Sering banget aku denger keluhan dari temen-temenku tentang betapa menderitanya dia, betapa susah hidupnya, betapa tidak adilnya tuhan, dll. Sikap putus asa seperti ini membuatku menjadi berpikir, apakah benar dunia ini tidak adil buat sahabatku itu yang notabene adalah para PNS dengan penghasilan yang sangat mencukupi.
Akupun terhenyak dengan statement kawan wanita yang tega meninggalkan keluarga kecilnya hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang sebenernya sudah cukup. Padahal kita semua tahu kalo nasib suatu bangsa terletak pada kemampuan para ibu dalam membesarkan anak-anaknya. Pantes aja Indonesia gak maju-maju lha wong ibu-ibunya pada sibuk cari duit "yang katanya" buat anaknya itu. Tapi aku tetep yakin kalo itu cuma buat kebahagian dia sendiri, persetan dengan anak-anaknya mau gimana.
Sebagai bukti yah, ketika waktu itu aku tanya berapa penghasilan suami kawan wanitaku kok sampai dia sendiri harus turun tangan mencari nafkah yang sebenernya tugas suami itu. Dan jawabannya cukup mencengangkan, "kira-kira 10 juta-an lah". Wooww.....!!!! Angka yang menakjubkan buatku yang hanyalah seorang PNS. Dan sejak saat itu setiap ada kawan wanita yang bilang dia harus kerja karena gaji suaminya tak cukup buat hidup langsung kutanya, "Berapa penghasilan suamimu???". Memang jawabannya beragam, tapi karena aku tidak tinggal di lingkungan rakyat miskin yah jawabannya berkisar antara 3 juta-an keatas dan sampai saat ini yang paling tinggi 20 juta-an. Silakan kamu bikin kesimpulan sendiri apakah bener gaji segitu masih belum bisa untuk menghidupi sebuah keluarga??
Itulah manusia, tidak pernah puas dan cenderung rakus tanpa melihat kebahagiaan sesungguhnya, jika kamu melihat foto di bawah maka kamu akan sadar betapa beruntungnya kita. Betapa besar nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada hambanya ini namun seringkali tidak kita sadari, bahkan ketika sholat sekalipun kita tidak ingat bahwa Allah telah memberikan suatu kenikmatan yang maha dahsyat yaitu "hidup".
Senen, 9 Juli 2007 Peng Shu Lin mencoba untuk berjalan lagi dengan panduan seorang dokter. Dengan hanya memiliki separo tubuhnya dia tidak sedikitpun putus asa untuk mencoba melangkahi dunia dengan kaki-kaki robotnya. Miris sekali jika melihat kakinya, namun begitu melihat gurat optimis di raut mukanya hati ini menjadi merasa kerdil. Sangat mengagumkan buah dari kerja keras seorang Peng Shu Lin yang terus menjalani hidup dengan segala keterbatasannya. Ketika tubuhnya terpotong dua gara-gara ketabrak lori, untung ditolong yuli (halah, malah jadi nyanyi Ost. Tuyul dan Mbak Yul). Sori oot,... iya mas dan mba, tubuh Peng Shu Lin terpotong dua karena tertabrak lori di tahun 1995. Saat itu tidak ada seorangpun termasuk tim dokter yang menyangka Peng Shu Lin bisa bertahan. Dengan tim dokter yang berjumlah lebih dari 20 orang nyawa Peng berhasil diselawatkan, namun sayang kakinya hanya tersisa 78 cm. Alhamdulillah kita tidak harus mengalami apa yang dialami Peng Shu Lin, tapi setidaknya kita bisa belajar dari apa yang dialami Peng SHu Lin....



0 komentar:
Posting Komentar