis hidup satu ini selalu mempunyai
potensi yang hebat untuk menjadi pemimpin, tapi mereka bisa gagal bila
menjadi pengikut. Banyak dari mereka yang menghabiskan sebagian besar
berusaha melepaskan ketergantungan mereka pada orang lain, tapi ini justru
menyisakan sedikit waktu bagi mereka untuk memperoleh kesenangan yang
didapat dari keindependenan.

Orang dengan garis hidup 1 harus keluar dari lingkungan yang membuat mereka
mudah untuk tergantung, dan sulit untuk independen. Mereka yang mempunyai
angka garis hidup 1 penuh dengan inspirasi kreatif, dan memiliki antusiasme
dan dorongan untuk mencapai banyak hal. Semangat dan potensi tersebut datang
dari kedalaman kekuatan yang dimiliki.

Baik fisik maupun karakter. Dengan kekuatan ini, muncul kegigihan dan
kemampuan untuk memimpin. Sebagai pemimpin alami, Anda mempunyai pengaruh
untuk mengambil alih tiap situasi. Terlalu percaya diri dan tidak sabaran.
Sangat orisinil, Anda berbakat sebagai seorang penemu atau inovator. Dalam
tiap pekerjaan yang Anda pilih, sikap independen Anda akan terlihat. Anda
memiliki keinginan-keinginan pribadi yang sangat kuat, dan Anda selalu
merasa harus mengikuti keyakinan Anda sendiri.

Jika seseorang dengan angka garis hidup 1 ini belum berevolusi dengan baik,
dan menunjukkan sisi negatifnya, justru yang tampak adalah sisi karakternya
yang tergantung pada orang. Jika berada pada titik terburuknya, energi angka
1 ini bisa membuatnya menjadi egois.



Garis Hidup 2

Karakter positif dari mereka yang tanggal lahirnya berjumlah 2 adalah
kepekaan yang umumnya memiliki kemampuan halus untuk bersikap adil dan
seimbang. Anda bisa melihat banyak sudut pandang dalam tiap argumen atau
situasi, dan karenanya orang-orang akan mencari Anda sebagai penengah.

Dalam peran ini, Anda mampu menyelesaikan berbagai perselisihan dengan cara
yang berkelas.

Ada perhatian yang tulus terhadap orang lain, Anda berpikir yang terbaik
tentang mereka, dan ingin yang terbaik bagi orang lain. Anda jujur dan
terbuka dalam pikiran, ucapan maupun tindakan. Anda cenderung berhasil dalam
segala kegiatan kelompok, tempat Anda mempraktekkan kemampuan untuk
menggabungkan orang-orang dari bermacam-macam latar belakang.

Etiket dan diplomasi merupakan cara Anda berhubungan dengan orang setiap
saat. Anda adalah manusia rutinitas yang merasa nyaman untuk selalu
mengikuti kebiasaan lama. Hal-hal baru untuk dicoba bukanlah kesukaan Anda.

Tapi Anda adalah seorang master dalam berkompromi dan mempertahankan harmoni
dalam lingkungan, tidak suka merendahkan diri untuk berargumen.

Seorang kolektor alami, dalam arti jarang membuang benda-benda yang
(walaupun bagi orang lain sudah pasti dibuang) masih ada gunanya bagi Anda.

Sisi negatif angka garis hidup 2 ini tidak terlalu membawa masalah.

Halangan dan kesulitan terbesar yang bisa Anda temui adalah kepasifan dan
suatu kondisi apatis dan kelambatan. Juga sikap pesimis dan bisa hanya
sedikit hal-hal yang dicapainya. Tidak perlu dijelaskan lagi bahwa mereka
dengan angka ini, jika sisi negatifnya yang lebih dominan, tidak cocok dalam
dunia bisnis dan walau karakter positifnya menonjol sekalipun, mereka lebih
suka dalam lingkungan yang akrab dan kurang kompetitif.

Garis Hidup 3

Bagi mereka yang jumlah angka hari lahirnya 3, ekspresi, sosialisasi, dan
kreativitas sebagai pelajaran yang harus ditempuh dalam hidupnya.

Entertainer kelas dunia, orangorang yang berkilau dan optimistik termasuk di
dalamnya. Orang-orang dengan garis hidup 3 yang telah mengasah bakatnya
mempunyai bakat kreatif yang istimewa, biasanya dalam verbal, tulisan,
akting, atau semacamnya. Misi yang harus dicapainya dalam hidup adalah
kesuksesan dalam berekspresi. Sisi cerah bagi orang-orang ini bertema
harmoni, keindahan dan kesenangan, serta membagi kemampuan kreatif Anda
dengan dunia. Mengasah kemampuan Anda dalam ekspresi kreatif adalah misi
tertinggi bagi angka garis hidup ini.

Karakter mereka hangat dan bersahabat, pembicara yang baik, social dan
terbuka. Pembicara yang trampil dalam arti bukan hanya seseorang yang
menyenangkan untuk didengar, tapi lebih penting lagi, seseorang yang mampu
untuk mendengarkan. Mereka adalah individu-individu yang selalu diterima
dengan baik dalam setiap situasi sosial, dan juga mengerti bagaimana membuat
orang lain merasa diterima. Potensi imajinasi kreatif selalu ada, walaupun
bisa berupa hal yang laten, karena mereka tidak selalu tergerak untuk
mengembangkan potensi ini.

Sikapnya melihat kehidupan hampir selalu positif, dan pembawaannya riang dan
terbuka. Anda bisa menghadapi banyak halangan dalam hidup dengan efektif dan
langsung kembali bersemangat. Anda mempunyai tata krama yang baik dan
tampaknya cukup peka akan perasaan dan emosi orang lain.

Hidup dijalani sepenuhnya, seringkali tanpa kekhawatiran akan hari esok.

Anda tidak terlalu pandai menangani perihal keuangan karena tidak menganggap
penting hal itu. Uang akan dibelanjakan saat Anda punya, dan tidak
dikeluarkan saat Anda tidak ada uang.

Sisi negatifnya, sikap mereka dalam hidup bisa sangat ringan sampai
membuatnya jadi superfisial. Kemampuan Anda seringkali tersebar dan jadi
kehilangan fokus. Mereka dengan angka garis hidup 3 ini adalah teka-teki,
dan Anda seringkali berganti mood dan cenderung menghindar. Sulit bagi Anda
untuk menetap di satu tempat. Jaga agar tidak selalu mengkritik orang, tidak
sabaran, ataupun terlalu optimistik.

Garis hidup 3 ini memberikan kemampuan di atas rata-rata dalam seni. Baik
melukis, disain interior, lansekap, menulis, musik, teater, ataupun mampu
seluruhnya. Anda selalu gembira, penuh inspirasi, dan selalu mencari
stimulasi dari orang-orang yang sealiran. Sifat Anda yang ramai itu
mendukung Anda untuk bisa melesat, apalagi jika Anda mampu memfokuskan
energi dan talenta Anda pada minat yang tepat.

Garis Hidup 4

Bila jumlah angka dalam ulang tahun Anda 4, berarti Anda bisa dipercaya,
praktis, dan membumi. Anda adalah anggota masyarakat yang bisa diandalkan.
Misi dalam hidup adalah belajar untuk mendapat perintah-perintah atau tugas
dan melaksanakannya dengan dedikasi dan keuletan.

Anda selalu mengharap banyak dari diri sendiri sama seperti Anda mengharap
banyak dari orang lain. Sebagai organisator dan perencana yang hebat karena
kemampuan Anda melihat persoalan dengan cara praktis, Anda mempunyai kemauan
kuat yang seringkali disalahtafsirkan sebagai sifat keras kepala. Sekali
sebuah keputusan dibuat, akan langsung dilanjutkan sampai mencapai konklusi,
walaupun itu salah, benar, ataupun netral. Pola pikir Anda tidak mudah untuk
berubah dan begitu yakin dalam cara Anda menangani persoalan. Cara Anda yang
ulet dalam mencapai tujuan hampir seperti obsesi. Setia dan mengabdi, Anda
merupakan pasangan ideal dalam kehidupan perkawinan dan juga partner bisnis
yang bisa diandalkan. Mungkin tidak banyak teman-teman Anda, tapi sangat
erat dan sekali bersahabat biasanya sepanjang hidup.

Garis hidup 4 ini berhubungan dengan elemen bumi yang memberikan kekuatan
dan perasaan realistis. Jika kesabaran dan kegigihan merupakan sifat Anda
sehari-hari, maka kesuksesan besar akan didapatkan dalam hidup. Sisi negatif
dari 4 ini adalah sikap yang terlalu dogmatis, berpandangan sempit, dan
represif atau tidak fleksibel terhadap gagasan baru. Anda tidak suka pada
orang-orang yang superfisial, dan Anda sendiri terlalu terbuka dengan semua
perasaan Anda. 4 yang negatif punya kecenderungan buruk untuk terlibat
terlalu dalam dengan rutinitas sehari-hari dan sering kurang tanggap dengan
hal-hal yang lebih luas sehingga tidak jarang kehilangan banyak kesempatan
besar yang sekali-sekali datang.



Garis Hidup 5

Minat dan kemampuannya banyak, petualang, dan progresif adalah beberapa
gambaran bagi mereka yang angka garis hidupnya 5. Sebaliknya dari 4, Anda
tidak menyukai rutinitas, sehingga pekerjaan sehari-hari yang harus langsung
diselesaikan bukan untuk Anda. Selalu berusaha mencari jawaban bagi misteri
kehidupan, Anda ingin selalu bebas, independen, dan tidak ada ikatan.
Orang-orang dengan garis hidup 5 ini adalah komunikator hebat, dan tahu
bagaimana memotivasi orang lain. Hal ini membuat Anda guru yang baik. Cinta
akan petualangan merupakan tema hidup Anda.

Bisa dalam bentuk nyata ataupun hanya dalam pikiran. Apapun itu, Anda selalu
antusias untuk mengeksplorasi hal-hal baru. Banyak potensi Anda, tapi tidak
mempunyai arah. Juga seringkali tidak jelas akan keinginan Anda sendiri.
Energi yang ada dalam angka garis hidup 5 ini, jika digunakan secara salah
menjadikan Anda tidak mempunyai rasa tanggung jawab dalam tugas maupun
pengambilan keputusan dalam kehidupan rumah tangga maupun bisnis. Kesukaan
pada sensasi dan petualangan bisa menjadikan diri Anda mengutamakan kepuasan
diri dan tidak peka pada perasaan orang-orang di sekitar Anda. Bagi mereka
yang berada di titik ekstrim negatif, angka garis hidup 5 ini sangat tidak
bisa diandalkan dan menomorsatukan diri sendiri. Bagi sebagian besar,
kepribadian ini sangat hedonis, suka bersenang-senang, hidup untuk hari ini,
dan tidak mau memikirkan esok hari. Penting bagi Anda untuk bergaul dengan
orang yang mempunyai selera dan pola pikir yang tidak jauh berbeda, serta
hindari orang-orang serius dan banyak menuntut. Juga penting untuk memilih
pekerjaan yang menantang pikiran Anda dan bukannya tugas-tugas yang rutin.
Karir terbaik adalah yang berurusan dengan banyak orang, tapi yang
terpenting adalah Anda harus punya kebebasan untuk mengekspresikan diri Anda
setiap saat.

Garis Hidup 6

Sangat berbeda dengan nomer 5, karakter garis hidup 6 yang paling menonjol
adalah rasa tanggung jawab yang besar. Anda idealis, dan bahagia jika
berguna bagi orang lain. Sumbangan terbesar yang Anda berikan dalam
kehidupan ini adalah memberikan advis, pelayanan dan dukungan.

Garis hidup ini temanya adalah kepemimpinan karena kemampuannya dalam
memberi teladan dan kesediaan untuk bertanggung jawab. Hal ini menjadikan
Anda selalu bersedia menanggung beban kelompok dan siap untuk menolong.

Anda seringkali terdorong untuk bertindak dengan kekuatan dan belas kasihan.
Anda simpatik, dan senang berbagi dengan orang lain, baik membantu dalam hal
mental maupun materi. Kebijaksanaan, keseimbangan, dan pengertian adalah
beberapa karakter Anda. Kemampuan Anda memahami masalah orang lain, dan ini
sudah menjadi karakter Anda sejak kecil, sehingga tidak ada masalah dalam
berhubungan dengan orang tua maupun muda. Anda bersedia untuk mengeluarkan
tenaga lebih dari yang diminta, dan selalu bisa diandalkan oleh keluarga.
Realistis memandang hidup, bagi Anda yang terpenting dalam hidup adalah
rumah, keluarga dan teman-teman. Tentu ada sisi negatif pada tiap orang,
bagi garis hidup 6 ini, Anda harus menghindari kecenderungan terlalu banyak
menerima tanggung jawab dan diperbudak oleh orang lain. Selain itu, hindari
terlalu banyak mengkritik diri sendiri maupun kepada orang lain). Jika
karakter buruknya terpupuk, maka ada kecenderungan untuk berlebih-lebihan,
dan merasa paling benar sendiri, walaupun tidak selalu berkembang seperti
ini. Juga harus dihindari, memaksakan pendapat sendiri dan mengurusi masalah
orang lain.

Karena selalu merasa harus bertanggung jawab, maka beban yang dibawanya akan
terasa sangat berat, walaupun begitu, jika sekali-sekali Anda terpaksa tidak
merasa bertanggung jawab, Anda akan sangat merasa bersalah dan akan memberi
dampak yang merusak bagi hubungan dengan orang lain.



Garis Hidup 7

Mereka yang angka garis hidupnya 7, berjiwa damai dan penyayang, tapi
analitis dan tidak terlalu terbuka. Kekuatan hebat dalam diri Anda terlihat
pada dalamnya cara berpikir, Anda selalu mengumpulkan pengetahuan baru dalam
setiap hal yang Anda temukan. Seorang intelektual, ilmiah, dan selalu
mencari ilmu, Anda tidak akan menerima begitu saja sebuah pandangan tanpa
mengetesnya dan memperoleh konklusi sendiri. Angka ini juga bersifat
spiritual dan sejak kecil sudah menunjukkan kebijaksanaan. Anda butuh
ketenangan agar bisa mengenali isi hati Anda.

Keramaian, banyak orang, bukan hal yang disukai. Dalam bekerja, Anda akan
mengerjakannya sampai selesai, karena Anda seorang perfeksionis yang
mengharapkan tiap orang memenuhi standar performa yang tinggi. Anda
mengevaluasi situasi dengan cepat dan benar.

Pengalaman-pengalaman dan intuisi memandu Anda dalam bertindak. Anda tidak
mudah percaya pada saran orang lain. Memang dugaan-dugaan Anda seringkali
tepat, dan karena Anda tahu benar akan hal ini, Anda selalu mengikutinya.
Mudah bagi Anda untuk mengetahui adanya kebohongan dan Anda bisa mengenali
mana orang-orang yang jujur, mana yang tidak. Tidak banyak teman Anda, tapi
sekali Anda menerima seseorang sebagai teman, itu untuk seumur hidup. Anda
sama sekali bukan seseorang yang senang berkumpul dengan orang banyak, dan
sikap Anda yang tertutup dianggap sebagai mengambil jarak. Itu tidak benar
sama sekali, Anda memang senang menyendiri, jauh dari segala keramaian
kehidupan modern. Dalam banyak hal, Anda lebih cocok hidup di jaman yang
jauh sebelum masa sekarang. Jika energi angka 7 dalam garis hidup ini
digunakan secara negatif, Anda menjadi seorang pesimis, tidak pedulian,
mudah berselisih, dan penuh rahasia. Bila individu ini tidak menjalani hidup
dengan benar dan tidak belajar dari pengalaman, Ia menjadi sebuah pribadi
yang sulit karena tidak bisa memikirkan kepentingan orang lain. Kepribadian
garis hidup 7 ini egois dan manja.

Jika Anda merasa memiliki sifat-sifat ini, sulit untuk menghapusnya dengan
mudah karena Anda merasa bahwa sudah seharusnya dunia selalu memperlakukan
Anda dengan baik. Untungnya, sifat negatif 7 ini bukanlah karakter yang
umum. Emosi angka ini seringkali ekstrim, berada di titik rendah pada satu
saat, kemudian tinggi di saat berikutnya. Jarang stabil.

Garis Hidup 8

Fokus Anda adalah mendapatkan kepuasan yang didapat dari dunia kebendaan.
Garis Hidup 8 adalah orang-orang yang percaya diri, kuat, serta sukses dalam
materi. Anda independen, penuh dorongan dan kompetitif.

Rutinitas Anda sehari-hari meliputi hubungan-hubungan bisnis, praktis dan
membumi, sedikit sekali waktu untuk impian-impian dan khayalan. Bila ambisi,
kemampuan organisasi, dan pendekatan Anda yang efisien itu terasah, tidak
ada hal yang tidak bisa Anda capai.

Fokus Anda kebanyakan mengenai uang dan kekuatan manipulasi yang ada di
dalamnya. Garis hidup 8 ini mungkin yang paling menganggap penting status
dan kelas, sebagai suatu hal yang berdampingan dengan kesuksesan materi.

Jika karakter 8 ini berkembang dengan benar, Anda diberkahi dengan potensi
hebat untuk menciptakan gagasan-gagasan yang maju, serta juga keuletan dan
kemandirian untuk merealisasikannya.

Singkatnya, dengan semua karakter itu Anda sangat siap untuk berkompetisi
dalam dunia bisnis atau area lain yang bersifat pertandingan. Anda tahu
benar bagaimana mengelola diri dan lingkungan Anda. Praktis dan stabil dalam
usaha mencapai tujuan-tujuan, Anda punya keyakinan yang membuat Anda berani
Sifat negatif mereka dengan garis hidup 8 kadang-kadang bisa seperti
diktator dan seringkali menahan antusiasme dan usaha dari teman- teman di
lingkungannya. Juga, kuatnya kepribadian tersebut malah membuat berkurangnya
perasaan dekat Anda terhadap orang-orang sekitar.

Keuntungan materi dan penghargaan menjadi hal paling penting, sehingga
keluarga, rumah, dan kedamaian hati justru terabaikan. Perasaan emosional
sering ditekan dalam diri garis hidup 8 yang negatif. Hal ini menimbulkan
rasa terasing dan kesendirian. Anda harus mencoba untuk selalu menghargai
pendapat orang lain.



Garis Hidup 9

Sifat-sifat utama mereka yang angka garis hidupnya 9 adalah: rasa kasih pada
sesama dan sikap yang sangat humanis. Ini adalah misi yang harus Anda
pelajari dalam hidup. Biasanya angka ini menghasilkan individu yang sangat
dipercaya dan pribadi terhormat, juga seorang individu yang tidak punya
sifat rasialis dalam bentuk apapun. Tentu saja, semua ini terlihat seperti
daftar sifat yang terlalu sempurna, tapi Anda memang seseorang yang
berperasaan peka bagi mereka yang kurang beruntung dibandingkan diri Anda.
Dan jika Anda ada dalam posisi yang bisa membantu, akan Anda lakukan. Anda
sangat peka dan memandang sekitar diri Anda dengan rasa kasih. Anda dengan
angka garis hidup yang tertinggi ini berada pada posisi kehidupan yang
tinggi dan dengan sendirinya mempunyai banyak tanggung jawab. Tujuan hidup
garis hidup 9 ini bersifat filosofis. Hakim, pemimpin spiritual, penyembuh
dan pendidik, seringkali mempunyai energi 9 ini. Keuntungan materi tidak
terlalu penting, walaupun kualitas kepribadian beberapa dari Anda sedemikian
istimewanya sehingga menghasilkan penghargaan secara materi yang luar biasa.
Untuk kebaikan banyak orang, Anda seringkali harus bersikap tidak
mengutamakan diri sendiri dan melepaskan hal-hal kebendaan. Bahkan
orang-orang bergaris hidup 9 yang tidak terlalu istimewa saja memiliki
pribadi yang sangat berbelas kasih. Keinginan untuk menolong orang,
khususnya yang bermasalah dan kurang beruntung, sangat kuat. Kebaikan Anda
juga sering disalahgunakan dan Anda juga tidak jarang dikecewakan oleh orang
lain.

Pemahaman Anda yang dalam terhadap kehidupan terkadang terealisasi dalam
bentuk seni dan literatur. Dengan garis hidup ini Anda sanggup
mengekspresikan perasaan emosi terdalam dengan melukis, menulis, musik, atau
bentuk seni yang lain. Tapi sering juga ada kesulitan untuk menemukan media
yang tepat sebagai jalan hidup Anda. Profesi menolong dan menyembuhkan
adalah pilihan yang tepat bagi mereka dengan angka garis hidup 9. Anda
kurang tepat untuk berada dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. Anda
punya kemampuan untuk berteman dengan mudah, karena orang-orang tertarik
pada kepribadian Anda yang terbuka dan seperti magnet. Anda diberi berkah
oleh Tuhan berbentuk kemampuan untuk memahami orang, yang jika digunakan
dengan benar bisa sangat bermanfaat bagi orang lain. Perhatian pada orang
lain membuat diri Anda sangat sosial.

Orang-orang dengan mudahnya menyukai mereka dengan angka garis hidup 9
karena Anda simpatik, toleran dan berwawasan luas. Anda seorang romantis dan
dalam cinta dan gairah, bagaikan tersesat di jalan yang benar.

Membina hubungan justru sulit bagi Anda, karena tidak mudah untuk
mendapatkan keseimbangan yang paling tepat. Kalau pasangan sama seperti
Anda, yaitu mempunyai sifat memberi, maka hubungan tersebut akan bahagia dan
bertahan, tapi sulit secara materi. Di lain sisi, bila Anda memilih individu
yang membumi dan mementingkan materi, masalah akan timbul.

Seperti halnya dengan angka garis hidup lain, nomer 9 mempunyai sisi
negatifnya. Walaupun tentu orang-orang yang cenderung ke titik negatif 9
lebih sedikit dari yang karakter positifnya besar. Biasa bagi mereka untuk
menentang arus realitas dan tantangan yang ada di dalamnya.

Mungkin sulit bagi Anda dengan 9 yang negatif, untuk percaya bahwa sifat
memberi serta tidak adanya ambisi pribadi bisa sangat membahagiakan. Harus
disadari dan diterima bahwa kepuasan dan kebahagiaan-kebahagiaan kecil
jangka panjang bisa diperoleh dengan mengasah sifat manusiawi yang alami
dalam garis hidup ini.

Sumber : GedePrama
Selengkapnya...

16 April 2009

Sulit + Sulit = ....????


Dengan matematika konvesional jawabannya adalah sulit sekali (2 x sulit). Tetapi dalam matematika modern bukan itu satu-satunya jawaban.

Seorang teman punya anak satu. Berdiskusi dengan saya,

”Kapan punya adik lagi?”
”Ah…nggak Mas. Satu anak saja sulitnya kayak begini. Apalagi dua?”

Momong satu anak butuh kesabaran. Saya mengalami itu. Momong satu anak adalah sulit. Logikanya, momong dua anak akan jauh bertambah sulit lagi.

Dulu waktu saya punya satu anak, saya mengalami hal yang sama. Saya harus selalu menemani aktivitas anak pertama saya. Saya harus aktif melayani ngobrol anak pertama saya. Terbayang betapa sulitnya jika ia punya adik, berlipat ganda beban orang tua.

Kemarin, anak pertama saya bangun pagi. Habis sholat subuh ke ruang tengah. Menyalakan lampu. Mengambil buku bergambar lalu membacanya dengan asyik. Tidak lama kemudian adik kedua menyusul. Duduk di sebelahnya membaca buku yang lain. Lalu adik ketiga juga ikutan membaca buku. Mereka membaca buku sambil ngobrol asyik. Sesekali saya ikut ngobrol dengan mereka. Tidak ada yang sulit!?

Sulit + Sulit = ….? = Mudah

Bagaimana dengan Anda? Berlaku rumus apakah dengan bertambahnya kesulitan? Apakah menjadi lebih sulit atau lebih mudah?
Selengkapnya...

Pecahan yang Menyatukan Orang Tua dengan Anak


Kebersamaan dengan seluruh anggota keluarga menjadi barang mahal akhir-akhir ini. Orang tua berangkat pagi, jam 5, sebelum anak bangun dari tidur. Pulang dari kantor jam 5 sore. Tetapi kondisi lalu lintas Jakarta sangat macet. Dari pada terjebak macet berjam-jam di jalan, mereka menunda pulang ke rumah. Menunggu dulu di kantor sambil mengerjakan beberapa kerjaan yang belum selesai. Jam 8 malam baru beranjak pulang. Sampai di rumah sekitar jam 9 atau 10 malam. Si kecil, putra-putrinya, sudah tidur semua. Hari demi hari berlalu begitu.

Berangkat kerja sebelum anak bangun. Pulang kerja setelah anak tertidur. Kapan satu keluarga bersama-sama?

Sedikit berbeda ketika hari libur, Sabtu, dan Minggu. Ayah ibu sudah capek bekerja seminggu penuh. Mereka ingin santai sejenak di akhir pekan. Ayah ibu nonton TV atau home teather. Anak-anak juga capek sudah sekolah seminggu penuh. Mereka ingin santai sejenak. Mereka main PS, Nitendo, atau game yang lainnya. Mereka bersama dalam satu rumah. Tetapi hati mereka?

… … …

”Iva, ini Papa punya mainan.”

”Apaan?”

”Coba kamu bikin lingkaran, 3 lingkaran dari potongan-potongan ini!”

Iva mengamati. Atur sana atur sini. Berpikir sejenak. Coba-coba lagi.

”Ini, jadi 1 lingkaran!”

”Hore….Iva berhasil satu lingkaran.” Kami bersorak bareng-bareng. Iva terus mencoba lagi.

Permainan sederhana ternyata mengasyikkan. Saya menamai permainan ini sebagai lingkaran milenium. Bagi orang dewasa, seperti biasa-biasa saja. Bagi anak kita yang masih kanak-kanak, permainan ini mengasyikkan. Ketika mengamati Iva yang asyik memainkan lingkaran milenium, saya mulai terbawa menikmati permainan itu juga.

Lingkaran milenium terdiri dari bebarapa lingkaran yang sudah saya potong-potong. Potongan-potongan ini sengaja berukuran ½ lingkaran, ¼ lingkaran, atau lainnya. Di satu sisi potongan itu kami tuliskan nilai dari potongan itu: ½ , ¼ atau lainnya. Kami mengacak potongan-potongan lingkaran itu. Tugas Iva adalah menyusun kembali menjadi lingkaran penuh. Tantangan yang menggelitik bagi anak usia 4 tahun sampai 10 tahun. Apalagi jika dipertandingkan antara beberapa anak dan orang tua. Siapa cepat dia dapat.

Adra, yang masih 5 tahun, juga menyukai lingkaran milenium ini. Adra jadi lancar berhitung nilai pecahan.

” ¼ + ¼ = ½ ya…?” Adra bertanya.

” Betul!” jawab saya.

Saya perhatikan, Adra mengutak-atik potongan yang bernilai ¼ digabungkan dengan yang bernilai ¼ . Lalu dia amati. Dibandingkannya dengan yang bernilai ½ . Sama besar. Adra menyimpulkan bahwa ¼ + ¼ = ½ . Sebuah permainan dan pembelajaran yang menyatu dengan asyik.

”1/8 + 1/8 = …berapa?” saya tanya pada Adra.

”1/4,” jawab Adra ringan.

”Kok tahu?”

”Nih…1/8, nih…1/8 lagi. Jadi ¼ kan?” Adra menunjukkan potongan 1/8 yang ia gabungkan dengan potongan 1/8 menjadi setara dengan ¼.

”Kalau ¼ + 1/8 jadi berapa ya…?” saya mencoba menantang.

Mana mungkin anak TK akan dapat menghitung pecahan semacam itu? Meski pun anak itu sudah les Kumon atau sempoa, saya ragu. Apakah Kumon mengajarkan berhitung pecahan melalui permainan? Apakah sempoa mengajarkan aritmetika pecahan? Bagaimana dengan Jarimatika dan Sakamoto? Adra hanya ikut les kursus matematika APIQ. Dia memang sudah menguasai berhitung perkalian dan pembagian. Tetapi hanya untuk bilangan asli yang nilainya kecil. Berhitung pecahan adalah masalah lain.

Kami di APIQ memang selalu berusaha mengajarkan matematika secara fun dan menyenangkan. Beberapa alat mainan edukatif yang dulu hanya terbatas untuk di kelas APIQ, kini sudah mulai kami jual ke masyarakat. Tujuan kami adalah agar putra-putri kita menjadi lebih mudah belajar matematika.

Lingkaran milenium adalah salah satu mainan edukatif andalan APIQ. Permainan ini untuk mengajarkan konsep aritmetika. Permainan lingkaran milenium mengubah perhitungan pecahan yang memusingkan menjadi permainan yang mengasyikkan. Jangan meremehkan pecahan.

Saya dengar dari seorang dosen di unversitas swasta di Bandung yang mengatakan bahwa ada seorang mahasiswa yang menghitung:

½ + 1/3 = 1/5.

Tentu saya terkejut. Saya heran. Bagaimana mungkin seorang mahasiswa berpikir seperti itu? Dia bukan mahasiswa fakultas sosial. Dia bahkan seorang mahasiswa fakultas teknik. Tetapi saya tidak menyalahkan mahasiswa tersebut. Mahasiswa itu hanyalah sekedar korban. Korban dari sistem pendidikan kita. Dia adalah produk dari sistem pendidikan kita. Percuma kita menyalahkan mahasiswa itu. Akan lebih baik kita memperbaiki cara kita ”memproduksi” anak-anak kita.

Mari kembali ke Adra. Apakah ia akan berhasil menyelesaikan tantangan:

¼ + 1/8 = ……..

Adra mengutak-atik potongan ¼ dan potongan 1/8. Dia berpikir serius. Dia menemukan jawaban…

”1/4 + 1/8 sama dengan ¼ lebih 1/8.”

”Betul! Maksudnya ¼ lebih 1/8 itu berapa?”

Dia sadar bahwa jawabannya sudah benar. Tetapi belum sederhana. Dia sendiri ingin memperoleh jawaban sederhana itu. Dia menemukan ide. Dia tukarkan potongan ¼ dengan potongan 1/8 sebanyak dua potong. Kini Adra sudah sangat dekat dengan yang diingankannya.

Adra berteriak, ”3/8…….!”

”Betul!” kami meloncat-loncat gembira. Tos tangan sesama anggota keluarga.

Liburan bersama keluarga yang mengasyikkan. Sudah fun, dapat ilmu lagi. Lingkaran milenium menjadi media yang menyatukan keluarga dengan suasana riang.

Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya...

BEBERAPA KESALAHAN DALAM PENAMAAN DAN ISTILAH


Oleh
Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu



Kesalahan Pertama
Penisbatan isteri kepada suaminya, seperti : Suha Arafat, nisbat kepada suaminya. Ini merupakan suatu kesalahan, berdasarkan firman Allah subhanahu wa Ta’ala.

“Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka, itulah yang lebih adil pada sisi Allah “[Al-Ahzab : 5]

Yang benar ialah Suha bintu Fulan (nisbat kepada bapaknya)

Kesalahan Kedua
Penyebutan sesuatu tidak menggunakan nama yang sebenarnya menurut syar’i. seperti penyebutan riba bank diganti dengan faidah bank, khamr telah diberi nama dengan nama dan atau label yang banyak dan bermacam-macam, hingga ada yang menamainya minuman untuk membangkitkan semangat dan sebagainya, zina diganti dengan hubungan sex dan sebagainya.

Yang benar, seharusnya kita menyebut hal-hal tersebut berdasarkan apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala namakan. Karena dalam penamaan (yang Allah berikan tersebut) terdapat banyak faidah. Di antaranya, agar manusia mengetahui apa-apa yang telah diharamkan Allah, baik nama ataupun sifatnya. Sehingga mereka menjauhinya, setelah mengetahui bahaya dan ancaman siksa (bagi yang melanggar). Dan tidak timbul kesan meremehkan pada jiwa kita mengenai keharaman tersebut setelah namanya diganti.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu ; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya” [Al-Baqarah : 278]

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman.

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu dengan sebab (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)” [Al-Maidah : 90-91]
Kemudian firman-Nya.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” [Al-isra : 32]

Kesalahan Ketiga
Penyebutan kata Al-Karm untuk anggur. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang menyebut anggur dengan kata Al-Karm. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Janganlah kalian namakan Al-Karm, tapi namakanlah al’inab dan al-hablah” [HR Muslim]

Kata Al-Inab dan Al-Hablah memiliki makna yang sama, yakni anggur. Beliau Shallallahu alaiahi wa salam juga bersabda.

“Mereka menyebut Al-Karm, sesungguhnya Al-Karm adalah hati seorang mu’min” [HR Al-Bukhari]

Beliau melarang hal ini disebabkan lafadz Al-Karm menunjukkan akan melimpahnya kebaikan dan manfaat pada sesuatu. Dan hati seorang mukmin lebih berhak untuk itu.

Kesalahan Keempat.
Berkun-yah dengan kun-yah Abul Hakam. Karena Al-Hakim adalah Allah. Maka, tidak boleh berkun-yah dengan kun-yah tersebut. Yang benar, kita berkun-yah dengan kun-yah yang disunnahkan, seperti Abu Abdillah, Abu Abdirrahman, Abu Abdil Hakam. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman” [HR Muslim]

Dalam hadits Al-Miqdam bin Syuraih bin Hani, ketika ia (yakni Hani) bersama kaumnya datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mendengar mereka memberi kun-yah Abul Hakam kepadanya. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilnya, beliau berkata.

“Sesungguhnya Allah adalah Al-Hakam dan kepadaNyalah hukum kembali, maka mengapakah engkau berkun-yah dengan Abul Hakam? Ia (Hani) berkata, “Sesungguhnya jika kaumku berselisih, mereka mendatangiku lalu kuputuskan hukum diantara mereka hingga kedua belah pihak ridha atas keputusanku”. Beliau berkata, “Alangkah baiknya perbuatanmu, apakah engkau memiliki anak?” Ia menjawab, “Aku memiliki Syuraih, Abdullah dan Muslim. Beliau bertanya lagi, “Siapakah yang paling besar diantara mereka?” Ia menjawab, “Syuraih”. Beliau berkata, “Kalau begitu, engkau Abu Syuraih” [HR An-Nasa’i]

Kesalahan Kelima
Memberi nama dengan nama yang mengandung unsur tazkiyah (penyucian diri), seperti : Barrah (orang yang banyak berbakti), Khalifatullah (Khalifah Allah), Wakilullah (Wakil Allah), dan sebagainya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memberi nama Barrah. Beliau bersabda.

“Janganlah kalian mengatakan diri kalian suci, karena Allah lebih tahu siapa yang baik diantara kalian” [HR Muslim]

Yang benar, ialah memberi nama dengan nama-nama yang disyariatkan, seperti : Zainab, Asma, Abdullah, Abdurrahman. Ataupun nama para nabi, seperti ; Yusuf, Ibrahim dan sebagainya.

Yusuf bin Abdillah bin Salam Radhiyallahu ‘anhu mengisahkan

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadiahkan nama Yusuf untukku. Beliau meletakkanku di pangkuannya dan beliau mengusap kepalaku” [HR Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, hal. 248]

Juwairiyah bintu Al-Harits Al-Khuza’iyyah, dahulu bernama Barrah. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam merubah namanya menjadi Juwairiyah, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam haditsnya yang lain, berkaitan dengan nama tazkiyah.

“Janganlah engkau namakan putramu dengan Rabah, Yasar, Aflah dan Nafi’” [HR Muslim]

Demikian juga dengan nama Kalifatullah ataupun Wakilullah. Arti kata al-wakil adalah seseorang yang bertindak mewakili pihak yang mewakilkan. Sedangkan Allah tidak ada wakil bagi-Nya, dan tidak ada yang bisa menggantikanNya. Bahkan Dialah yang memelihara hamba-Nya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Ya Allah, Engkau adalah teman dalam perjalanan dan pemelihara keluarga (yang kami tinggal)” [HR Muslim]

Nabi juga melarang kita menamakan diri dengan sebutan Malikul Amlak (Raja Diraja). Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda.

“Nama yang paling hina disisi Allah pada hari Kiamat adalah seseorang yang menamakan diri dengan sebutan Malikul Amlak (Raja Diraja)” [HR Al-Bukhari]

Kesalahan Keenam
Memberi nama dengan nama yang buruk, seperti ; Harb (perang), Sha’b (sulit, susah), Hazan (kesedihan), Ushaiyyah (maksiat), Aashiyah (wanita yang bermaksiat), Murrah (pahit) dan yang semisal dengan itu.

Yang benar, memberi nama dengan nama yang baik, seperti : Hasan, Husain, dan yang semisalnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai nama yang baik. Beliau bertafaul (berharap kebaikan) dengan nama tersebut. Barangsiapa mau mendalami hadits-hadits Nabi, niscaya dia akan mendapati makna-makna nama yang berkaitan dengan sunnah. Seakan-akan nama-nama itu diambil dari sunnah-sunnah itu.

Cobalah renungi sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam berikut.

“Ghafar adalah orang yang Allah ampuni dan Aslam adalah yang Allah selamatkan, sedangkan Ushaiyyah dialah yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya” [HR Al-Bukhari]

Jika anda ingin mengetahui, adakah pengaruh nama bagi pemiliknya? Maka perhatikanlah kisah Said bin Al-Musayyib berikut ini.

“Dari Ibnu Al-Musayyib, dari bapaknya, sesungguhnya bapaknya (yakni kakek Ibnu Al-Musayyib) datang menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bertanya : “Siapakah namamu?”. Ia menjawab, “Hazn”. Beliau berkata, “Engkau adalah Sahl”. Ia berkata. “Aku tidak akan merubah nama pemberian bapakku”. Ibnul Musayyib berkata : “Sejak itu kesusahan senantiasa meliputi kami” [HR Al-Bukhari]

Makna kata al-Huzunah (dalam hadits diatas, -red) adalah Al-Ghilzah (kekerasan, kesusahan) Dapat pula bearti tanah yang keras atau tanah datar.

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, sesungguhnya Nabi merubah nama ‘Aashiyah. Beliau berkata, “Kamu Jamilah”.

Ketika Al-Hasan lahir, Ali menamainya Harb. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang seraya berkata : “Perlihatkan kepadaku cucuku. Siapa nama yang kalian berikan pada cucuku?” Ali berkata, “Harb”. Beliau berkata, “Bahkan namanya adalah Hasan”[HR Ahmad]

Kesalahan Ketujuh
Sebagian orang memberikan julukan attatharruf fid din (sikap berlebih-lebihan dalam agama) kepada mereka yang memegang agama secara mutasyadid (ekstrim)

Yang benar kita sebut ghuluw fid dien (berlebih-lebihan dalam agama). Penyebutan ini pun diberikan, jika memang orang tersebut telah benar-benar keluar dari agama karena sikap ghuluwnya tadi

Ahli hadits mengatakan istilah attatharruf fid dien ini muncul pada awal-awal abad ke lima belas hijriah. Ketika itu terjadi taubat massal para pemuda muslim. Mereka berbondong-bondong kembali kepada Allah., ber-iltizam (konsisten) kepada hukum-hukum dan adab-adab Islam, serta mendakwahkannya. Sebelumnya, kondisi orang semacam ini (yang ber-iltizam kepada Islam), justru dikatakan sebagai golongan terbelakang, ta’ashub, jumud dan ejekan-ejekan lainnya. Maka ketahuilah, sesungguhnya agama Allah berada di pertengahan antara sikap ghuluw (berlebih-lebihan) dan sikap meremehkan.

Para ulama Islam pada setiap masa pun senantiasa melarang sikap ghuluw dalam agama, disamping mereka juga selalu mengajak kepada taubat.

Adapun zaman sekarang, timbangan norma telah banyak diputar-balikkan. Hingga orang yang bertaubat dan kembali kepada Allah (yang nota bene hal ini merupakan sesuatu yang diwajibkan oleh syari’at) justru disingkirkan, dengan alasan sikap berlebihan tadi. Maksudnya, agar orang-orang menjauhi mereka dan untuk melumpuhkan dakwah ilallah. Ini jelas pemikiran jahat Yahudi. Semoga Allah membinasakan mereka.

Namun sangat aneh dan mengherankan. Kaum muslimin menerima begitu saja pemikiran tadi. Tidakkah mereka berpikir dan menolaknya?

Kesalahan Kedelapan
Sebagian suami memanggil isterinya dengan sebutan Ummul Mu’minin. Ini jelas haram. Karena konsekwensinya panggilan tersebut ialah sang suami haruslah seorang Nabi dan isteri-isterinya adalah Ummahatul Mu’minin. Suatu kesalahan yang bisa mengakibatkan kepada kekufuran. Karena kita harus meyakini, bahwa tidak ada nabi setelah Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam

Ada juga suami yang memanggil isterinya dengan panggilan madam, suatu panggilan ala Perancis yang terlarang. Karena mengandung unsur tasyabbuh (meniru-niru) kaum kuffar.

Yang benar ialah memanggil isteri dengan nama kun-yahnya seperti Ummu Abdillah, Ummu Fulan, atau dapat juga dengan panggilan zaujati (isteriku) atau ahli (keluargaku).

Wallahul hadi ila ar-rasyad.

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun VI/1423H/2003M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016]
Selengkapnya...

30 Maret 2009

Lenyapkan Sterilitiet Dalam Gerakan Mahasiswa


Pidato tertulis PJM Presiden Soekarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Yogyakarta, 17 Februari 1959.

Artikel Terkait
PIDATO SOEKARNO : LAHIRNYA PANCASILA 1/4
PIDATO SOEKARNO : LAHIRNYA PANCASILA 2/4
PIDATO SOEKARNO : LAHIRNYA PANCASILA 3/4
PIDATO SOEKARNO : LAHIRNYA PANCASILA 4/4

Terlebih dahulu saya mengucapkan selamat dengan Konferensi Besar GMNI ini. Dengan gembira saya membaca, bahwa asas tujuan GMNI adalah Marhaenisme.

Apa sebab saya gembira? Tidak lain dan tidak bukan, karena lebih dari 30 tahun yang lalu saya juga pernah memimpin suatu gerakan rakyat–suatu partai politik—yang asasnya pun adalah Marhaenisme.

Bagi saya asas Marhaenisme adalah suatu asas yang paling cocok untuk gerakan rakyat di Indonesia. Rumusannya adalah sebagai berikut:

*
Marhaenisme adalah asas, yang menghendaki susunan masyarakat dan negara yang di dalam segala halnya menyelamatkan kaum Marhaen.
*
Marhaenisme adalah cara perjuangan yang revolusioner sesuai dengan watak kaum Marhaen pada umumnya.
*
Marhaenisme adalah dus asas dan cara perjuangan “tegelijk”, menuju kepada hilangnya kapitalisme, imprealisme dan kolonialisme.
*
Secara positif, maka Marhaenisme saya namakan juga Sosio-nasionalisme dan Sosio-demokrasi; karena nasionalismenya kaum Marhaen adalah nasionalisme yang sosial bewust dan karena demokrasinya kaum Marhaen adalah demokrasi yang sosial bewust pula.

Dan siapakah yang saya namakan kaum Marhaen itu? Yang saya namakan Marhaen adalah setiap rakyat Indonesia yang melarat atau lebih tepat yang telah dimelaratkan oleh setiap kapitalisme, imprealisme dan kolonialisme.
Kaum Marhaen ini terdiri dari tiga unsur:
Pertama: Unsur kaum proletar Indonesia (buruh)
Kedua: Unsur kaum tani melarat Indonesia, dan
Ketiga: kaum melarat Indonesia yang lain-lain.
Dan siapakah yang saya maksud dengan kaum Marhaenis? Kaum Marhaenis adalah setiap pejuang dan setiap patriot bangsa;

*
Yang mengorganisir berjuta-juta kaum Marhaen itu, dan
*
Yang bersama-sama dengan tenaga massa Marhaen itu hendak menumbangkan sistem kapitalisme, imprealisme, kolonialisme, dan
*
Yang bersama-sama dengan massa Marhaen itu membanting tulang untuk membangun negara dan masyarakat, yang kuat, bahagia sentosa, adil dan makmur.

Pokoknya ialah, bahwa Marhaenis adalah setiap orang yang menjalankan Marhaenisme seperti yang saya jelaskan di atas tadi. Camkan benar-benar!, setiap kaum Marhaenis berjuang untuk kepentingan kaum Marhaen dan bersama-sama kaum Marhaen!

Apa sebab pengertian tentang Marhaenisme, Marhaen dan Marhaenis itu saya kemukakan kepada Konferensi Besar GMNI dewasa ini? Karena saya tahu, bahwa dewasa ini ada banyak kesimpangsiuran tentang tafsir pengertian kata-kata Marhaenisme, Marhaen dan Marhaenis itu.

Saya harapkan mudah-mudahan kata sambutan saya ini saudara camkan dengan sungguh-sungguh, dan saudara praktikkan sebaik-baiknya, tidak hanya dalam lingkungan dunia kecil mahasiswa, tetapi juga di dunia besar daripada massa Marhaen. Sebab tanpa massa Marhaen, maka gerakanmu akan menjadi steril!

Karena itu: • Lenyapkan sterilitiet dalam Gerakan Mahasiswa! • Nyalakan terus obor kesetiaan terhadap kaum Marhaen! • Agar semangat Marhaenisme bernyala-nyala murni! • Dan agar yang tidak murni terbakar mati!

Sekian dulu, dan sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Konferensi Besar GMNI, dan mudah-mudahan berhasilah Konferensi Besar ini.

Jakarta, 17 Februari 1959

PRESIDEN/PANGLIMA TERTINGGI/ PEMIMPIN BESAR REVOLUSI

SOEKARNO BAPAK MARHAENISME

Artikel Terkait
PIDATO SOEKARNO : LAHIRNYA PANCASILA 1/4
PIDATO SOEKARNO : LAHIRNYA PANCASILA 2/4
PIDATO SOEKARNO : LAHIRNYA PANCASILA 3/4
PIDATO SOEKARNO : LAHIRNYA PANCASILA 4/4
Selengkapnya...

Pidato Bung Karno: Kepada GMNI di Istana Bogor


Amanat Bapak Presiden Soekarno
Di Hadapan GMNI
Di Istana Bogor, 3 Desember 1966

Saudara-saudara,Di kalanganmu itu aku melihat tadi Pak Mukarto. Tapi kok sekarang nyisih ya?. Aku melihat Pak Adam Malik, belakang. Aku melihat Pak Tjokro. Dan di hadapanmu, engkau melihat aku.

Artikel Terkait
PIDATO SOEKARNO : LAHIRNYA PANCASILA 1/4
PIDATO SOEKARNO : LAHIRNYA PANCASILA 2/4
PIDATO SOEKARNO : LAHIRNYA PANCASILA 3/4
PIDATO SOEKARNO : LAHIRNYA PANCASILA 4/4

Baik Pak Mukarto, maupun Pak Tjokro, maupun Pak Adam Malik, maupun aku, dulu, muda, dulu ikut-ikut muda. Sekarang saja sudah ada yang sudah ubanan rambutnya seperti Pak Mukarto. Yang tadi aku ceritakan, waktu physical revolution mulai, beliau adalah, kita, penyeludup, smokkelaar untuk mendapatkan senjata. Physical revolution untuk mendapat pembiayaan, uang buat perwakilan kita di luar negeri. Kemudian pula bapak-bapak itu di waktu muda ikut-ikut giat di dalam pergerakan nasional ataupun di dalam physical revolution.


Demikian pula aku.
Engkau telah sering mendengar mengenai diriku, bahwa aku ini sejak umur 16 tahun, 16 tahun, telah mencemplungkan diri dalam gerakan untuk tanah air, bangsa, cita-cita. Pada waktu aku umur 16 tahun, aku adalah siswa daripada sekolah menengah Belanda di Surabaya HBS, Hogere Burger School, siswa. Pada waktu itu aku, karena telah ikut bercita-cita, menjadi anggota daripada satu organisasi pemuda Jawa, pemuda dan pemudi Jawa. Namanya Trikoro Darmo. Trikoro Darmo.

Demikian pula bapak-bapak tua sekarang ini dulu semuanya, pada waktu masih muda telah ikut berkecimpung di dalam gerakan-gerakan. Ada yang seperti Bapak menjadi anggota Trikoro Darmo. Pak Leimena yang duduk di sana, dedengkot tua Pak Leimena, dulu pun menjadi anggota daripada satu gerakan pemuda Ambon.

Bung Hatta juga pada waktu masih muda menjadi anggota daripada satu serikat siswa Sumatera, Jong Sumatranen Bond.

Pak Leimena punya organisasi namanya Jong Ambon.
Nah, kita sekarang dedengkot-dedengkot tua. Sejak dari muda kita telah bukan saja ikut, ya nak, jangan lihat itu, lihat hidungnya Bapak. Bapak itu kalau pidato dilihat mata anak anggota GMNI itu lantas Bapak ikut menyala-nyala.

Ha, dedengkot-dedengkot itu sekarang ada, ada lho, di kalangan mahasiswa yang waduh, memaki-maki kepada kami, mencerca kami. Sampai tempo hari itu, sampai Bapak itu setengah menangis.

Pak Leimena yang sejak dari mudanya telah berkecimpung mencemplungkan diri dalam gerakan untuk kepentingan bangsa dan tanah air, cita-cita, sekarang di kalangan mahasiswa ada yang, waduh, bahkan mengucapkan kata-kata yang tidak baik: Kami tidak sudi orang “cap”, atau “cap Leimena”, “semacam Leimena”. Masya Allah, pemuda-pemuda zaman sekarang ini bagaimana?. Dan engkau tahu, Bapak sendiri sekarang ini ada yang, waduh sudah habis-habisan lah, habis-habisan.

Padahal, padahal, Bapak, Pak Leimena, Pak Mukarto, Pak Adam Malik, Pak Tjokro, dan macam-macam banyak sekali Pak, Pak, Pak itu, sedari mudanya boleh dikatakan menyerahkan diri, bahkan mengorbankan kebahagiaan hidup untuk kepentingan tanah air, bangsa dan cita-cita.

Nah, sekarang engkau pemuda-pemuda. Bukan saja engkau jangan ikut pemuda-pemuda yang begitu itu tadi, yang mencerca kepada Pak Leimena, Pak Mukarto, dan lain-lain sebagainya, tetapi aku menghendaki supaya engkau pun mengetahui tugas dan kewajiban sebagai pemuda. Tugas kewajibanmu sebagai mahasiswa.

Pernah kukatakan, menjadi mahasiswa zaman sekarang ini tugasnya adalah dua, tugasnya dua. Satu, untuk terus ikut menjadi pelopor daripada revolusi kita sekarang ini. Kan menjadi pelopor itu berarti, bukan saja berjalan di muka, tetapi yaitu sebagai kukatakan berulang-ulang, jangan meninggalkan sumber daripada revolusi, jangan menyeleweng daripada riilnya revolusi. itu satu.

Kedua, untuk menjadi unsur mutlak di dalam pembinaan. Sebab, revolusi kataku, kemarin pun diterangkan panjang lebar di hadapan anggota MPP PNI, revolusi adalah di satu pihak menjebol, di lain pihak membina. Menjebol kepada imperialisme, menjebol kepada sistem yang tidak sesuai dengan revolusi, sistem sosial yang tidak sesuai dengan revolusi. Tegasnya menjebol sistem feodalisme, menjebol sistem kapitalisme. Di samping itu membina, membina, membangun satu barang baru yang memberi kebahagiaan kepada rakyat Indonesia seluruhnya. Dus di satu pihak menjebol, di lain pihak membina. Karena itu aku, sejak daripada pecahnya revolusi fisik kita, telah kuterangkan, revolusi adalah satu simfoni. Simfoni itu adalah lagu yang merdu dikeluarkan oleh rombongan bersama. Ada yang memegang biola, ada yang memegang gitar, ada yang memegang drek, dek, dek, dek, dek, tambur, ada yang memegang macam-macam pesawat. Tetapi bersama-sama mengeluarkan satu simfoni yang merdu. Dan aku berkata, revolusi adalah simfoni daripada destructie dan constructie. Destructie yaitu menghancurkan, atau dengan perkataan yang baru tadi kuucapkan menjebol. Constructie, membangun, membina, mencipta, to create, scheppen, kata orang Belanda.

Nah, ini untuk to create, kamu orang semuanya mahasiswa mengerti perkataan create. Scheppen?, itu tidak semua kamu mengerti, yaitu bahasa Belanda, tapi artinya sama dengan create, membina, membangun, mencipta. Created itu kita memerlukan pengetahuan, memerlukan skill. Sebab, tujuan revolusi adalah, sebagai kukatakan berulang-ulang dan engkau katakan berulang-ulang, satu masyarakat adil dan makmur tanpa exploitaion de l’homme par l’homme, tanpa exploitation de nation par nation. Pendek kata, tujuan revolusi adalah Ampera. Ampera di dalam arti aksi Ampera, arti aksi Ampera. Jangan Ampera sebagai diterangkan atau dikatakan oleh satu golongan mahasiswa zaman sekarang. Nanti aku terangkan.

Dan aku mengucap syukur kepada Tuhan bahwa akulah fabrikant. Fabrikant, pembuat kata Ampera itu, Amanat Penderitaan Rakyat, bersama-sama dengan yang kau katakan pada waktu melantik Akabri, Akademi Angkatan Bersenjata, bersama-sama dengan Bapak Sukarni. Kita ciptakan satu perkataan untuk menjadi slogan daripada perjuangan kami berdua, Soekarno-Soekarni membuat kata baru Ampera, Amanat Penderitaan Rakyat. Bagaimana? Nah, inilah yang aku akan terangkan kepadamu lebih dahulu. Umur 16 tahun, aku menjadi anggota Trikoro Dharmo. Itu kumpulan mahasiswa Jawa. Perkataannya saja sudah Jawa, Trikoro Dharmo.

Aku pada waktu itu diindekoskan. Apa perkataan indekos zaman sekarang? di pondokkan, ditumpangkan. Diindekoskan, ditumpangkan atau dipondokkan, diindekoskan kepada rumahnya pemimpin ulung Oemar Said Tjokroaminoto, yang kemudian menjadi haji, Haji Oemar Said Tjokroaminoto. Aku diindekoskan di situ.

Nah, ini belakangan, Saudara-saudara, syukur aku mengucapkan kepada Tuhan, kok aku diindekoskan di situ oleh orang tuaku. Tidak diindekoskan ke rumah orang lain, kok diindekoskan di rumahnya seorang pemimpin. Apa sebab? Bukan saja aku di rumah Tjokroaminoto itu sering bicara dan mendapat pengajaran dari Tjokroaminoto almarhum. Tetapi di rumah Pak Tjokro itu aku berjumpa dan bercakap-cakap lama, kadang jauh malam, sampai kadang hampir fajar pagi, dengan pemimpin-pemimpin lain yang bertamu kepada Pak Tjokro atau yang beberapa hari logger-kan di rumahnya Pak Tjokro itu. Antara lain siapa? Antara lain almarhum Haji Agus Salim. Antara lain siapa? Almarhum Soerjopranoto. Antara lain siapa? Sosrokardono. Antara lain siapa? Semaoen. Antara lain siapa? Tjipto Mangoenkoesoemo. Antara lain siapa? Douwes Dekker yang kemudian ganti nama Setiabudi. Aku dus bicara dengan politisi, politikus dari segala aliran. Bahkan aku bicara dengan pendiri daripada gerakan agama yang bernama Kiai Haji Dahlan. Bukan saja bicara sebentar, tidak. Wong mereka itu logger di rumahnya Tjokroaminoto. Itu rupanya sudah jamak, kebiasaan. Lumrah.

Dulu itu kalau pemimpin pergerakan datang di suatu tempat, ya logger-nya di tempat seseorang pemimpin gerakan lain, meskipun bukan dari partainya.

Nah, rumah Pak Tjokro itu seperti hotel, Saudara-saudara, sering kedatangan pemimpin-pemimpin itu. Dan aku sebagai orang yang indekos di situ, waduh, sebentar bicara dengan Pak Haji Agus Salim, sebentar bicara dengan Pak Soerjopranoto. Kamu barangkali sudah tidak tahu lagi Pak Soerjopranoto itu. Soerjopranoto itu adalah dulu pemimpin kaum buruh pabrik gula. Tanah Jawa dulu banyak sekali pabrik gula. Oleh karena memang imperialisme Belanda di tanah Jawa itu terutama sekali mengambil hasil banyak dari gula, pabrik gula. Pemimpin daripada kaum buruh pabrik-pabrik gula ini adalah Soerjopranoto. PFB morat-marit, sebetulnya namanya PFB ini ialah Personeel Fabriek Bond. Kalau bahasa Belanda yang betul mustinya Bond van Fabriek Personeel begitu. PFB, Personeel Fabriek Bond. PFB. Malahan kaum buruh gula ini pernah mengadakan mogok besar. Mogok untuk mendapatkan gaji lebih tinggi, jam kerja kurang. Dan Pak Soerjopranoto dinobatkan oleh kongres daripada PFB ini menjadi, pakai bahasa Belanda lagi Staking Koning, Raja Pemogokan. Hebat itu, hebatnya perjuangan, saudara-saudara, pada waktu itu menentang imperialisme. Mogok! Seluruh kaum buruh pabrik-pabrik gula mogok. Disusul oleh Semaoen, komunis. Dulunya yaitu Sarekat Islam.

Kemudian Sarekat Islam dengan kepalanya bernama PKI, Partai Komunis Indonesia. Semaoen, dia pun sering datang di rumahnya Pak Tjokro. Saya pun sering bicara dengan Semaoen. Sebagaimana, saya tanya, sebagaimana orang muda lho, banyak maguru, maguru itu bahasa Kawi Sansekerta, maguru, berguru, belajar menjadi murid daripada Pak Tjokro. Maguru kepada Semaoen. Bagaimana, bagaimana, bagaimana? Dia kasih pengajaran.

Demikian pula aku maguru kepada Tjipto Mangoenkoesoemo, yang namanya kita agungkan sampai sekarang. Misalnya, barangkali ada mahasiswa sekolah dokter, tahu rumah sakit yang di sini kita namakan Rumah Sakit Tjipto Mangoenkoesoemo. Aku maguru kepada Douwes Dekker, Setiabudi. Aku maguru kepada Soeryaningrat, yang kemudian ganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Maguru. Dengan perkataan yang sering kukatakan, aku ini nglésot di bawah kakinya Ki Hadjar, di bawah kakinya Tjokroaminoto, di bawah kakinya Tjipto, di bawah kakinya Douwes Dekker, di bawah kakinya Semaoen, di bawah kakinya Soerjopranoto, di bawah kakinya Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Jadi aku dapat, dari semua pikiran dan aliran, aku dapat bahan. Nah, ini semua menjadi satu simfoni bagiku, Saudara-saudara. Aku tidak hanya maguru kepada viool, aku tidak hanya maguru kepada piano, aku tidak hanya maguru kepada gitar, aku tidak hanya maguru kepada saksofon, aku tidak hanya maguru kepada tromp, yaitu tambur, tidak!. Aku maguru dari masing-masing itu dan aku maguru kepada simfoni daripada ini semua.

Karena itu kalau aku sekarang ini berjumpa dengan pemimpin-pemimpin yang sekarang oo, oo, oo. Ada lho, pemimpin-pemimpin yang petita-petiti. Hh, aku ini dulu maguru kepada waduh pemimpin-pemimpin Indonesia dari golongan Islam, maupun golongan nasionalis, maupun dari golongan komunis. Bahkan aku maguru juga daripada pemimpin-pemimpin Belanda yang dulu ada di sini, pemimpin sosialis.

Ini semua menjadi bahan bagiku.
Nah, oleh karena itulah maka sesudah aku menjadi anggota daripada Trikoro Dharmo, aku meluaskan gerakan pemudaku menjadi Jong Java. Lebih jelas lagi Jong Java daripada Trikoro Dharmo. Sebab, Trikoro Dharmo itu dulu maksudnya ya studie tok. Kalau Jong Java sudah tegas dengan cita-cita, lebih tinggi daripada Trikoro Dharmo.

Tidak lama di Jong Java saya jelaskan dan saya lebarkan lagi menjadi Jong Indonesia. Indonesia Muda. Bukan sendiri, bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin, dedengkot-dedengkot yang lain. Indonesia Muda tahun 1923, Saudara-saudara, 1923 lho, lima tahun sebelum Sumpah Pemuda. Lima tahun sebelum ada sumpah yang berbunyi: satu tanah air, satu bahasa, satu bangsa. Dedengkot itu bernama Soekarno, dedengkot tua yang bernama Soediono, dedengkot tua yang bernama Mohammad Hatta, dedengkot tua yang bernama Soebardjo, dedengkot tua yang bernama Adam Malik, dan lain-lain sebagainya. Dedengkot tua-dedengkot tua ini telah mengumandangkan ide persatuan Indonesia.

Dan aku mengumandangkan itu. Aku, Saudara-saudara, karena itu tadi aku dapat bahan dari macam-macam aliran. Bahanku bukan hanya nasionalisme, bukan hanya agama yang aku dapat dari Pak Tjokro, dari Pak Dahlan. Bahanku juga dari marxisme, yang aku dapat dari Semaoen, yang aku dapat daripada pemimpin-pemimpin Belanda sebagai Hartoh, Sneevliet. Pak Leimena kenal sama Sneevliet itu? Sneevliet itu elek-elek dia menulis satu buku tebal tentang Indonesia lho, Saudara-saudara. Kalau engkau masih suka, betul-betul suka membaca, mbok cari buku Sneevliet itu bibliotek museum. Sneevliet menulis buku perjuangan rakyat Indonesia, dan bagaimana seharusnya kita menghancur-leburkan imperialisme di Indonesia ini. Sneevliet itu orang Belanda. Barangkali Pak Leimena punya itu buku? Lho, pinjamkan!.

Aku punya buku sudah diserobot orang lain. Sneevliet. Aku dapat juga daripada guru sekolahku yang bernama Hertog. Belanda, tapi dia adalah sosialis, memberi tahu kepadaku sosialisme itu apa. Karena aku dapat banyak, banyak, banyak bahan, karena aku mendapat simfoni itu tadi lantas aku juga sebagai mahasiswa, wah, aku lantas gemar sekali belajar, gemar membaca. Sampai, boleh dikatakan, aku kadang-kadang meninggalkan pelajaran-pelajaran di sekolah untuk, waktunya aku pakai untuk, membaca buku-buku politik, yang tidak diajarkan di sekolah kepada saya.

Aku membaca sejarah dunia, aku membaca sejarah bangsa-bangsa, aku membaca kitab-kitab tentang gerakan kaum buruh, aku membaca tentang gerakan Islam. Sampai-sampai aku tahun yang lalu, tahun yang lalu, jadi 1965 ini, aku perintahkan untuk menyalin misalnya kitabnya Lothrop Stoddard, Lothrop Stoddrad, The New World of Islam. Sekarang sedang diterjemahkan. Tempo hari sudah sampai tercetak.

Jadi, aku ini gemar membaca, oleh karena aku anggap perlu untuk mengisi otakku, mengisi pikiranku, mengisi semangatku selebar-lebar mungkin. Jendela terbuka, ide-ide itu masuk di dalam ingatanku, pikiranku itu.

Ini aku ajarkan kepadamu. Jangan kamu itu ya mahasiswa, mahasiswa, mahasiswa, mahasiswa, tetapi cuma diam, tidak. Apalagi, nah ini, engkau ini berjuang di atas front dua macam, destructie, constructie, menjebol, membina. Dalam hal pembina ini, tidak bisa kita membina tanpa orang yang tahu, tidak bisa kita membina tanpa apa yang kukatakan, kader. Dengan gampangnya saja, sosialisme, Saudara-saudara, yang harus kita bina itu. Sosialisme itu, aku katakan berulang-ulang, tidak seperti air embun jatuh pada waktu malam, tes. Tidak. Sosialisme harus dibina, didirikan, diperjuangkan, dengan segala keuletan. Dan di dalam pembangunan pembinaan sosialisme itu, saya tidak cukup hanya dengan semangat. Bahkan sumber semangat sebetulnya haruslah pikiran. Sumber semangat adalah pengetahuan. Orang yang kurang pengetahuan, semangatnya ya semangat yang sekedar he put… mati lagi. Oo kobar-kobar… put… mati lagi. Tetapi semangat yang timbul daripada pengetahuan yang betul-betul lantas paku di otak.

Semangat yang demikian itu tidak bisa mati, Saudara-saudara. Semangat yang demikian itu adalah semangat sebagai yang dikatakan oleh Thomas Carlyle; orang bisa dikerangkeng, orangnya bisa dikerangkeng, dimasukkan kerangkeng, tetapi semangatnya keluar dari kerangkeng. Semangat yang demikian itu adalah apa yang dimaksud oleh Mahatma Gandhi, yang dia berkata, semangat yang bisa brake prisson wall, memecahkan tembok-temboknya penjara. Ia tidak bisa semangatnya dikurung. Semangat yang betul-betul sudah timbul daripada alam pikiran yang yakin, semangat yang demikian itu brake prisson wall, memecahkan tembok-temboknya penjara. Sebagaimana aku boleh memakai contohku, apa hasil Belanda memasukkan aku di dalam sel. Umpamanya aku mati di dalam sel, toh semangatku diambil oper oleh orang lain, diteruskan oleh orang lain.

Maka, Saudara-saudara, benar pula ucapan seorang pemimpin yang berkata idea have lage. Idea have lage, ide mempunyai kaki. Ide mempunyai kaki. Orangnya dimasukkan bui di dalam penjara, diikat, dikerangkeng, dirantai, tetapi dia punya ide berjalan terus. Idea have lage. Idea brake prisson wall. Nah, Saudara-saudara, karena itu maka aku anjurkan engkau membaca banyak, supaya semangat. Tapi semangat saja di dalam pembinaan sosialisme juga tidaklah cukup. Pengetahuan, bolak-baliknya itu. Pengetahuan membangunkan semangat. Semangat harus didasarkan atas pengetahuan. Pembinaan sosialisme harus dijalankan dengan semangat dan dengan pengetahuan. Karena itu di dalam pembinaan sosialisme diperlukan lebih daripada pembinaan lain-lain, kader, kader, kader. Dan engkau pemuda-pemuda, mahasiswa-mahasiswa, kita harapkan menjadi kader di dalam dua front ini; kader di dalam desctructie, menghantam, hancur leburkan kepada imperialisme, kapitalisme, feodalisme, dan lain-lain, kader di dalam constructie, membangun masyarakat baru. Karena cita-cita kita tentang masyarakat baru itu cita-cita tinggi, bukan sebagai cita-cita yang dikemukakan, katakanlah Mahatma Gandhi.

Gandhi itu sebetulnya, Saudara-saudara, orang pemimpin besar sekali, tetapi dia punya cita-cita lain daripada kita. Gandhi tidak mempunyai cita-cita politik. Sebab, aku tanya sama Gandhi, Gandhi atau Mahatma, Mahatmadji, dji itu yaitu ucapan tambahan menggambarkan kecintaan: Mahatmadji, apakah cita-cita politik kita? Mustinya Gandhi menjawab, India lepas sama sekali daripada Inggris. India disusun sebagai republik. En toh barangkali dia senang kepada monarki. Atau kalau republik, apakah republik federal, ataukah republik unitaristis. Gandhi tidak pernah menjawab pertanyaan ini. Tidak pernah. Saya belum pernah menjumpai satu kalimat yang Gandhi ini nyata republiken, atau Gandhi ini nyata India merdeka penuh lepas daripada Inggris, India federalistis atau India unitaristis. Tidak. Gandhi paling-paling berkata home rule, home rule. Home rule itu artinya pemerintah sendiri, self government. Yang self government itu apa? Apakah bebas 100% daripada dominition imperialisme. Ataukah ya masih terkungkung di dalam ikatan daripada imperialisme itu? Gandhi tidak pernah. Dia selalu self government, seft government, home rule, home rule. Dus Gandhi sebenarnya tidak mempunyai cita-cita politik.

Kita sebenarnya telah mempunyai cita-cita politik: Indonesia bebas merdeka, 100% merdeka daripada imperialisme. Indonesia Republik. Tidak raja-rajaan. Indonesia sama dengan unitaristis, Republik Kesatuan. Bukan Republik Federal. Jelas kita punya cita-cita. Di kalangan pemimpin-pemimpin kita sekarang ini sebetulnya ya, Saudara-saudara, ada yang federalis. Ya asal tahu saja. Kita tidak!, unitaris, tidak federal-federalan.

Gandhi mempunyai cita-cita sosial. Tetapi cita-cita sosialnya lain lagi daripada cita-cita sosial kita. Sosial itu dari perkataan societas. Societas artinya masyarakat. Cita-cita sosial adalah cita-cita mengenai susunan masyarakat. Bagaimana masyarakat ini susunannya? Ada exploitation de l’homme par l’homme apa tidak? Ada sistem penghisapan oleh gerombolan manusia pada manusia lain apa tidak? Apakah cita-citanya itu adalah yaitu sama rasa sama rata tiap-tiap manusia?. Itu adalah cita-cita sosial.

Aku berkata, Gandhi mempunyai cita-cita sosial, tapi lain lagi dari kita. Coba kau baca tulisan Gandhi,Are you not tired sending there? Please take a chair. Hh, take a chair, please. Ada kursi? Ha. Where are you come? Ha! Australia. Kadang-kadang kalau bicara sama Australia itu susah. Artinya begini, kita bilang Austrélier. Kalau orang Australia tulen bilang Austrélier. I come, I come here today. What you say, todeé or today.

Nah, Gandhi mempunyai cita-cita sosial. Tetapi cita-cita sosial yang kolot sekali. Cita-cita sosial yang retrogesif. Baca dia punya kitab. Kitab yang termasyur. Misalnya dia punya kitab My Autobiography. Itu Gandhi, dia menerangkan, dia punya cita-cita sosial, yaitu masyarakat supaya sederhana, sederhana. Tiap-tiap orang mempunyai rumah sendiri. Tiap-tiap orang menenun sendiri ia punya bahan pakaian. Tiap-tiap orang mempunyai, ia punya sapi sendiri untuk ambil susu. Gandhi paling benci sama mesin-mesin. Bahkan benci sama pabrik-pabrik. Gandhi berkata, kalau dia dengar kapal udara itu, dia punya jiwa seperti waduh, tidak bisa tidur dia, tidak senang. Malahan dia berkata, pabrik-pabrik, mesin-mesin, di dalam dia punya buku lho, ditulisnya this all devil work. All devil work, semua bikinan setan: pabrik-pabrik, mesin-mesin. Dia bilang tentrem, adem, tentrem. Kalau Pak Mardanus di dalam pedalangan bilangnya, adem tentrem kadio siniram banyu waju sewindu lawase. Dingin adem tentrem seperti disiram air waju, air yang sudah lama dalam gentong, air disimpan di dalam gentong satu windu lamanya, delapan tahun. Nah, itu air itu sejuk sekali. Nah, kalau disiramkan di atas dirimu, sejuk sekali, adem tentrem kadio siniram banyu waju sewindu lawase.

Kita punya cita-cita sosial lain daripada itu. Kita malahan menghendaki supaya Indonesia ini mempunyai kapal udara yang banyak, kapal udara untuk rakyat. Mempunyai jalan aspal yang banyak, jalan aspal untuk rakyat. Mempunyai kereta api yang banyak, kereta api untuk rakyat. Pabrik-pabrik yang hebat yang membuat segala apa yang kita perlukan, untuk rakyat. Itu kita punya cita-cita sosial, modern. Bukan cita-cita kolot seperti Gandhi.

Nah, untuk mengadakan masyarakat yang banyak pabriknya, again, lagi, pabrik untuk rakyat lho, bukan pabrik untuk kapitalisme. Mesin adalah memang jahat kalau digunakan untuk bikin gendutnya kantong kapitalis saja. Tapi mesin adalah satu rahmat, nikmat dari Tuhan, kalau dipergunakan untuk kepentingan rakyat. Membuat tekstil misalnya, Saudara-saudara, untuk rakyat. Nah, itu mesin lantas menjadi satu. Wah, nikmat, rahmat. Jangan kita sebagai Gandhi. Kita memerlukan tekstil, nah sudahlah, tiap orang harus ada mesin pintal di rumah. Tanam kapas sendiri, petik kapasnya, giling kapasnya dengan mesin pintal itu menjadi tali dan benang. Kemudian tenun, jeglek, jeglek, jeglek, jeglek. Wah, itu bukan cita-cita kita.

Kita punya cita-cita ialah bahwa kita itu mempunyai pabrik-pabrik tekstil yang besar, yang hasilnya tekstil jutaan meter untuk rakyat, untuk kepentingan rakyat seluruhnya. Bukan untuk membikin gendutnya sang kapitalis tekstil saja.

Kita menghendaki, kita pergi ke Bogor, kemana-mana naik auto. Kalau Gandhi tidak. Naik gerobak, teklik, teklik, teklik, naik gerobak.

Kita menghendaki kapal udara untuk rakyat. Dus cita-cita sosial kita tinggi. Dan ingin yang aku mau peringatkan kepadamu, penyelenggaraan daripada cita-cita sosial yang tinggi itu tidak bisa, tidak mungkin tanpa kader. Kader perlu sekali. Kita menghendaki air sungai kita semuanya menjadi air irigasi, untuk memberi kesuburan kepada tanah kita yang sudah subur. Tapi untuk mengadakan irigasi, Saudara-saudara, perlu insinyur-insinyur irigasi, perlu arsitek-arsitek irigasi.

Kader untuk membikin tekstil, seperti tadi itu, kader. Untuk membikin jalan-jalan aspal yang beribu-ribu kilometer, kader. Masak, Saudara-saudara, saya datang di lain negeri, misalnya Afghanistan, negeri kecil Afghanistan itu, aduh saya melongo. Afghanistan itu satu negeri ya, tapi negeri seperti terbelah dua. Sini satu bagian, sini pegunungan, sini bagian nomor dua. Jadi, dua bagian yang terpisah satu sama lain oleh gunung. Hh, coba, hampir-hampir seperti kita terpisah, mana ada gunung yang memisah. Afghanistan, Saudara-saudara, berkata, tidak jadi apa. Kita bikin tunnel menembus gunung itu. Tunnel berkilo-kilo meter. Biar ada gunung, …

Kader untuk membuat hal yang demikian itu. Kan aku sering berkata, jadilah kader, karena kader mutlak perlu. Jangan seperti dulu. Mula-mula, di dalam revolusi Soviet. Mula-mula, pemimpin-pemimpin Soviet, mula-mula mengira, oo untuk membangun sosialisme kita perlu banyak mesin, banyak lokomotif, banyak pabrik, dan perkara uang untuk membeli itu bukan soal. Kita beli saja lokomotif sebanyak-banyaknya di Jerman. Sebab, kata pemimpin Soviet itu, yang saya baca dalam salinan bahasa Inggris, machines devide everything. Machines devide everything, mesinlah yang menentukan segala hal. Tapi apa jadinya? Saudara-saudara, sekadar hanya ada mesin saja, sosialisme tidak bisa terbina, bahkan mesin-mesin itu banyak menjadi rusak dan bobrok.

Sama saja dengan kita, Saudara-saudara, kita beli traktor banyak-banyak. Dari mana Pak Leimena? Ha? Cekoslovakia. Ha, traktornya itu banyak yang terlantar, banyak yang rusak. Karena apa? Kekurangan kader dan kekurangan kemauan untuk menggerakkan traktor-traktor.

Karena itu Soviet Uni, sesudah pengalaman yang pahit dengan mesin-mesin ini saja, lantas sadar, nomor satu penting, kader!. Kemudian diadakan slogan baru untuk, terutama sekali, gerakan pemuda. Gerakan pemuda yang di Soviet dinamakan Komsomol. Pernah dengar itu? Komsomol. Wanitanya, Komsomolka. Slogan yang dulu berbunyi, machines devide everything diganti dengan kader devide everything. Kaderlah yang menentukan segala hal. Kalau ada kader, lho mbok mesinnya itu sudah bobrok, sekrupnya sudah dol semua, bisa sang kader membuat sekrup baru, jalan.

Nah, kader devide everything.
Karena itu aku mengharap kepadamu untuk menjadi kader. Belajar, membaca sebanyaknya. Belajar dengan tekun menjadi mahasiswa untuk menjadi kader, kader daripada revolusi kita.

Saya tahu kamu orang banyak yang tidak bisa masuk kuliah karena, ada hal-hal, tidak boleh, tidak boleh, GMNI tidak boleh kuliah.

Nah, ketawa itu. Ya apa tidak?
Asal tahu aja.
Ini memang yang menghalangi kamu masuk universitas ini, menghalang-halangi kamu berkuliah ini, mereka itu semuanya, semuanya ngladrah. Iha, itu yang ngladrah itu, artinya sudah tidak benar mereka punya pikiran. Bagaimana mau membentuk satu negara, bagaimana mau membentuk satu masyarakat sosialis tanpa kader, tanpa pemuda-pemudi masuk kuliah. Hh, mereka itu ngladrah. Apa bahasa Indonesia ngladrah? Ha, tidak benar itu lho.
Ha, Bu Hardi, apa ngladrah itu?
Tidak beres. Ngawur.
Tapi toh aku minta kepadamu, tekun engkau cari pengetahuan. Sebagaimana bapak-bapak Saudara telah berbuat, dengan diriku sendiri, dulu itu cari pengetahuan. Bisa di sekolahku, ya disekolahku, tidak bisa, aku cari sendiri, agar supaya kita bisa menjadi kader daripada revolusi ini.

Memang revolusi itu ya tentu, sebagai Saudara-saudara kemarin kuterangkan panjang lebar, kalau revolusi benar-benar revolusi, dan bukan sekadar insurectie. Ada beda antara revolusi dengan insurectie. Revolution and insurection. Insurection itu apa? Ya, sekadar ada semacam pemberontakan bersenjata daripada suatu golongan. Angkat senjata mengadakan pemberontakan dengan senjata, itu adalah insurectie. Kalau golongan yang kecil-kecilan itu namanya coup. Coup de ta. Coup de ta itu bukan revolusi. Insurectie bukan revolusi. Itu gendeng-gendengan.

Revolusi sejati ialah sebagai kukatakan tadi, suatu proses, satu proses masyarakat yang berisikan, berintikan penjebolan dan penanaman, satu proses masyarakat untuk membongkar sistem masyarakat itu sampai ke akar-akarnya. Sistem masyarakat, sistemnya, Saudara-saudara.

Karena itu aku selalu berkata, orde, dalam pengertianku, orde itu adalah satu social political system. Itu orde. Ada orde kapitalis. Ada orde feodalis. Itu orde. Nah, ini revolusi adalah satu proses masyarakat untuk mengubah sama sekali social political system yang berjalan di masyarakat itu. Bukan sekadar mengubah mental thinking, neen, neen, neen. Social political system, susunan masyarakat, susunan politik masyarakat. Masyarakat. Susunan ini harus kita ubah. Sebagai kukatakan tadi, ada orde kapitalis, ada orde sosialis. Nah, kita berjuang untuk orde sosialis ini. Dan jikalau kita membongkar orde kapitalis untuk menjadi orde sosialis, itulah revolusi.

Revolusi menurut ucapan yang aku citeer dalam pidatoku Indonesia Mengugat. He pemuda-pemudi baca-o, baca-o, baca, baca Indonesia Mengugat. Baca Sarinah. Hh, mahasiswa-mahasiswi baca Di Bawah Bendera Revolusi dan lain-lain. di situ aku citeer ucapan seorang profesor, Blunschli. Kamu di dalam kuliah barangkali pernah mendengar nama Prof Dr Blunschli, yang dia berkata, revolution ist apa? Eine Ungestaltung von Grund aus, revolusi adalah satu perubahan. Ungestaltung, bukan supervisel, bukan di kulit, tetapi von Grund aus. Eine Ungestaltung von Grund aus.

Nah, jikalau engkau tidak mengadakan Ungestaltung von Grund aus, engkau bukan revolusioner. Revolution ist eine, Revolution ist eine Ungestaltung von Grund aus. Dan kita ini revolusioner, oleh karena kita mau mengadakan social political system yang imperialistis, yang feodalistis, yang kapitalistis. Yang tidak sosialistis menjadi satu social political system yang sosialistis. Itu sebabnya kita ini bernama revolusioner dan menamakan diri kita revolusioner, dan hanya jikalau mengejar political system yang sosialistis itu, baru kita mempunyai hak untuk berkata, kita ini progresif revolusioner.

Yang tidak menghendaki satu social political system sosialistis, yang tidak menghendaki hancurnya kapitalisme dari luar maupun kapitalisme di dalam negeri sendiri, yang tidak menghendaki hancur-leburnya kapitalisme luar dan dalam itu, yang tidak menuju kepada sosialisme itu, dia tidak mempunyai hak untuk berkata bahwa dia adalah progresif. Perkataan progresif itu kan sekarang dikecapkan.

Semua orang berkata progresif revolusioner, progresif revolusioner, progresif revolusioner. Tanpa sebetulnya mengetahui apa arti perkataan progresif revolusioner. Kita menamakan diri progresif revolusioner oleh karena kita anti kapitalisme, anti imperialisme, anti feodalisme, pro sosialisme, mati-matian berjuang untuk sosialisme. Itulah sebabnya kita namakan diri kita progresif.

Siapa yang menentang datangnya sosialisme, menghalang-halangi datangnya sosialisme, oo lha mbok dia itu lari-lari tiap hari dengan bom dan dinamit, dia tidak progresif. Malahan aku berkata, dia itu sebetulnya retrogresif.

Progresif adalah yang menurut progresnya masyarakat. Retrogresif yaitu yang menentang, bahkan beraliran anti daripada aliran masyarakat ini.

Jadi kalau kau betul-betul progresif revolusioner, engkau harus diehartenieren engkau punya pikiran, engkau punya hati, engkau punya rambut, engkau punya urat syaraf, semuanya sosialistis. Kalau engkau tidak sosialistis sampai engkau punya pucuk rambut, sampai engkau punya pucuk urat syaraf, engkau tidak progresif. Apakah ada di kalanganmu yang tidak demikian, artinya revolusioner, revolusioner, tetapi tidak berjuang untuk datangnya sosialisme? menurut pengetahuan saya, GMNI berdiri di atas dasar ini; menjalankan revolusi, membantu kepada revolusi, riilnya revolusi yang benar, yaitu di atas riil Ampera.

Aku tadi berkata bahwa perkataan Ampera itu, ciptaan perkataannya lho, the word itself, the word Ampera itself, ciptaanku bersama-sama dengan Pak Karni. Aku menyaksikan lahirnya, bukan the word sekarang ini, lahirnya penderitaan rakyat untuk, untuk, untuk ini. Sebab aku ini dari umur 16 tahun, kataku tadi, telah berkecimpung di kalangan pergerakan. Mula gerakan pemuda, Trikoro Dharmo, Jong Java, kemudian dijadikan Jong Indonesia bersama-sama dengan pemuda-pemuda lain. dan aku menyaksikan dan ikut-ikut pertumbuhan daripada gerakan itu.

Dulu tatkala aku umur 16 tahun, aku hanya mendengar dan mempelajari gerakan tahun 1908, yaitu Pak Soedirohoesodo. Soedirohoesodo, tahun 1908, mengadakan pergerakan, gerakan, rintis, rintisan, perintis daripada gerakan nasional kita. Soedirohoesodo punya pergerakan belum nasional. Kalau nasional itu sudah meliputi seluruh natie, itu asal perkataan nasional. Soedirohoesodo tidak. Gerakannya boleh dikatakan gerakan kejawaan. Aku menyaksikan.

Kemudian waktu itu aku belum menyaksikan oleh karena aku ya, baru umur 7 tahun. Tidak tahu bagaimana. Kau umur berapa? Setidak-tidaknya bukan 7 tahun. Saya umur 7 tahun, belum mengerti apa-apa? Tapi pada waktu aku masuk rumah Tjokroaminoto, aku sudah berumur 16 tahun, aku sudah tahu gerakan kaum 1908 dari Pak Soedirohoesodo. Dan aku menyaksikan satu pertumbuhan baru daripada gerakan ini. Dulu gerakan Pak Soedirohoesodo, kecuali kejawaan, hanya dijalankan kaum terpelajar. Satu gerakan daripada kaum inteligensia, kaum terpelajar, yang dulu itu dinamakan ndoro, ndoro, dokter. Dokternya pun dokter Jawa, yaitu belum dokter seperti keluaran sekarang, tidak. Dokter Jawa. Pak Soedirohoesodo sendiri ialah dokter Jawa. Gerakan kanjeng bupati, anggota daripada Budi Utomo. Ada bupati yang anggota Budi Utomo. Bupati mana Pak Mardanus? Hayo, hh? Bupati Karanganyar, anggota Budi Utomo. Gerakan daripada ndoro-ndoro.

Tapi waktu aku masuk rumahnya Tjokroaminoto, aku menyaksikan satu fase baru. Bahwa bukan lagi itu ndoro-ndoro, kaum terpelajar, tapi gerakan rakyat, rakyat jelata, yaitu Sarikat Islam. Sarikat Islam adalah gerakan pertama yang bersifat gerakan rakyat. Ya dasarnya lain daripada kita. Dasarnya dulu itu yaitu mula-mula Sarikat Dagang Islam, hanya terdiri daripada pedagang-pedagang Islam saja. Kemudian bertumbuh menjadi gerakan rakyat dengan tujuan Islam. Itu aku saksikan. Malah aku baca, Tjokroaminoto itu saking pengikutnya bukan puluhan, bukan ratusan, bukan ribuan, tapi jutaan, Tjokroaminoto dinamakan di surat kabar Belanda de ongekroonde Koning van Java. De ongekroonde Koning van Java, raja daripada tanah Jawa yang tidak bermahkota, saking banyak pengikut. Hanya, hanya bedanya dengan kita ialah bahwa gerakan rakyat Tjokroaminoto itu berdiri di atas asas yang salah; untuk tanggapan saja. Yaitu dengan gerakan rakyat ini Sarikat Islam Pak Tjokro selalu mencari kerjasama dengan pemerintah Hindia Belanda, kerjasama. Yang belakangan menjadi perkataan kooperasi.

Sedang kita waktu itu pemuda, belakangan, pemuda ini sadar, tidak bisa, tidak bisa kita mengadakan perbaikan hanya degan kooperasi. Benar kita harus mengadakan massa aksi ini bukan lagi harus meminta, bukan lagi harus kerjasama dengan pihak Belanda, tapi harus menentang, bertempur di dalam arti yang luas terhadap kolonial Belanda. Perbedaan.

Nah, itu Saudara-saudara, saya formuleer di dalam tahun 1925-an. Sesudah aku bersama-sama dengan pemuda lain mengadakan Indonesia Muda, aku formuleer dengan perkataan pertentangan kebutuhan membuat kita harus bertentangan di dalam kita punya perjuangan.

Tidak bisa kok kita dengan pertentangan kebutuhan ini berdiri di satu platform kerjasama dengan pihak Belanda. Pertentangan kebutuhan. Kita mau merdeka, situ mau meneruskan kolonialisme. Kita mau hidup cukup, situ mau menghisap kita. Kita mau anak-anak kita semuanya masuk sekolah, situ mau memberi sekolah hanya kepada anak-anak orang dari golongan atas. Kita mau mengadakan satu sistem perwakilan, situ mau mengadakan sistem yang hanya terdiri daripada orang-orang terkemuka saja.

Pendek, selalu pertentangan kebutuhan. Dan di dalam seluruh sejarah dunia, Saudara-saudara, seluruh sejarah dunia adalah satu cerita daripada pertentangan kebutuhan. Seluruh sejarah dunia. Di dalam tiap golongan, tiap-tiap bangsa, umat manusia itu selalu ada dua golongan yang bertentangan kebutuhan.

Nah, maka oleh karena itu, Saudara-saudara, kita harus sadar bahwa kita ini bertentangan kebutuhan dengan, apalagi sekarang lho, dengan sistem yang kita menjebol luar-dalam, maupun di dalam hal lain-lain banyak pertentangan kebutuhan. Nah, kita harus sadar pertentangan kebutuhan. Berjuang terus. Kita harus berjuang menghancur-leburkan golongan yang mau mempertahankan dirinya terhadap kita punya penjebolan itu. [*]

Artikel Terkait
PIDATO SOEKARNO : LAHIRNYA PANCASILA 1/4
PIDATO SOEKARNO : LAHIRNYA PANCASILA 2/4
PIDATO SOEKARNO : LAHIRNYA PANCASILA 3/4
PIDATO SOEKARNO : LAHIRNYA PANCASILA 4/4
Selengkapnya...