Neng kene ora nana maling sing doyan nyolong, anane wong sing uripe ayem tentrem. Pegaweane mung madhang ngising turu kaya lampu, asal bisa nggo urip ngesuk ya wis alhamdulillah. Ora padha serik maring tanggane, malahane padha guyub rukun mbangun silaturahmi. Urip neng dunya kuwe mung sedhela, ayo-ayo padha tulung tinulung ben kabeh padha bungah.

26 April 2009

Singkatan dan Akronim

"Anak-anak, pelajaran Bahasa Indonesia kali ini adalah Akronim dan Singkatan", begitu kata Bu Guru SMP favoritku yang cantik jelita. "Nah sekarang coba kalian cari sebuah contoh dari singkatan!" teriaknya lembut dan menjiwai. Kemudian anak-anak SMP yang culun tapi lagaknya kayak sudah gede aja itu mulai saling menjawab bersahut-sahutan. Macem-macem mulai dari BH, WC, TKW sampai dengan WTS disebutin. Ibu guru cantik itupun berkata dengan gemulai, "Bagus anak-anak, terutama anak ganteng yang duduk didepan Bu Guru ini sembil mencolek pipiku (Aah.. nikmatnya, fantasi liar remaja yang memasuki masa puber ini).

Nah sekarang Ibu mau tanya, apakah Kupu-Kupu Malam itu juga merupakan singkatan??" Aku pun dengan penuh percaya diri menjawab, "Iya Bu Guru" sambil mataku tak lepas dari rentetan kancing baju Bu Guru, siapa tau dapet rejeki nomplok. Namun apa yang terjadi, sontak Bu Guru menoyor kepalaku sambil berucap, "Goblog kok dipiara makanya otakmu itu jangan diisi gambar bokep mulu, kalo Kupu-Kupu Malam itu cuma sebuah ungkapan buat para penjaja kenikmatan di waktu malam". Anak-anak yang tadinya cekikikan langsung diam seperti tersihir oleh ucapan Bu Guru sambil membayangkan yang indah-indah.

"Sekarang sekali lagi, tapi kamu gak usah menjawab" kata Bu Guru sambil menatapku tajam, "Apakah sekwilda juga merupakan singkatan???" Para murid serentak mengiyakan pertanyaan Bu Guru dan beliau pun merasa senang karena jawaban murid-muridnya salah sehingga dia dapat sedikit menyombongkan diri. "Salah anak-anak, sekwilda itu merupakan akronim, dan akronim itu merupakan sebuah singkatan yang dapat dibaca menjadi sebuah kata sendiri. Nah sekarang kamu Kris apa kepanjangan dari sekwilda?" Aku mesam-mesem sambil berkata, "Ah ibu yang bener aja, masa saya harus ngomong kayak gituan di depan temen-temen cewek, saya kan malu Bu." Bu Guru melotot makin manis, "Kenapa harus malu?? Ayo cepet dasar bego kalo gak tau bilang aja, jangan banyak alesan." Terpaksa akupun menjawab, "sekitar wilayah dada, Bu." Bu Guru yang gemas itu langsung diam dan menyuruh murid yang lain agar gak usah mendengarkan jawabanku dan tidak membahasnya lebih lanjut.

Nah anak-anak, kalian sudah membuat sendiri contoh dari Singkatan dan Akronim. Singkatan merupakan bentuk pendek dari sebuah kata atau istilah yang panjang untuk memudahkan kita mengingat dan menyebutkannya, sedangkan Akronim merupakan singkatan yang bisa dibaca sebagai sebuah kata sendiri sehingga lebih mudah lagi untuk diucapkan maupun dihapalkan. Memang membingungkan kalo harus memahami artinya tapi kalo kita pahami contohnya akan lebih mudah. Misalnya Badan Pemeriksa Keuangan, dulu sering dibuat Akronim sebagai BEPEKA dan sekarang lebih dikenal dengan Singkatan BPK. Coba kalian bandingkan, enak mana mengucapkan BPK dibanding Bepeka?? Sama aja yah pengucapannya?? Hihihi (ih bu guru, cantik-cantik ketawanya kayak kuntilanak).

OK, sekarang saya buat lagi sebuah contoh yang lebih memudahkan karena pengucapannya yang berbeda. Sekarang siapa yang tidak kenal SUSILO BAMBANG YUDHOYONO?? siapa yang kemarin milih partainya SUSULO BAMBANG YUDHOYONO?? siapa yang ngefans sama SUSILO BAMBANG YUDHOYONO dan ikut SBY fans club?? Nah anak-anak, SBY merupakan sebuah singkatan yang diharapkan akan memudahkan para pendukungnya untuk menyebut dan mengelu-elukan namanya yang cukup panjang dan pasaran. Coba kalo di panggilnya "Susilo" hmmm... gak menjual, apalagi "Bambang" dijamin bakal di olok-olok habis sama grup srimulat yang udah lebih dulu mempopulerkan nama Bambang.

Tapi sebenernya bisa juga SUSILO BAMBANG YUDHOYONO membuat sebuah akronim yang lebih simpel, enak diucap, gampang diinget, dan sudah akrab dengan telinga masyarakat indonesia khusunya jawa. Yah akronim itu adalah "SUBAGYO", coba deh kamu sebutin SBY dibanding SUBAGYO enak mana dengernya??? Anak-anak gak ada yang menjawab mereka malah asyik sendiri, ada yang main mobil-mobilan, maen suit ala cina (gunting, kertas, batu), muter-muter buku pake telunjuk, ngupil pake telunjuk, ada juga yang mengacungkan telunjuk tengahnya. Bu Guru yang gak ngrespon dengan kondisi muridnya langsung bersorak kegirangan seketika, "Wah keren banget contoh yang aku bikin, orisinil banget, gue banget wow". Bu Guru tercantik itupun melompat tanpa sadar sebagai pelampiasan kebanggaan atas keberhasilan (gak penting) yang telah berhasil dia temukan. Lalu seketika itu juga murid-murid cowok langsung mengheningkan cipta dan menundukan kepala sejenak sekedar ingin menguji keberuntungan mengagumi bendera Bu Guru yang berkibar diatas lututnya.

Demikianlah cerita seru ABG gak tau malu pada siang bolong di sebuah SMP yang terletak jauh di pedalaman pulau jawa. Semoga hikmah yang terkandung dalam kisah ini dapat dipetik manfaatnya dan berguna bagi kemaslahatan umat. Amiin...

3 komentar:

rudwon situmorang mengatakan...

Siapa sih bu guru cantik itu
Bolehkah daku berkenalan
Kalo mau jadi istri mudaku
kata ahmad dhani KAWIN 3

soerip mengatakan...

keduax..
Makin kreatif aja nih si garong!

DwiCemutz mengatakan...

@rudwon: Eits.. jangan macem2 ma bu guru cantiku.
@soerip: Wah makasih sahabat, jadi memicu adrenalin nih.

Posting Komentar