Neng kene ora nana maling sing doyan nyolong, anane wong sing uripe ayem tentrem. Pegaweane mung madhang ngising turu kaya lampu, asal bisa nggo urip ngesuk ya wis alhamdulillah. Ora padha serik maring tanggane, malahane padha guyub rukun mbangun silaturahmi. Urip neng dunya kuwe mung sedhela, ayo-ayo padha tulung tinulung ben kabeh padha bungah.

28 April 2009

Dialog Imajiner

Kartini mengeluh betapa ia tak dapat memahami Alquran karena pada masanya, kitab suci itu dianggap terlalu suci untuk diterjemah ke bahasa Jawa. Selain itu, dalam sebuah dialog dengan seorang kiai, Kartini jelas mengajukan pertanyaan kritis. Misalnya tentang apa hukumnya bagi kiai yang enggan membagi ilmunya kepada perempuan yang dahaga pengetahuan seperti dirinya.
di kutip dari situs Jaringan Islam Liberal, klik disini untuk melihat artikel selengkapnya


Perlu ditelisik lebih lanjut, dengan judul yang menggunakan kata "dialog imajiner" maka bisa dipastikan kejadian ini merupakan rekayasa dan angan-angan. Namun ada sisi menarik bahwa artikel itu merujuk pada suatu kondisi percakapan mengenai sebuah ideologi yang absah. Tetapi kali ini saya tidak ingin mengomentari lebih lanjut mengenai keaslian kata-kata diatas, pun tidak memandang kartini sebagai subjek yang perlu di judge dan di pergunjingkan. Lagipula saat ini moment untuk mengangkat KARTINI sebagai topik posting blog sudah hampir kadaluwarsa karena bulan April sekejap lagi akan berlalu.

Jika Anda sudah selesai membaca artikel diatas, mungkin Anda sekalian mulai bisa menebak arah pembicaraan itu. Sebenarnya saya sendiri takut membaca tulisan yang membahayakan pemikiran kaum muslim ini. Tapi terkadang ada keinginan untuk meluruskan pemikiran-pemikiran yang salah itu sendiri. Namun saya menyadari bahwasanya kemampuan agama saya masih sangat dangkal sehingga jika saya mencoba untuk mengkritisi suatu masalah keagamaan dengan hanya berdasarkan akal dan perasaan dikhawatirkan akan terjerumus dalam keadaan tidak independen. Ketidak independenan itu kemungkinan besar terjadi karena salah tafsir atau dari perasaan saya sendiri yang menginginkan seperti itu sehingga menguntungkan saya sendiri. Dalam suatu kasus lain sebagai contoh, mengenai harta waris bagi laki-laki yang mendapat 2 bagian. Jika perempuan yang mengkaji tanpa ilmu, tentu saja hal ini dianggap tidak adil dan diskriminatif serta melecehkan perempuan. Namun dari pandangan seorang laki-laki tentu saja ini merupakan keadilan yang hakiki sesuai dengan alasannya yang cenderung membela diri sendiri. Baik laki-laki maupun perempuan akan selalu mencoba memutuskan suatu masalah dengan berdasar pada manfaat atau keuntungan yang dia dapat. Dalam hal tadi, 2 bagian harta waris untuk anak laki-laki adalah yang mutlak dan paling benar secara agama. Disinilah kunci dari kejernihan hati dan iman untuk mempercayai apapun kebenaran yang dibawa oleh Muhammad SAW.

Iya benar sekali, Al Quran diturunkan bagi seluruh umat manusia untuk menjadi jalan tengah atas masalah-masalah yang berkecenderungan terjadi konflik. Oh ya kalau kalian masih percaya bahwa arti keadilan adalah sama rasa sama rata tentunya kalian tidak akan terima dengan sistem pajak kaum sekular yang mengenakan tarif progresif bagi warga negaranya yang lebih kaya.

Nah sekarang saya mau mengomentari lebih lanjut tentang mengapa Al Quran tidak diterjemahkan dalam Bahasa Jawa pada artikel dialog imajiner itu. Dia menyoroti dengan pertanyaan "Apakah terlalu suci?" Wah kalo menurutku Al Quran memang terlalu suci, paling suci, dan sesuci-sucinya kitabullah. Trus lanjut dengan keinginannya memahami Al Quran, ya tentu saja setiap umat islam harus berusaha memahami Al Quran. Namun perlu dipertimbangkan untuk menghindari resiko salah tafsir seseorang sehingga kita akan menjadi taklid terhadap suatu pemahaman dari orang yang kebetulan saat itu menerjemahkan Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Pernahkan kalian mempelajari permainan komunikasi dengan cara beberapa orang berbaris dan saling membisiki dengan sebuah kalimat dan setelah sampai orang terakhir kalimat tersebut akan melenceng jauh dari kalimat awal? Ya seperti itulah efek negatif dari usaha menterjemahkan Al Quran tanpa kita mempertahankan yang asli. Akan lebih baik jika kita mencoba mempelajari Bahasa Al Quran daripada kita memaksa AL Quran diubah sesuai bahasa kita. Dalam Bahasa Indonesia sendiri kita tau ada kata-kata homonim, homofon, dll. Begitu juga ada kalimat ambigu berdasarkan persepsi seseorang. Nah dengan begitu sudah selayaknya dalam mempelajari Al Quran, kita merujuk pada dokumen otentik serta mengetahui latar belakang diturunkannya sebuah ayat dalam Al Quran.

Akhir kata, semoga pikiran saya bermanfaat bagi para pembaca yang budiman ;) Amiin..
Selengkapnya...

26 April 2009

Singkatan dan Akronim

"Anak-anak, pelajaran Bahasa Indonesia kali ini adalah Akronim dan Singkatan", begitu kata Bu Guru SMP favoritku yang cantik jelita. "Nah sekarang coba kalian cari sebuah contoh dari singkatan!" teriaknya lembut dan menjiwai. Kemudian anak-anak SMP yang culun tapi lagaknya kayak sudah gede aja itu mulai saling menjawab bersahut-sahutan. Macem-macem mulai dari BH, WC, TKW sampai dengan WTS disebutin. Ibu guru cantik itupun berkata dengan gemulai, "Bagus anak-anak, terutama anak ganteng yang duduk didepan Bu Guru ini sembil mencolek pipiku (Aah.. nikmatnya, fantasi liar remaja yang memasuki masa puber ini).

Nah sekarang Ibu mau tanya, apakah Kupu-Kupu Malam itu juga merupakan singkatan??" Aku pun dengan penuh percaya diri menjawab, "Iya Bu Guru" sambil mataku tak lepas dari rentetan kancing baju Bu Guru, siapa tau dapet rejeki nomplok. Namun apa yang terjadi, sontak Bu Guru menoyor kepalaku sambil berucap, "Goblog kok dipiara makanya otakmu itu jangan diisi gambar bokep mulu, kalo Kupu-Kupu Malam itu cuma sebuah ungkapan buat para penjaja kenikmatan di waktu malam". Anak-anak yang tadinya cekikikan langsung diam seperti tersihir oleh ucapan Bu Guru sambil membayangkan yang indah-indah.

"Sekarang sekali lagi, tapi kamu gak usah menjawab" kata Bu Guru sambil menatapku tajam, "Apakah sekwilda juga merupakan singkatan???" Para murid serentak mengiyakan pertanyaan Bu Guru dan beliau pun merasa senang karena jawaban murid-muridnya salah sehingga dia dapat sedikit menyombongkan diri. "Salah anak-anak, sekwilda itu merupakan akronim, dan akronim itu merupakan sebuah singkatan yang dapat dibaca menjadi sebuah kata sendiri. Nah sekarang kamu Kris apa kepanjangan dari sekwilda?" Aku mesam-mesem sambil berkata, "Ah ibu yang bener aja, masa saya harus ngomong kayak gituan di depan temen-temen cewek, saya kan malu Bu." Bu Guru melotot makin manis, "Kenapa harus malu?? Ayo cepet dasar bego kalo gak tau bilang aja, jangan banyak alesan." Terpaksa akupun menjawab, "sekitar wilayah dada, Bu." Bu Guru yang gemas itu langsung diam dan menyuruh murid yang lain agar gak usah mendengarkan jawabanku dan tidak membahasnya lebih lanjut.

Nah anak-anak, kalian sudah membuat sendiri contoh dari Singkatan dan Akronim. Singkatan merupakan bentuk pendek dari sebuah kata atau istilah yang panjang untuk memudahkan kita mengingat dan menyebutkannya, sedangkan Akronim merupakan singkatan yang bisa dibaca sebagai sebuah kata sendiri sehingga lebih mudah lagi untuk diucapkan maupun dihapalkan. Memang membingungkan kalo harus memahami artinya tapi kalo kita pahami contohnya akan lebih mudah. Misalnya Badan Pemeriksa Keuangan, dulu sering dibuat Akronim sebagai BEPEKA dan sekarang lebih dikenal dengan Singkatan BPK. Coba kalian bandingkan, enak mana mengucapkan BPK dibanding Bepeka?? Sama aja yah pengucapannya?? Hihihi (ih bu guru, cantik-cantik ketawanya kayak kuntilanak).

OK, sekarang saya buat lagi sebuah contoh yang lebih memudahkan karena pengucapannya yang berbeda. Sekarang siapa yang tidak kenal SUSILO BAMBANG YUDHOYONO?? siapa yang kemarin milih partainya SUSULO BAMBANG YUDHOYONO?? siapa yang ngefans sama SUSILO BAMBANG YUDHOYONO dan ikut SBY fans club?? Nah anak-anak, SBY merupakan sebuah singkatan yang diharapkan akan memudahkan para pendukungnya untuk menyebut dan mengelu-elukan namanya yang cukup panjang dan pasaran. Coba kalo di panggilnya "Susilo" hmmm... gak menjual, apalagi "Bambang" dijamin bakal di olok-olok habis sama grup srimulat yang udah lebih dulu mempopulerkan nama Bambang.

Tapi sebenernya bisa juga SUSILO BAMBANG YUDHOYONO membuat sebuah akronim yang lebih simpel, enak diucap, gampang diinget, dan sudah akrab dengan telinga masyarakat indonesia khusunya jawa. Yah akronim itu adalah "SUBAGYO", coba deh kamu sebutin SBY dibanding SUBAGYO enak mana dengernya??? Anak-anak gak ada yang menjawab mereka malah asyik sendiri, ada yang main mobil-mobilan, maen suit ala cina (gunting, kertas, batu), muter-muter buku pake telunjuk, ngupil pake telunjuk, ada juga yang mengacungkan telunjuk tengahnya. Bu Guru yang gak ngrespon dengan kondisi muridnya langsung bersorak kegirangan seketika, "Wah keren banget contoh yang aku bikin, orisinil banget, gue banget wow". Bu Guru tercantik itupun melompat tanpa sadar sebagai pelampiasan kebanggaan atas keberhasilan (gak penting) yang telah berhasil dia temukan. Lalu seketika itu juga murid-murid cowok langsung mengheningkan cipta dan menundukan kepala sejenak sekedar ingin menguji keberuntungan mengagumi bendera Bu Guru yang berkibar diatas lututnya.

Demikianlah cerita seru ABG gak tau malu pada siang bolong di sebuah SMP yang terletak jauh di pedalaman pulau jawa. Semoga hikmah yang terkandung dalam kisah ini dapat dipetik manfaatnya dan berguna bagi kemaslahatan umat. Amiin...
Selengkapnya...

22 April 2009

Garis Hidup Anda


Angka-angka dalam tanggal lahir Anda menyimpan banyak makna.

Jumlahkan sampai menjadi satu angka, lalu lihat artinya? (misalnya Anda
lahir tanggal 25 desember 1998, jumlahkan 25 + 12 + 1998 = 2 + 5 + 1 + 2 + 1
+ 9 + 8 + 8 = 36 = 3 + 6 = 9)

Garis Hidup 1

Misi hidupnya adalah untuk bisa selalu independen. Ada dua bagian dalam
proses mencapai hal ini: pertama, Anda harus belajar untuk berdiri di atas
kedua kaki dan tidak tergantung pada orang lain. Kemudian setelah Anda
benar-benar bebas dan independen, belajarlah untuk menjadi pemimpin.

Banyak jenderal, pemimpin perusahaan, dan politikus mempunyai angka "Garis
Hidup" 1.

Orang-orang yang mempunyai angka garis hidup satu ini selalu mempunyai
potensi yang hebat untuk menjadi pemimpin, tapi mereka bisa gagal bila
menjadi pengikut. Banyak dari mereka yang menghabiskan sebagian besar
berusaha melepaskan ketergantungan mereka pada orang lain, tapi ini justru
menyisakan sedikit waktu bagi mereka untuk memperoleh kesenangan yang
didapat dari keindependenan.

Orang dengan garis hidup 1 harus keluar dari lingkungan yang membuat mereka
mudah untuk tergantung, dan sulit untuk independen. Mereka yang mempunyai
angka garis hidup 1 penuh dengan inspirasi kreatif, dan memiliki antusiasme
dan dorongan untuk mencapai banyak hal. Semangat dan potensi tersebut datang
dari kedalaman kekuatan yang dimiliki.

Baik fisik maupun karakter. Dengan kekuatan ini, muncul kegigihan dan
kemampuan untuk memimpin. Sebagai pemimpin alami, Anda mempunyai pengaruh
untuk mengambil alih tiap situasi. Terlalu percaya diri dan tidak sabaran.
Sangat orisinil, Anda berbakat sebagai seorang penemu atau inovator. Dalam
tiap pekerjaan yang Anda pilih, sikap independen Anda akan terlihat. Anda
memiliki keinginan-keinginan pribadi yang sangat kuat, dan Anda selalu
merasa harus mengikuti keyakinan Anda sendiri.

Jika seseorang dengan angka garis hidup 1 ini belum berevolusi dengan baik,
dan menunjukkan sisi negatifnya, justru yang tampak adalah sisi karakternya
yang tergantung pada orang. Jika berada pada titik terburuknya, energi angka
1 ini bisa membuatnya menjadi egois.



Garis Hidup 2

Karakter positif dari mereka yang tanggal lahirnya berjumlah 2 adalah
kepekaan yang umumnya memiliki kemampuan halus untuk bersikap adil dan
seimbang. Anda bisa melihat banyak sudut pandang dalam tiap argumen atau
situasi, dan karenanya orang-orang akan mencari Anda sebagai penengah.

Dalam peran ini, Anda mampu menyelesaikan berbagai perselisihan dengan cara
yang berkelas.

Ada perhatian yang tulus terhadap orang lain, Anda berpikir yang terbaik
tentang mereka, dan ingin yang terbaik bagi orang lain. Anda jujur dan
terbuka dalam pikiran, ucapan maupun tindakan. Anda cenderung berhasil dalam
segala kegiatan kelompok, tempat Anda mempraktekkan kemampuan untuk
menggabungkan orang-orang dari bermacam-macam latar belakang.

Etiket dan diplomasi merupakan cara Anda berhubungan dengan orang setiap
saat. Anda adalah manusia rutinitas yang merasa nyaman untuk selalu
mengikuti kebiasaan lama. Hal-hal baru untuk dicoba bukanlah kesukaan Anda.

Tapi Anda adalah seorang master dalam berkompromi dan mempertahankan harmoni
dalam lingkungan, tidak suka merendahkan diri untuk berargumen.

Seorang kolektor alami, dalam arti jarang membuang benda-benda yang
(walaupun bagi orang lain sudah pasti dibuang) masih ada gunanya bagi Anda.

Sisi negatif angka garis hidup 2 ini tidak terlalu membawa masalah.

Halangan dan kesulitan terbesar yang bisa Anda temui adalah kepasifan dan
suatu kondisi apatis dan kelambatan. Juga sikap pesimis dan bisa hanya
sedikit hal-hal yang dicapainya. Tidak perlu dijelaskan lagi bahwa mereka
dengan angka ini, jika sisi negatifnya yang lebih dominan, tidak cocok dalam
dunia bisnis dan walau karakter positifnya menonjol sekalipun, mereka lebih
suka dalam lingkungan yang akrab dan kurang kompetitif.

Garis Hidup 3

Bagi mereka yang jumlah angka hari lahirnya 3, ekspresi, sosialisasi, dan
kreativitas sebagai pelajaran yang harus ditempuh dalam hidupnya.

Entertainer kelas dunia, orangorang yang berkilau dan optimistik termasuk di
dalamnya. Orang-orang dengan garis hidup 3 yang telah mengasah bakatnya
mempunyai bakat kreatif yang istimewa, biasanya dalam verbal, tulisan,
akting, atau semacamnya. Misi yang harus dicapainya dalam hidup adalah
kesuksesan dalam berekspresi. Sisi cerah bagi orang-orang ini bertema
harmoni, keindahan dan kesenangan, serta membagi kemampuan kreatif Anda
dengan dunia. Mengasah kemampuan Anda dalam ekspresi kreatif adalah misi
tertinggi bagi angka garis hidup ini.

Karakter mereka hangat dan bersahabat, pembicara yang baik, social dan
terbuka. Pembicara yang trampil dalam arti bukan hanya seseorang yang
menyenangkan untuk didengar, tapi lebih penting lagi, seseorang yang mampu
untuk mendengarkan. Mereka adalah individu-individu yang selalu diterima
dengan baik dalam setiap situasi sosial, dan juga mengerti bagaimana membuat
orang lain merasa diterima. Potensi imajinasi kreatif selalu ada, walaupun
bisa berupa hal yang laten, karena mereka tidak selalu tergerak untuk
mengembangkan potensi ini.

Sikapnya melihat kehidupan hampir selalu positif, dan pembawaannya riang dan
terbuka. Anda bisa menghadapi banyak halangan dalam hidup dengan efektif dan
langsung kembali bersemangat. Anda mempunyai tata krama yang baik dan
tampaknya cukup peka akan perasaan dan emosi orang lain.

Hidup dijalani sepenuhnya, seringkali tanpa kekhawatiran akan hari esok.

Anda tidak terlalu pandai menangani perihal keuangan karena tidak menganggap
penting hal itu. Uang akan dibelanjakan saat Anda punya, dan tidak
dikeluarkan saat Anda tidak ada uang.

Sisi negatifnya, sikap mereka dalam hidup bisa sangat ringan sampai
membuatnya jadi superfisial. Kemampuan Anda seringkali tersebar dan jadi
kehilangan fokus. Mereka dengan angka garis hidup 3 ini adalah teka-teki,
dan Anda seringkali berganti mood dan cenderung menghindar. Sulit bagi Anda
untuk menetap di satu tempat. Jaga agar tidak selalu mengkritik orang, tidak
sabaran, ataupun terlalu optimistik.

Garis hidup 3 ini memberikan kemampuan di atas rata-rata dalam seni. Baik
melukis, disain interior, lansekap, menulis, musik, teater, ataupun mampu
seluruhnya. Anda selalu gembira, penuh inspirasi, dan selalu mencari
stimulasi dari orang-orang yang sealiran. Sifat Anda yang ramai itu
mendukung Anda untuk bisa melesat, apalagi jika Anda mampu memfokuskan
energi dan talenta Anda pada minat yang tepat.

Garis Hidup 4

Bila jumlah angka dalam ulang tahun Anda 4, berarti Anda bisa dipercaya,
praktis, dan membumi. Anda adalah anggota masyarakat yang bisa diandalkan.
Misi dalam hidup adalah belajar untuk mendapat perintah-perintah atau tugas
dan melaksanakannya dengan dedikasi dan keuletan.

Anda selalu mengharap banyak dari diri sendiri sama seperti Anda mengharap
banyak dari orang lain. Sebagai organisator dan perencana yang hebat karena
kemampuan Anda melihat persoalan dengan cara praktis, Anda mempunyai kemauan
kuat yang seringkali disalahtafsirkan sebagai sifat keras kepala. Sekali
sebuah keputusan dibuat, akan langsung dilanjutkan sampai mencapai konklusi,
walaupun itu salah, benar, ataupun netral. Pola pikir Anda tidak mudah untuk
berubah dan begitu yakin dalam cara Anda menangani persoalan. Cara Anda yang
ulet dalam mencapai tujuan hampir seperti obsesi. Setia dan mengabdi, Anda
merupakan pasangan ideal dalam kehidupan perkawinan dan juga partner bisnis
yang bisa diandalkan. Mungkin tidak banyak teman-teman Anda, tapi sangat
erat dan sekali bersahabat biasanya sepanjang hidup.

Garis hidup 4 ini berhubungan dengan elemen bumi yang memberikan kekuatan
dan perasaan realistis. Jika kesabaran dan kegigihan merupakan sifat Anda
sehari-hari, maka kesuksesan besar akan didapatkan dalam hidup. Sisi negatif
dari 4 ini adalah sikap yang terlalu dogmatis, berpandangan sempit, dan
represif atau tidak fleksibel terhadap gagasan baru. Anda tidak suka pada
orang-orang yang superfisial, dan Anda sendiri terlalu terbuka dengan semua
perasaan Anda. 4 yang negatif punya kecenderungan buruk untuk terlibat
terlalu dalam dengan rutinitas sehari-hari dan sering kurang tanggap dengan
hal-hal yang lebih luas sehingga tidak jarang kehilangan banyak kesempatan
besar yang sekali-sekali datang.



Garis Hidup 5

Minat dan kemampuannya banyak, petualang, dan progresif adalah beberapa
gambaran bagi mereka yang angka garis hidupnya 5. Sebaliknya dari 4, Anda
tidak menyukai rutinitas, sehingga pekerjaan sehari-hari yang harus langsung
diselesaikan bukan untuk Anda. Selalu berusaha mencari jawaban bagi misteri
kehidupan, Anda ingin selalu bebas, independen, dan tidak ada ikatan.
Orang-orang dengan garis hidup 5 ini adalah komunikator hebat, dan tahu
bagaimana memotivasi orang lain. Hal ini membuat Anda guru yang baik. Cinta
akan petualangan merupakan tema hidup Anda.

Bisa dalam bentuk nyata ataupun hanya dalam pikiran. Apapun itu, Anda selalu
antusias untuk mengeksplorasi hal-hal baru. Banyak potensi Anda, tapi tidak
mempunyai arah. Juga seringkali tidak jelas akan keinginan Anda sendiri.
Energi yang ada dalam angka garis hidup 5 ini, jika digunakan secara salah
menjadikan Anda tidak mempunyai rasa tanggung jawab dalam tugas maupun
pengambilan keputusan dalam kehidupan rumah tangga maupun bisnis. Kesukaan
pada sensasi dan petualangan bisa menjadikan diri Anda mengutamakan kepuasan
diri dan tidak peka pada perasaan orang-orang di sekitar Anda. Bagi mereka
yang berada di titik ekstrim negatif, angka garis hidup 5 ini sangat tidak
bisa diandalkan dan menomorsatukan diri sendiri. Bagi sebagian besar,
kepribadian ini sangat hedonis, suka bersenang-senang, hidup untuk hari ini,
dan tidak mau memikirkan esok hari. Penting bagi Anda untuk bergaul dengan
orang yang mempunyai selera dan pola pikir yang tidak jauh berbeda, serta
hindari orang-orang serius dan banyak menuntut. Juga penting untuk memilih
pekerjaan yang menantang pikiran Anda dan bukannya tugas-tugas yang rutin.
Karir terbaik adalah yang berurusan dengan banyak orang, tapi yang
terpenting adalah Anda harus punya kebebasan untuk mengekspresikan diri Anda
setiap saat.

Garis Hidup 6

Sangat berbeda dengan nomer 5, karakter garis hidup 6 yang paling menonjol
adalah rasa tanggung jawab yang besar. Anda idealis, dan bahagia jika
berguna bagi orang lain. Sumbangan terbesar yang Anda berikan dalam
kehidupan ini adalah memberikan advis, pelayanan dan dukungan.

Garis hidup ini temanya adalah kepemimpinan karena kemampuannya dalam
memberi teladan dan kesediaan untuk bertanggung jawab. Hal ini menjadikan
Anda selalu bersedia menanggung beban kelompok dan siap untuk menolong.

Anda seringkali terdorong untuk bertindak dengan kekuatan dan belas kasihan.
Anda simpatik, dan senang berbagi dengan orang lain, baik membantu dalam hal
mental maupun materi. Kebijaksanaan, keseimbangan, dan pengertian adalah
beberapa karakter Anda. Kemampuan Anda memahami masalah orang lain, dan ini
sudah menjadi karakter Anda sejak kecil, sehingga tidak ada masalah dalam
berhubungan dengan orang tua maupun muda. Anda bersedia untuk mengeluarkan
tenaga lebih dari yang diminta, dan selalu bisa diandalkan oleh keluarga.
Realistis memandang hidup, bagi Anda yang terpenting dalam hidup adalah
rumah, keluarga dan teman-teman. Tentu ada sisi negatif pada tiap orang,
bagi garis hidup 6 ini, Anda harus menghindari kecenderungan terlalu banyak
menerima tanggung jawab dan diperbudak oleh orang lain. Selain itu, hindari
terlalu banyak mengkritik diri sendiri maupun kepada orang lain). Jika
karakter buruknya terpupuk, maka ada kecenderungan untuk berlebih-lebihan,
dan merasa paling benar sendiri, walaupun tidak selalu berkembang seperti
ini. Juga harus dihindari, memaksakan pendapat sendiri dan mengurusi masalah
orang lain.

Karena selalu merasa harus bertanggung jawab, maka beban yang dibawanya akan
terasa sangat berat, walaupun begitu, jika sekali-sekali Anda terpaksa tidak
merasa bertanggung jawab, Anda akan sangat merasa bersalah dan akan memberi
dampak yang merusak bagi hubungan dengan orang lain.



Garis Hidup 7

Mereka yang angka garis hidupnya 7, berjiwa damai dan penyayang, tapi
analitis dan tidak terlalu terbuka. Kekuatan hebat dalam diri Anda terlihat
pada dalamnya cara berpikir, Anda selalu mengumpulkan pengetahuan baru dalam
setiap hal yang Anda temukan. Seorang intelektual, ilmiah, dan selalu
mencari ilmu, Anda tidak akan menerima begitu saja sebuah pandangan tanpa
mengetesnya dan memperoleh konklusi sendiri. Angka ini juga bersifat
spiritual dan sejak kecil sudah menunjukkan kebijaksanaan. Anda butuh
ketenangan agar bisa mengenali isi hati Anda.

Keramaian, banyak orang, bukan hal yang disukai. Dalam bekerja, Anda akan
mengerjakannya sampai selesai, karena Anda seorang perfeksionis yang
mengharapkan tiap orang memenuhi standar performa yang tinggi. Anda
mengevaluasi situasi dengan cepat dan benar.

Pengalaman-pengalaman dan intuisi memandu Anda dalam bertindak. Anda tidak
mudah percaya pada saran orang lain. Memang dugaan-dugaan Anda seringkali
tepat, dan karena Anda tahu benar akan hal ini, Anda selalu mengikutinya.
Mudah bagi Anda untuk mengetahui adanya kebohongan dan Anda bisa mengenali
mana orang-orang yang jujur, mana yang tidak. Tidak banyak teman Anda, tapi
sekali Anda menerima seseorang sebagai teman, itu untuk seumur hidup. Anda
sama sekali bukan seseorang yang senang berkumpul dengan orang banyak, dan
sikap Anda yang tertutup dianggap sebagai mengambil jarak. Itu tidak benar
sama sekali, Anda memang senang menyendiri, jauh dari segala keramaian
kehidupan modern. Dalam banyak hal, Anda lebih cocok hidup di jaman yang
jauh sebelum masa sekarang. Jika energi angka 7 dalam garis hidup ini
digunakan secara negatif, Anda menjadi seorang pesimis, tidak pedulian,
mudah berselisih, dan penuh rahasia. Bila individu ini tidak menjalani hidup
dengan benar dan tidak belajar dari pengalaman, Ia menjadi sebuah pribadi
yang sulit karena tidak bisa memikirkan kepentingan orang lain. Kepribadian
garis hidup 7 ini egois dan manja.

Jika Anda merasa memiliki sifat-sifat ini, sulit untuk menghapusnya dengan
mudah karena Anda merasa bahwa sudah seharusnya dunia selalu memperlakukan
Anda dengan baik. Untungnya, sifat negatif 7 ini bukanlah karakter yang
umum. Emosi angka ini seringkali ekstrim, berada di titik rendah pada satu
saat, kemudian tinggi di saat berikutnya. Jarang stabil.

Garis Hidup 8

Fokus Anda adalah mendapatkan kepuasan yang didapat dari dunia kebendaan.
Garis Hidup 8 adalah orang-orang yang percaya diri, kuat, serta sukses dalam
materi. Anda independen, penuh dorongan dan kompetitif.

Rutinitas Anda sehari-hari meliputi hubungan-hubungan bisnis, praktis dan
membumi, sedikit sekali waktu untuk impian-impian dan khayalan. Bila ambisi,
kemampuan organisasi, dan pendekatan Anda yang efisien itu terasah, tidak
ada hal yang tidak bisa Anda capai.

Fokus Anda kebanyakan mengenai uang dan kekuatan manipulasi yang ada di
dalamnya. Garis hidup 8 ini mungkin yang paling menganggap penting status
dan kelas, sebagai suatu hal yang berdampingan dengan kesuksesan materi.

Jika karakter 8 ini berkembang dengan benar, Anda diberkahi dengan potensi
hebat untuk menciptakan gagasan-gagasan yang maju, serta juga keuletan dan
kemandirian untuk merealisasikannya.

Singkatnya, dengan semua karakter itu Anda sangat siap untuk berkompetisi
dalam dunia bisnis atau area lain yang bersifat pertandingan. Anda tahu
benar bagaimana mengelola diri dan lingkungan Anda. Praktis dan stabil dalam
usaha mencapai tujuan-tujuan, Anda punya keyakinan yang membuat Anda berani
Sifat negatif mereka dengan garis hidup 8 kadang-kadang bisa seperti
diktator dan seringkali menahan antusiasme dan usaha dari teman- teman di
lingkungannya. Juga, kuatnya kepribadian tersebut malah membuat berkurangnya
perasaan dekat Anda terhadap orang-orang sekitar.

Keuntungan materi dan penghargaan menjadi hal paling penting, sehingga
keluarga, rumah, dan kedamaian hati justru terabaikan. Perasaan emosional
sering ditekan dalam diri garis hidup 8 yang negatif. Hal ini menimbulkan
rasa terasing dan kesendirian. Anda harus mencoba untuk selalu menghargai
pendapat orang lain.



Garis Hidup 9

Sifat-sifat utama mereka yang angka garis hidupnya 9 adalah: rasa kasih pada
sesama dan sikap yang sangat humanis. Ini adalah misi yang harus Anda
pelajari dalam hidup. Biasanya angka ini menghasilkan individu yang sangat
dipercaya dan pribadi terhormat, juga seorang individu yang tidak punya
sifat rasialis dalam bentuk apapun. Tentu saja, semua ini terlihat seperti
daftar sifat yang terlalu sempurna, tapi Anda memang seseorang yang
berperasaan peka bagi mereka yang kurang beruntung dibandingkan diri Anda.
Dan jika Anda ada dalam posisi yang bisa membantu, akan Anda lakukan. Anda
sangat peka dan memandang sekitar diri Anda dengan rasa kasih. Anda dengan
angka garis hidup yang tertinggi ini berada pada posisi kehidupan yang
tinggi dan dengan sendirinya mempunyai banyak tanggung jawab. Tujuan hidup
garis hidup 9 ini bersifat filosofis. Hakim, pemimpin spiritual, penyembuh
dan pendidik, seringkali mempunyai energi 9 ini. Keuntungan materi tidak
terlalu penting, walaupun kualitas kepribadian beberapa dari Anda sedemikian
istimewanya sehingga menghasilkan penghargaan secara materi yang luar biasa.
Untuk kebaikan banyak orang, Anda seringkali harus bersikap tidak
mengutamakan diri sendiri dan melepaskan hal-hal kebendaan. Bahkan
orang-orang bergaris hidup 9 yang tidak terlalu istimewa saja memiliki
pribadi yang sangat berbelas kasih. Keinginan untuk menolong orang,
khususnya yang bermasalah dan kurang beruntung, sangat kuat. Kebaikan Anda
juga sering disalahgunakan dan Anda juga tidak jarang dikecewakan oleh orang
lain.

Pemahaman Anda yang dalam terhadap kehidupan terkadang terealisasi dalam
bentuk seni dan literatur. Dengan garis hidup ini Anda sanggup
mengekspresikan perasaan emosi terdalam dengan melukis, menulis, musik, atau
bentuk seni yang lain. Tapi sering juga ada kesulitan untuk menemukan media
yang tepat sebagai jalan hidup Anda. Profesi menolong dan menyembuhkan
adalah pilihan yang tepat bagi mereka dengan angka garis hidup 9. Anda
kurang tepat untuk berada dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. Anda
punya kemampuan untuk berteman dengan mudah, karena orang-orang tertarik
pada kepribadian Anda yang terbuka dan seperti magnet. Anda diberi berkah
oleh Tuhan berbentuk kemampuan untuk memahami orang, yang jika digunakan
dengan benar bisa sangat bermanfaat bagi orang lain. Perhatian pada orang
lain membuat diri Anda sangat sosial.

Orang-orang dengan mudahnya menyukai mereka dengan angka garis hidup 9
karena Anda simpatik, toleran dan berwawasan luas. Anda seorang romantis dan
dalam cinta dan gairah, bagaikan tersesat di jalan yang benar.

Membina hubungan justru sulit bagi Anda, karena tidak mudah untuk
mendapatkan keseimbangan yang paling tepat. Kalau pasangan sama seperti
Anda, yaitu mempunyai sifat memberi, maka hubungan tersebut akan bahagia dan
bertahan, tapi sulit secara materi. Di lain sisi, bila Anda memilih individu
yang membumi dan mementingkan materi, masalah akan timbul.

Seperti halnya dengan angka garis hidup lain, nomer 9 mempunyai sisi
negatifnya. Walaupun tentu orang-orang yang cenderung ke titik negatif 9
lebih sedikit dari yang karakter positifnya besar. Biasa bagi mereka untuk
menentang arus realitas dan tantangan yang ada di dalamnya.

Mungkin sulit bagi Anda dengan 9 yang negatif, untuk percaya bahwa sifat
memberi serta tidak adanya ambisi pribadi bisa sangat membahagiakan. Harus
disadari dan diterima bahwa kepuasan dan kebahagiaan-kebahagiaan kecil
jangka panjang bisa diperoleh dengan mengasah sifat manusiawi yang alami
dalam garis hidup ini.

Sumber : GedePrama
Selengkapnya...

16 April 2009

Sulit + Sulit = ....????


Dengan matematika konvesional jawabannya adalah sulit sekali (2 x sulit). Tetapi dalam matematika modern bukan itu satu-satunya jawaban.

Seorang teman punya anak satu. Berdiskusi dengan saya,

”Kapan punya adik lagi?”
”Ah…nggak Mas. Satu anak saja sulitnya kayak begini. Apalagi dua?”

Momong satu anak butuh kesabaran. Saya mengalami itu. Momong satu anak adalah sulit. Logikanya, momong dua anak akan jauh bertambah sulit lagi.

Dulu waktu saya punya satu anak, saya mengalami hal yang sama. Saya harus selalu menemani aktivitas anak pertama saya. Saya harus aktif melayani ngobrol anak pertama saya. Terbayang betapa sulitnya jika ia punya adik, berlipat ganda beban orang tua.

Kemarin, anak pertama saya bangun pagi. Habis sholat subuh ke ruang tengah. Menyalakan lampu. Mengambil buku bergambar lalu membacanya dengan asyik. Tidak lama kemudian adik kedua menyusul. Duduk di sebelahnya membaca buku yang lain. Lalu adik ketiga juga ikutan membaca buku. Mereka membaca buku sambil ngobrol asyik. Sesekali saya ikut ngobrol dengan mereka. Tidak ada yang sulit!?

Sulit + Sulit = ….? = Mudah

Bagaimana dengan Anda? Berlaku rumus apakah dengan bertambahnya kesulitan? Apakah menjadi lebih sulit atau lebih mudah?
Selengkapnya...

Pecahan yang Menyatukan Orang Tua dengan Anak


Kebersamaan dengan seluruh anggota keluarga menjadi barang mahal akhir-akhir ini. Orang tua berangkat pagi, jam 5, sebelum anak bangun dari tidur. Pulang dari kantor jam 5 sore. Tetapi kondisi lalu lintas Jakarta sangat macet. Dari pada terjebak macet berjam-jam di jalan, mereka menunda pulang ke rumah. Menunggu dulu di kantor sambil mengerjakan beberapa kerjaan yang belum selesai. Jam 8 malam baru beranjak pulang. Sampai di rumah sekitar jam 9 atau 10 malam. Si kecil, putra-putrinya, sudah tidur semua. Hari demi hari berlalu begitu.

Berangkat kerja sebelum anak bangun. Pulang kerja setelah anak tertidur. Kapan satu keluarga bersama-sama?

Sedikit berbeda ketika hari libur, Sabtu, dan Minggu. Ayah ibu sudah capek bekerja seminggu penuh. Mereka ingin santai sejenak di akhir pekan. Ayah ibu nonton TV atau home teather. Anak-anak juga capek sudah sekolah seminggu penuh. Mereka ingin santai sejenak. Mereka main PS, Nitendo, atau game yang lainnya. Mereka bersama dalam satu rumah. Tetapi hati mereka?

… … …

”Iva, ini Papa punya mainan.”

”Apaan?”

”Coba kamu bikin lingkaran, 3 lingkaran dari potongan-potongan ini!”

Iva mengamati. Atur sana atur sini. Berpikir sejenak. Coba-coba lagi.

”Ini, jadi 1 lingkaran!”

”Hore….Iva berhasil satu lingkaran.” Kami bersorak bareng-bareng. Iva terus mencoba lagi.

Permainan sederhana ternyata mengasyikkan. Saya menamai permainan ini sebagai lingkaran milenium. Bagi orang dewasa, seperti biasa-biasa saja. Bagi anak kita yang masih kanak-kanak, permainan ini mengasyikkan. Ketika mengamati Iva yang asyik memainkan lingkaran milenium, saya mulai terbawa menikmati permainan itu juga.

Lingkaran milenium terdiri dari bebarapa lingkaran yang sudah saya potong-potong. Potongan-potongan ini sengaja berukuran ½ lingkaran, ¼ lingkaran, atau lainnya. Di satu sisi potongan itu kami tuliskan nilai dari potongan itu: ½ , ¼ atau lainnya. Kami mengacak potongan-potongan lingkaran itu. Tugas Iva adalah menyusun kembali menjadi lingkaran penuh. Tantangan yang menggelitik bagi anak usia 4 tahun sampai 10 tahun. Apalagi jika dipertandingkan antara beberapa anak dan orang tua. Siapa cepat dia dapat.

Adra, yang masih 5 tahun, juga menyukai lingkaran milenium ini. Adra jadi lancar berhitung nilai pecahan.

” ¼ + ¼ = ½ ya…?” Adra bertanya.

” Betul!” jawab saya.

Saya perhatikan, Adra mengutak-atik potongan yang bernilai ¼ digabungkan dengan yang bernilai ¼ . Lalu dia amati. Dibandingkannya dengan yang bernilai ½ . Sama besar. Adra menyimpulkan bahwa ¼ + ¼ = ½ . Sebuah permainan dan pembelajaran yang menyatu dengan asyik.

”1/8 + 1/8 = …berapa?” saya tanya pada Adra.

”1/4,” jawab Adra ringan.

”Kok tahu?”

”Nih…1/8, nih…1/8 lagi. Jadi ¼ kan?” Adra menunjukkan potongan 1/8 yang ia gabungkan dengan potongan 1/8 menjadi setara dengan ¼.

”Kalau ¼ + 1/8 jadi berapa ya…?” saya mencoba menantang.

Mana mungkin anak TK akan dapat menghitung pecahan semacam itu? Meski pun anak itu sudah les Kumon atau sempoa, saya ragu. Apakah Kumon mengajarkan berhitung pecahan melalui permainan? Apakah sempoa mengajarkan aritmetika pecahan? Bagaimana dengan Jarimatika dan Sakamoto? Adra hanya ikut les kursus matematika APIQ. Dia memang sudah menguasai berhitung perkalian dan pembagian. Tetapi hanya untuk bilangan asli yang nilainya kecil. Berhitung pecahan adalah masalah lain.

Kami di APIQ memang selalu berusaha mengajarkan matematika secara fun dan menyenangkan. Beberapa alat mainan edukatif yang dulu hanya terbatas untuk di kelas APIQ, kini sudah mulai kami jual ke masyarakat. Tujuan kami adalah agar putra-putri kita menjadi lebih mudah belajar matematika.

Lingkaran milenium adalah salah satu mainan edukatif andalan APIQ. Permainan ini untuk mengajarkan konsep aritmetika. Permainan lingkaran milenium mengubah perhitungan pecahan yang memusingkan menjadi permainan yang mengasyikkan. Jangan meremehkan pecahan.

Saya dengar dari seorang dosen di unversitas swasta di Bandung yang mengatakan bahwa ada seorang mahasiswa yang menghitung:

½ + 1/3 = 1/5.

Tentu saya terkejut. Saya heran. Bagaimana mungkin seorang mahasiswa berpikir seperti itu? Dia bukan mahasiswa fakultas sosial. Dia bahkan seorang mahasiswa fakultas teknik. Tetapi saya tidak menyalahkan mahasiswa tersebut. Mahasiswa itu hanyalah sekedar korban. Korban dari sistem pendidikan kita. Dia adalah produk dari sistem pendidikan kita. Percuma kita menyalahkan mahasiswa itu. Akan lebih baik kita memperbaiki cara kita ”memproduksi” anak-anak kita.

Mari kembali ke Adra. Apakah ia akan berhasil menyelesaikan tantangan:

¼ + 1/8 = ……..

Adra mengutak-atik potongan ¼ dan potongan 1/8. Dia berpikir serius. Dia menemukan jawaban…

”1/4 + 1/8 sama dengan ¼ lebih 1/8.”

”Betul! Maksudnya ¼ lebih 1/8 itu berapa?”

Dia sadar bahwa jawabannya sudah benar. Tetapi belum sederhana. Dia sendiri ingin memperoleh jawaban sederhana itu. Dia menemukan ide. Dia tukarkan potongan ¼ dengan potongan 1/8 sebanyak dua potong. Kini Adra sudah sangat dekat dengan yang diingankannya.

Adra berteriak, ”3/8…….!”

”Betul!” kami meloncat-loncat gembira. Tos tangan sesama anggota keluarga.

Liburan bersama keluarga yang mengasyikkan. Sudah fun, dapat ilmu lagi. Lingkaran milenium menjadi media yang menyatukan keluarga dengan suasana riang.

Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya...

BEBERAPA KESALAHAN DALAM PENAMAAN DAN ISTILAH


Oleh
Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu



Kesalahan Pertama
Penisbatan isteri kepada suaminya, seperti : Suha Arafat, nisbat kepada suaminya. Ini merupakan suatu kesalahan, berdasarkan firman Allah subhanahu wa Ta’ala.

“Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka, itulah yang lebih adil pada sisi Allah “[Al-Ahzab : 5]

Yang benar ialah Suha bintu Fulan (nisbat kepada bapaknya)

Kesalahan Kedua
Penyebutan sesuatu tidak menggunakan nama yang sebenarnya menurut syar’i. seperti penyebutan riba bank diganti dengan faidah bank, khamr telah diberi nama dengan nama dan atau label yang banyak dan bermacam-macam, hingga ada yang menamainya minuman untuk membangkitkan semangat dan sebagainya, zina diganti dengan hubungan sex dan sebagainya.

Yang benar, seharusnya kita menyebut hal-hal tersebut berdasarkan apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala namakan. Karena dalam penamaan (yang Allah berikan tersebut) terdapat banyak faidah. Di antaranya, agar manusia mengetahui apa-apa yang telah diharamkan Allah, baik nama ataupun sifatnya. Sehingga mereka menjauhinya, setelah mengetahui bahaya dan ancaman siksa (bagi yang melanggar). Dan tidak timbul kesan meremehkan pada jiwa kita mengenai keharaman tersebut setelah namanya diganti.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu ; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya” [Al-Baqarah : 278]

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman.

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu dengan sebab (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)” [Al-Maidah : 90-91]
Kemudian firman-Nya.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” [Al-isra : 32]

Kesalahan Ketiga
Penyebutan kata Al-Karm untuk anggur. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang menyebut anggur dengan kata Al-Karm. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Janganlah kalian namakan Al-Karm, tapi namakanlah al’inab dan al-hablah” [HR Muslim]

Kata Al-Inab dan Al-Hablah memiliki makna yang sama, yakni anggur. Beliau Shallallahu alaiahi wa salam juga bersabda.

“Mereka menyebut Al-Karm, sesungguhnya Al-Karm adalah hati seorang mu’min” [HR Al-Bukhari]

Beliau melarang hal ini disebabkan lafadz Al-Karm menunjukkan akan melimpahnya kebaikan dan manfaat pada sesuatu. Dan hati seorang mukmin lebih berhak untuk itu.

Kesalahan Keempat.
Berkun-yah dengan kun-yah Abul Hakam. Karena Al-Hakim adalah Allah. Maka, tidak boleh berkun-yah dengan kun-yah tersebut. Yang benar, kita berkun-yah dengan kun-yah yang disunnahkan, seperti Abu Abdillah, Abu Abdirrahman, Abu Abdil Hakam. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman” [HR Muslim]

Dalam hadits Al-Miqdam bin Syuraih bin Hani, ketika ia (yakni Hani) bersama kaumnya datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mendengar mereka memberi kun-yah Abul Hakam kepadanya. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilnya, beliau berkata.

“Sesungguhnya Allah adalah Al-Hakam dan kepadaNyalah hukum kembali, maka mengapakah engkau berkun-yah dengan Abul Hakam? Ia (Hani) berkata, “Sesungguhnya jika kaumku berselisih, mereka mendatangiku lalu kuputuskan hukum diantara mereka hingga kedua belah pihak ridha atas keputusanku”. Beliau berkata, “Alangkah baiknya perbuatanmu, apakah engkau memiliki anak?” Ia menjawab, “Aku memiliki Syuraih, Abdullah dan Muslim. Beliau bertanya lagi, “Siapakah yang paling besar diantara mereka?” Ia menjawab, “Syuraih”. Beliau berkata, “Kalau begitu, engkau Abu Syuraih” [HR An-Nasa’i]

Kesalahan Kelima
Memberi nama dengan nama yang mengandung unsur tazkiyah (penyucian diri), seperti : Barrah (orang yang banyak berbakti), Khalifatullah (Khalifah Allah), Wakilullah (Wakil Allah), dan sebagainya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memberi nama Barrah. Beliau bersabda.

“Janganlah kalian mengatakan diri kalian suci, karena Allah lebih tahu siapa yang baik diantara kalian” [HR Muslim]

Yang benar, ialah memberi nama dengan nama-nama yang disyariatkan, seperti : Zainab, Asma, Abdullah, Abdurrahman. Ataupun nama para nabi, seperti ; Yusuf, Ibrahim dan sebagainya.

Yusuf bin Abdillah bin Salam Radhiyallahu ‘anhu mengisahkan

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadiahkan nama Yusuf untukku. Beliau meletakkanku di pangkuannya dan beliau mengusap kepalaku” [HR Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, hal. 248]

Juwairiyah bintu Al-Harits Al-Khuza’iyyah, dahulu bernama Barrah. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam merubah namanya menjadi Juwairiyah, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam haditsnya yang lain, berkaitan dengan nama tazkiyah.

“Janganlah engkau namakan putramu dengan Rabah, Yasar, Aflah dan Nafi’” [HR Muslim]

Demikian juga dengan nama Kalifatullah ataupun Wakilullah. Arti kata al-wakil adalah seseorang yang bertindak mewakili pihak yang mewakilkan. Sedangkan Allah tidak ada wakil bagi-Nya, dan tidak ada yang bisa menggantikanNya. Bahkan Dialah yang memelihara hamba-Nya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Ya Allah, Engkau adalah teman dalam perjalanan dan pemelihara keluarga (yang kami tinggal)” [HR Muslim]

Nabi juga melarang kita menamakan diri dengan sebutan Malikul Amlak (Raja Diraja). Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda.

“Nama yang paling hina disisi Allah pada hari Kiamat adalah seseorang yang menamakan diri dengan sebutan Malikul Amlak (Raja Diraja)” [HR Al-Bukhari]

Kesalahan Keenam
Memberi nama dengan nama yang buruk, seperti ; Harb (perang), Sha’b (sulit, susah), Hazan (kesedihan), Ushaiyyah (maksiat), Aashiyah (wanita yang bermaksiat), Murrah (pahit) dan yang semisal dengan itu.

Yang benar, memberi nama dengan nama yang baik, seperti : Hasan, Husain, dan yang semisalnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai nama yang baik. Beliau bertafaul (berharap kebaikan) dengan nama tersebut. Barangsiapa mau mendalami hadits-hadits Nabi, niscaya dia akan mendapati makna-makna nama yang berkaitan dengan sunnah. Seakan-akan nama-nama itu diambil dari sunnah-sunnah itu.

Cobalah renungi sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam berikut.

“Ghafar adalah orang yang Allah ampuni dan Aslam adalah yang Allah selamatkan, sedangkan Ushaiyyah dialah yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya” [HR Al-Bukhari]

Jika anda ingin mengetahui, adakah pengaruh nama bagi pemiliknya? Maka perhatikanlah kisah Said bin Al-Musayyib berikut ini.

“Dari Ibnu Al-Musayyib, dari bapaknya, sesungguhnya bapaknya (yakni kakek Ibnu Al-Musayyib) datang menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bertanya : “Siapakah namamu?”. Ia menjawab, “Hazn”. Beliau berkata, “Engkau adalah Sahl”. Ia berkata. “Aku tidak akan merubah nama pemberian bapakku”. Ibnul Musayyib berkata : “Sejak itu kesusahan senantiasa meliputi kami” [HR Al-Bukhari]

Makna kata al-Huzunah (dalam hadits diatas, -red) adalah Al-Ghilzah (kekerasan, kesusahan) Dapat pula bearti tanah yang keras atau tanah datar.

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, sesungguhnya Nabi merubah nama ‘Aashiyah. Beliau berkata, “Kamu Jamilah”.

Ketika Al-Hasan lahir, Ali menamainya Harb. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang seraya berkata : “Perlihatkan kepadaku cucuku. Siapa nama yang kalian berikan pada cucuku?” Ali berkata, “Harb”. Beliau berkata, “Bahkan namanya adalah Hasan”[HR Ahmad]

Kesalahan Ketujuh
Sebagian orang memberikan julukan attatharruf fid din (sikap berlebih-lebihan dalam agama) kepada mereka yang memegang agama secara mutasyadid (ekstrim)

Yang benar kita sebut ghuluw fid dien (berlebih-lebihan dalam agama). Penyebutan ini pun diberikan, jika memang orang tersebut telah benar-benar keluar dari agama karena sikap ghuluwnya tadi

Ahli hadits mengatakan istilah attatharruf fid dien ini muncul pada awal-awal abad ke lima belas hijriah. Ketika itu terjadi taubat massal para pemuda muslim. Mereka berbondong-bondong kembali kepada Allah., ber-iltizam (konsisten) kepada hukum-hukum dan adab-adab Islam, serta mendakwahkannya. Sebelumnya, kondisi orang semacam ini (yang ber-iltizam kepada Islam), justru dikatakan sebagai golongan terbelakang, ta’ashub, jumud dan ejekan-ejekan lainnya. Maka ketahuilah, sesungguhnya agama Allah berada di pertengahan antara sikap ghuluw (berlebih-lebihan) dan sikap meremehkan.

Para ulama Islam pada setiap masa pun senantiasa melarang sikap ghuluw dalam agama, disamping mereka juga selalu mengajak kepada taubat.

Adapun zaman sekarang, timbangan norma telah banyak diputar-balikkan. Hingga orang yang bertaubat dan kembali kepada Allah (yang nota bene hal ini merupakan sesuatu yang diwajibkan oleh syari’at) justru disingkirkan, dengan alasan sikap berlebihan tadi. Maksudnya, agar orang-orang menjauhi mereka dan untuk melumpuhkan dakwah ilallah. Ini jelas pemikiran jahat Yahudi. Semoga Allah membinasakan mereka.

Namun sangat aneh dan mengherankan. Kaum muslimin menerima begitu saja pemikiran tadi. Tidakkah mereka berpikir dan menolaknya?

Kesalahan Kedelapan
Sebagian suami memanggil isterinya dengan sebutan Ummul Mu’minin. Ini jelas haram. Karena konsekwensinya panggilan tersebut ialah sang suami haruslah seorang Nabi dan isteri-isterinya adalah Ummahatul Mu’minin. Suatu kesalahan yang bisa mengakibatkan kepada kekufuran. Karena kita harus meyakini, bahwa tidak ada nabi setelah Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam

Ada juga suami yang memanggil isterinya dengan panggilan madam, suatu panggilan ala Perancis yang terlarang. Karena mengandung unsur tasyabbuh (meniru-niru) kaum kuffar.

Yang benar ialah memanggil isteri dengan nama kun-yahnya seperti Ummu Abdillah, Ummu Fulan, atau dapat juga dengan panggilan zaujati (isteriku) atau ahli (keluargaku).

Wallahul hadi ila ar-rasyad.

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun VI/1423H/2003M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016]
Selengkapnya...