Neng kene ora nana maling sing doyan nyolong, anane wong sing uripe ayem tentrem. Pegaweane mung madhang ngising turu kaya lampu, asal bisa nggo urip ngesuk ya wis alhamdulillah. Ora padha serik maring tanggane, malahane padha guyub rukun mbangun silaturahmi. Urip neng dunya kuwe mung sedhela, ayo-ayo padha tulung tinulung ben kabeh padha bungah.

30 Desember 2008

Postingan ini berdasarkan iklan dari Andalan Alat Kontrasepsi
Tahukah ibu? Kalau ternyata masih banyak lho mitos-mitos seputar pil KB yang sama sekali tidak benar. Yuk kita cari tau sama-sama!
-
MITOS 1
Pil KB bikin gemuk.
Sama sekali tidak benar karena dengan konsumsi pil KB secara tepat dan teratur, tingkat kestabilan berat badan bisa tetap terjaga.
MITOS 2
Pil KB bikin kulit tidak sehat dan jerawatan.
Siapa bilang? Pil KB memiliki kandungan hormon estrogen yang membantu menjaga kehalusan dan kesehatan kulit.
MITOS 3
Pil KB bikin haid tidak teratur.
Kata siapa? Secara klinis, Pil KB mampu meringankan nyeri dan sakit kepala di saat datang bulan.
MITOS 4
Pil KB membuat tulang jadi rapuh.
Salah besar, Pil KB terbukti mencegah pengapuran dini serta melindungi kita dari resiko osteoporosis.
MITOS 5
Pil KB beresiko pada kandungan.
Sangat keliru, Pil KB justru dapat menghindarkan kita dari resiko kanker kista dan kehamilan di luar rahim.
MITOS 6
Pil KB mengurangi kesuburan.
Jelas Keliru! Pil KB mampu menjaga tingkat kesuburan. Cukup menghentikan pemakaian untuk kembali memperoleh kehamilan.

Selengkapnya...

Tragedi Pulang Kampuang

Bodoh......
-
17:00

Widhi SMS, mas cepetan aku wis mangkat kyeh. Tek balesi, jere mangkate jam 6 kepriwe sih? Ya wis, gawean kantor tek beresi disit,
17:30
Bali kos njukut klambi trus nggolet ojeg.
17:45
Mangkat neng dalanan jakarta sing sumpek, macet, dan penuh asap.
18:00
Tekan grogol, ngecek tiket, nggoleti arip jere lagi mangan neng studio photo. Rada bingung juga, mangan kok neng studio photo??? Ternyata mangan nasi goreng neng ngarep studio photo.
19:00
Bis Lorena Jurusan Grogol-Bobotsari melaju dengan sebelumnya diiringi musisi jalanan yang melantunkan tembang sindiran buat AA Gym, cukup menghibur apalagi sewaktu lirik "kalo mbaknya pelit tak doain biar dapet jodoh negro kaya, biar ikut kaya gak pelit lagi."
20:00
Mulai sadar kalo Charger HP ketinggalan, oh tidak 5 hari harus pinjem sana-sini, mana yang punya SE dikit lagi. Ya sudahlah kubiarkan aja kejadian ini berlalu tanpa kujadikan masalah berarti.
21:00
Tiba-tiba aku mulai merogoh saku, sontak aku berteriak "Aaaahhh..... kunci rumahku ketinggalan, Bapak Ibu lagi berangkat haji." Mulai deh terbayang 5 hari tidur kedinginan di atas sofa. Yang lebih parah lagi kunci motor disimpen dikamar, gimana caranya ngapel ke negeri di seberang sungai???? Ya sudahlah terpaksa naik bis nantinya......
22:00
Tidur dan gak ada kejadian menarik lainnya.
09:00
Baru nyampe prapatan sirongge. Gila lama banget. Langsung deh nyarap di warunge Nani. Busyet.... murah banget, Nasi Rames (sayur 3 macem, tongkol, mendoan) cuma 2000 perak, kalo di Jakarta harga barang kayak gini gak sampe setahun udah bisa beli mobil deh.
Hari-hari berikutnya
Inilah malapetaka sesungguhnya, dirumah sendirian mau pacaran ora patut terus-terusan. Merana kesepian... tidur meringkuk kedinginan...
Sampai akhirnya mbakyuku pulang, aku bisa merasakan empuknya kasur meskipun cuma sehari. Dan pada saat itu terjadilah hal yang cukup penting dalam hidupku. Siap bapak, dan akupun akan berusaha memenuhi janjiku padamu saat itu.
Selengkapnya...

21 Desember 2008

Berjumpa kawan lama

Biasa lah rutinitas weekend, mudik asyik ketemu orang-orang terkasih. Tapi kali ini beda, ketika sedang bercengkrama menikmati indahnya dunia tiba-tiba HPku berdering. Kulihat sebuah nomer tak dikenal menelpon. Wow, tak dinyana Happy teman kuliahku dulu yang menghubungiku. 4 tahun lebih kami berpisah demi melaksanakan tugas negara. Dan lebih wow lagi dia mau datang ke Purbalingga mengajak rekreasi pacarnya yang kuliah di Unsoed. So pasti aku bakal nemuin dia dengan pacarku juga, males banget jadi orang ketiga diantara mereka (bisa-bisa dianggep setannya). Aku cuma bisa bersyukur dan mengucap Alhamdulillah, akhirnya temenku laku juga. Akhir-akhir ini temen-temenku pada laku semua, mulai dari Om Dimz sampai Si Bohay dah punya pasangan. Dikutuk siapa yah sampe-sampe wanita-wanita itu memiih jalan yang *******. Aku jadi semakin percaya kalo jodoh ada ditangan Tuhan, dan setiap orang diciptakan dengan pasangan masing-masing. Jadi gak usah minder yah para sahabat, hahahaha......
-
Kemana kita hari ini??? Taman Reptil, sebuah tempat rekreasi baru di Purbalingga. Kayaknya sih bagus, tapi kayaknya lagi lebih bagus buat rekreasi keluarga. Buat ngajarin anak-anak tentang uler-uleran dan sejenisnya. Kalo buat pacaran mah gak asyik, bawaannya malah geli. Ada satu reptil yang paling seru dari semua reptil disitu. "KADAL". Dengan kemasan akuarium diisi dengan ranting-ranting pemanis tetap aja gak manis. Wah gue dikadalin nih, pikirku. Tapi secara umum lumayanlah, untuk sedikit menambah wawasan anak-anak usia Sekolah Dasar tentang aneka binatang reptil dan serangga. Bagus tapi gak manusiawi eh hewani, kupu-kupu cantik yang seharusnya beterbangan dengan ceria malah dikeringkan dan diawetkan untuk dipajang di balik pigura kaca. Dasar memang manusia, SUNGGUH TER... LA... LU....
-
Hanya sebentar kami di Taman Reptil karena kayaknya gak asyik buat pacaran, gak ada tempat buat menyepi, hehehe.... Karena udah siang kami mengajak kawan lama ini makan. Yah standar Purbalingga apalagi kalo bukan Sroto. Kami menuju Sroto Bancar yang terkenal itu, dengan harapan mencari tempat yang lebih romantis dibelakang menghadap Kali Klawing. Dan ini makin WOW aja, ternyata pacar temenku vegetarian. Ohh... kami berdua pun merasa bersalah, masa dia makan kuah Sroto doang ditambah ketupat. Kalo tau gini kan kita carikan makanan yang lebih beradab buat dia. Mau tidak mau kita pun cuek, ngobrol ngalor ngidul menghabiskan waktu. Bahkan ketika mereka pulang, kami masih asyik melanjutkan obrolan di belakang Kali Klawing itu. Dan tiba-tiba, "Wow" ternyata orang tertinggi di Indonesia yang sering muncul di TV itu makan disamping kami, Jarang ada orang yang sering nongol di TV maen ke Purbalingga. Tapi kita berusaha tetap cool menghadapi ini semua, halah... Obrolan terus berlanjut dan semakin serus. Dan kemudian terciptalah kesepakatan atas sebuah komitmen di masa depan. Bersambung........
Selengkapnya...

SUPERBOY - pejuang yang tak kenal lelah

Manado-Sulawesi Utara
.

Aku datang ke kota yang terkenal dengan 3B (bubur, bibir, bunaken) menjelang Natal. Kota yang dihuni oleh mayoritas umat kristiani ini sedikit lebih semarak dengan lampu-lampu dan hiasan khas Natal di sepanjang Boulevard. Nggak ada yang menarik dari itu semua bagiku (mungkin karena aku sendiri seorang muslim sehingga tidak terlalu merasakan apapun dengan segala aktivitas itu). Tapi ada sedikit penyegaran atas kepenatan kota jakarta yang sumpek penuh kemacetan dengan adanya hingar bingar dan antusiasme warga Kota Manado.
-
Nyaris kebosanan melanda pikiran nakalku, sama sekali tak ada yang istimewa karena aku gagal ke bunaken dengan alasan faktor alam yang tidak mendukung serta waktu yang mepet. Terasa sekali makin garing ketika kami memutuskan untuk ke danau linaw dan bukit kasih tiba-tiba pacarku sms.
Ce-ku : mas lagi jalan-jalan? kemana?
Aku : iya, lagi jalan-jalan ke danau linaw n bukit kasih.
Ce-ku : yah, kalo cuma bukit dan danau sih di banjar banyak.
Aku : emang, bosen abis dek.
Sesampainya di danau linaw kami hanya duduk-duduk menyantap pisang goreng khas Manado, dilanjutkan ke Bukit Kasih. Begitu memasuki gerbang bukit kasih, kami disambut oleh anak-anak pedagang souvenir dan jagung rebus. Yah pertama sih jelas aku cuekin, tapi mereka terus mengikuti kami. Terus berjuang tanpa kenal lelah menerangkan kepada kami semua yang ada di bukit kasih layaknya seorang guide profesional. Aku sendiri sedikit keheranan dengan perilaku mereka, apa sih yang mereka harapkan dari kami? tips? belum tentu kami akan ngasih. atau membeli barang dagangan mereka? itu malah lebih tidak akan aku lakukan. wong barang dagangannya gak terlalu berkualitas kok.
-
Kelihatannya gak istimewa kan? tapi kalo kalian tau betapa panjang dan terjalnya rute yang akan kami lalui. mereka malah semakin semangat memandu kami untuk terus melajutkan perjalanan. kalo setiap hari mereka melakukan itu dan gak ada yang membeli dagangan mereka, kasihan sekali. Sebentar kulihat wajah polosnya, tak ada tampang mengharap, hanya ketulusan yang terpancar dari wajah tak berdosanya. Lambat laun kutanyakan berapa harga barang-barang dagangannya, kubeli beberapa, dan kukasih tips ala kadarnya (sesuai kemampuan PNS, hehehe). Setelah itu kuajak berpose bersamaku salah seorang dari mereka, seneng banget kayaknya diajak photo bareng.
-
Sepanjang perjalanan pulang aku merenung, betapa tulus dan ikhlasnya mereka. Seorang anak kecil yang seharusnya lebih kekanak-kanakan daripada kami. Memberikan pelayanan prima atas profesi yang mereka jalankan. Tanpa memperhitungkan imbalan, tips apalagi korupsi. Tidak seperti kami, PNS yang sedikit-sedikit menanyakan honor, tunjangan, insentif, remunerasi, dan masih pula suka korupsi. Setelah ini aku berjanji untuk meniru mereka meberikan pelayanan prima, tanpa beban uang dan ikhlas lahir bathin, amiiiinnn........
Selengkapnya...

15 Desember 2008

Kalian memang berengsek..!!

sekarang ini banyak orang brengsek, termasuk aku.
mungkin mereka tak sengaja, mungkin mereka cuma becanda, tapi efeknya sungguh besar buatku. orang seneng banget nunjuk orang lain yang gak bersalah, sementara dia sendiri tidak berbuat apa-apa. seolah-olah aku ini orang jahat yang gak mau peduli dengan sekitar, padahal aku lebih banyak bertindak daripada mereka yang bisanya cuma menunjuk. mereka tertawa terbahak-bahak seolah dirinya adalah orang suci tapi nyatanya hanyalah sekedar sampah. mungkin sampah yang dikemas dengan menarik sehingga tampak lebih berharga dari yang belum kadaluarsa. hanya saja sampah tetaplah sampah, tindakannya hanya akan mencemari lingkungan sekitar kalo tidak didaur ulang.


-
goblog,... gak bisa kerja,... gak bisa mikir,... dasar otak udang...!!!


-
lagi-lagi "krisna tuh, krisna sih, sekalian dong kris, loh belum diapa2in krisna?" lah apa peran mereka bagi kehidupan? betul kata orang tua, ketika seseorang menunjuk orang lain sebenarnya 3 jari yang lain menunjuk dirinya sendiri. tapi tetep aja berengsek, omongan itu mau tidak mau akan mempengaruhi persepsi orang terhadapku. ahh.... buat apa kuhiraukan mereka, aku hanya akan melakukan apa yang menurutku pantas aku lakuin. HIDUP DUNIAKU.....!!!!
Selengkapnya...

11 Desember 2008

hati-hati merawat bayi kita

Kadang kita tidak tau dengan tindakan kita dalam merawat bayi. hati-hatilah karena ternyata banyak kebiasaan dalam budaya kita yang ternyata tidak baik dari sisi medis.


Menyunat bayi perempuan.
Di dalam adat istiadat kita, ada yang mewajibkan bayi perempuan untuk disunat, tapi perlu diketahui ternyata menyunat bayi perempuan tersebut tidak baik, karena kelat mempengaruhi kepekaan terhadap seksual saat anak tersebut dewasa. Biasanya dokter yang diminta menyunat bayi perempuan hanya sekedar membersihkan bagian klitoris saja dan tidak ada pemotongan.
0


Menutup pusar dengan koin.
Menekan pusar dengan koin umunya dilakukan supaya pusar bayi tidak bodong. Pada hal ini malah mengundang timbulnya infeksi karena pusar yang baru saja putus dan belum terlalu kering dan sempurna. Dalam kondisi ini tidak bisa ditutupi dengan koin dipusar, tapi perlukan tindakan medis dulu.
0


Membedaki area seputar vagina.
Bagi bayi perempuan, setelah membersihkan bagian vagina bayi dengan air, jangan menaburkan bedak disekitar daerah tersebut walaupun kelihatan kering, karena kurang tepat atau kurang baik karena akan mengenai sekitar vagina dan akan mengotori akibatnya menyebabkan infeksi saluran kencing.
0


Mengorek putih-putih di vagina.
Bagi bayi perempuan, baru lahir kerap ditemui putih-putih menyerupai gel yang menempel pada bagian dalam vagina, tepatnya disekitar klitoris. Ini terjadi karena bayi lahir masih dipengaruhi hormone si ibu. Biasanya ibu akan membersihkannya dengan cotton bud dan mengoreknya, lebih baik dibersihkan dengan air hangat. Karena itu nanti akan hilang sendiri. Kalau dikorek akibatnya akan melukai bagian klitoris.
0


Mengorek telinga.
Membersihkan telingan bayi tak perlu mengorek sampai bagian dalam telingan, cukup bagian daun telinga saja, karena telinga sebenarnya mempunyai mekanisme mengeluarkan kotoran alias akan keluar sendiri, jadi jangan khawatir kalau kotoran akan sampai mengumpal dan menyumbat telinga, kecuali ada penyebab tertentu, misalnya infeksi telinga.
0


Membersihkan putih-putih di lidah.
Putih-putih dilidah disebabkan oleh sisa ASI atau susu formula yang menempel. Membersihkan ya tidak perlu menyikat atau gosok-gosok dengan kuat, tapi lakukan dengan kain kassa dan pakai telunjuk tangan dan air putih, karena akan merusak permukaan lidah bayi apabila dilakukan dengan sikat.
0


Menggunakan sarung tangan.
Sarung tangan biasanya digunakan untuk menghangatkan bayi, juga membngkus kuku-kuku bayi yang panjang yang bisa menggores muka atau bagian bayi lainnya.baiknya sarung tangan tidak dipakai lagi setelah 1 bulan, karenapada sat sebulan bayi sudah mampu mengontrol suhu tubuhnyajadi tidak perlu takut kedinginan.karena pemakaian sarung tangan akan menghambat tubuh kembangnya. Jadi kalau kiki yang panjang ibu lebih baik memotongnya dengan gunting khusus bayi. Itu akan lebih baik.
0


Melilikan gurita terlalu kencang.
Anggapan bahwa pemakaian gurita terlalu kencang akan membuat perut bayi kempis atau tidak buncit, tetapi itu salah karena perut bayi yang buncit itu akan hilang sendiri.karena pemakaian gurita pada bayi akan membuat bayi sesak dan menghambat perkembangan pertumbuhan organ disekitar rongga dada dan perut.
0


Memberikan pisang dan nasi.
Bila bayi belum 6 bulan jangan memberikan pisang dan nasi. Karena sistim pencernaan bayi belum sempurnakarena hanya mampu menerima asupan susu. Perlu diketahui usus bayi baru lahir belum memiliki enzim yang mampu mencerna karbonhidrat dan serat-serat tumbuhan yang begitu tinggi. Dan bisa membuat sumbatan pada usus atau diare berlebihan pada bayi.
Selengkapnya...

09 Desember 2008

Teman Misterius "Si Pembuat Bendungan"

Amri namanya. Ia adalah seorang anak yang senang berolahraga, membaca buku dan mengenal binatang. Ia paling suka membaca buku tentang binatang sehingga pengetahuannya sangat banyak. Hampir setiap gambar binatang yang dilihatnya, Amri dapat menceritakan dengan jelas. Karena itu, Amri sangat disukai oleh teman-temannya. Mereka suka berbincang-bincang dengan Amri di saat istirahat di sekolah atau dalam perjalanan.
Amri juga adalah seorang pecinta alam. Teman-teman dan keluarganya sangat tahu kesenangan Amri tersebut. Bahkan keluarganya sering mengajaknya berlibur di akhir pekan atau di masa liburan jika cuaca cerah.
Setiap liburan, selalu saja ada kejadian menarik. Kadang-kadang ia memperoleh teman-teman baru. Di lain waktu, ia dapat tambahan pengetahuan tentang binatang dan alam. Hatinya semakin gembira dan tak sabar menunggu saatnya berkemah datang. Segera terbayang di dalam pikirannya kejutan-kejutan dan petualangan apa yang akan ia temui nanti.

Hari Pertama dalam Perkemahan
Hari pertama acara berkemah berjalan seperti biasa. Amri dan keluarganya mendirikan kemah dan menyusun barang-barang perlengkapan bersama-sama. Pekerjaan tersebut baru selesai menjelang malam. Amri terpaksa harus menunggu hingga pagi untuk memulai petualangan barunya, menjelajahi alam sekitar perkemahan.
Keesokan harinya, Amri bangun pagi-pagi. Ia sudah tidak sabar untuk mengenal lingkungan alam barunya. Amri keluar bersama-sama ayahnya. Terlihat pohon-pohon besar dimana-mana. Di antara pohon-pohon tersebut, banyak bunga yang sedang bermekaran penuh warna. Sayup-sayup terdengar suara gemericik air. Terdengar juga kicauan burung saling bersautan. Seperti sebuah paduan suara yang indah.
Amri sangat terpesona dengan pemandangan dan suasana alam di tempat itu. Tak terasa hari sudah mulai siang. Saatnya kembali ke kemah telah tiba.
Amri menceritakan pemandangan yang ia lihat kepada ibu dan kakaknya dengan penuh kekaguman. Keduanya menjadi tertarik untuk ikut berjalan-jalan bersama Amri. Mereka merasa penasaran untuk mengetahui asal suara gemericik air itu.
Hari berikutnya, Amri dan kakaknya menjelajahi alam sekitar perkemahan. Dengan mengikuti suara gemericik air, mereka berdua bertemu dengan sebuah sungai. Beberapa batang pohon tampak bergeletakan di tepian sungai itu. Ada juga pohon-pohon yang hanya bersisa pangkalnya saja.
Siapa yang menebangi pohon-pohon ini? Apa gunanya pohon-pohon itu dirobohkan?
Tiba-tiba, terdengar kakaknya memanggil, “Amri lihatlah, banyak potongan pohon di sungai!”
Amri terkejut. Ia menahan nafasnya. Bagaimana semua ini terjadi? Tak ada tanda-tanda ada orang lain di sekitar daerah itu. Setelah sekian lama menjelajahi daerah sekitar sungai itu, mereka berdua kembali lagi ke kemah.
Hari-hari berikutnya, Amri dan kakaknya kembali mengunjungi sungai tersebut. Tetapi setiap mereka kembali ke kemah, pikiran mereka semakin dipenuhi tanda tanya. Semakin banyak saja pohon-pohon yang terpotong dan terapung di sungai. Batang-batang pohon itu tampak telah dibersihkan dari ranting-rantingnya dan disusun secara sengaja di tengah sungai.
Bahkan kini aliran sungai semakin tenang dan mulai terbentuk sebuah waduk kecil. Amri mulai berpikir bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi di daerah itu. Mungkin ada seseorang yang setiap hari datang ke tempat itu. Tetapi, siapakah tamu misterius ini?

Amri Bertemu dengan Sang Tamu Misterius
Amri berjalan ke arah air sungai dengan pelan-pelan. Potongan pohon-pohon semakin banyak. Tapi tetap saja tak ada orang di sekitar tempat itu. Aneh, pikirnya.
Ketika Amri akan memanggil kakaknya, tiba-tiba sesuatu bergerak-gerak di dalam air. Segera Amri beringsut mundur dan bersembunyi. Dilihatnya dua ekor hewan yang lucu sedang berenang di dalam air. Mereka tampak belum mengetahui kehadiran Amri.
Tak berapa lama kakak Amri datang. Ia berbisik dengan penuh kekaguman, “Ah... ternyata pelaku pemotongan dan penyusun batang pohon ini adalah berang-berang!”
Amri sangat gembira. Ia dapat melihat langsung hewan bernama berang-berang yang selama ini hanya ia saksikan dari buku-buku.
Hari itu Amri dan kakaknya menghabiskan waktu mereka mengamati bagaimana kedua makhluk lucu itu bekerja. Pemandangan yang sangat menarik.
Menurut kakaknya, berang-berang selalu membuat sarangnya dengan membendung air sungai. Mereka mengumpulkan ranting-ranting pohon dengan mulutnya dan menumpuknya di atas potongan-potongan batang pohon.
Tiba-tiba, salah satu dari kedua berang-berang itu keluar dari air. Ia berjalan menuju satu batang pohon di tepi sungai. Dipanjatnya pohon itu dan mulailah ia memotong daun dan rantingnya. Kemudian turun lagi dan menggerogoti pangkal batang pohon tersebut dengan giginya. Terlihat berang-berang itu berputar mengelilingi batang pohon sambil terus menggerogotinya. Hasil potongannya tampak sama dari setiap sisi hingga pangkal batang pohon itu kini menjadi lancip seperti ujung pensil.
Amri sangat kagum dengan cara berang-berang itu memotong pohon.
Krraaak...kraaak...kraakk ... buk! Tiba-tiba batang pohon yang digerogoti berang-berang tersebut roboh dan jatuh ke arah sungai. Kini tentunya tidak ada masalah bagi berang-berang itu untuk memindahkan batang pohon yang terapung di atas air.
Berang-berang yang satu lagi tampak muncul dan menepi. Ia menuju satu pohon yang lain dan mulai menggerogotinya. Tak berapa lama, pohon itupun roboh. Kemudian, beberapa pohon lainpun roboh juga. Semuanya roboh ke atas air seolah-olah arah jatuhnya telah diperhitungkan oleh berang-berang tersebut.
Amri sungguh terkejut, ia tidak pernah mengira tentang cara berang-berang tersebut merobohkan dan mengangkut batang-batang pohon. Ia dan kakaknya memperhatikan hal itu dengan penuh kekaguman. Mereka saling berkomentar.
“Sungguh, belum pernah terpikir olehku teknik bekerja seperti itu. Tetapi aku pernah membaca di sebuah buku bahwa begitulah cara berang-berang merobohkan pohon agar jatuhnya ke atas air. Kadang sesekali gagal juga. Jika gagal, mereka akan menyeret batang pohon tadi dengan giginya ke arah air.
Amri, saatnya kita kembali ke kemah. Nanti, Kakak ceritakan lebih lengkap tentang berang-berang ini? Kalau kamu tertarik kamu juga bisa membaca beberapa buku tentang binatang yang kita bawa.” Kata kakaknya.
“Wah, asyik! Hebat sekali berang-berang itu. Tapi aku belum mengerti cara mereka membuat perhitungan dan bekerja atas perhitungan itu. Mengapa mereka membuat sarang di atas air sungai? Apakah gigi mereka tidak cepat tumpul, karena memotong pohon? Ah... sebenarnya masih banyak lagi yang ingin aku ketahui...” jelas Amri.
“Boleh saja. Tetapi sekarang kita harus segera kembali ke kemah. Hari sudah mulai petang. Aku takut Ibu sudah mencemaskan kita. Aku juga sudah mulai lelah. Yuuk...!” ajak kakaknya.
Segera mereka bergegas meninggalkan sungai itu. Sepanjang perjalanan, Amri masih saja penasaran. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.
Sesampai di kemah, Ibu telah mempersiapkan makanan yang amat lezat.
Seusai makan malam, mereka bersama-sama membaca buku. Namun kakak Amri segera tertidur lelap karena lelah. Akhirnya Amri pun membaca sendirian.
Pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab siang tadi kini muncul kembali. Ia merencanakan sesuatu untuk acara besok pagi. Ia akan keluar pagi-pagi dan mendatangi berang-berang di sungai itu. Uuaaah... Amri menguap. Tidak lama kemudian Amri pun tertidur juga.

Kejutan Besar
Pagi sekali Amri sudah bangun. Yang lain tampak masih terlelap. Pelan-pelan, ia pergi ke sungai sendirian. Sesampai di sana dilihatnya sang berang-berang sudah bekerja. Amri memberanikan diri untuk mendekati berang-berang tersebut dan mengajak berbicara.
“Hai... Namaku Amri. Bolehkah aku berkenalan dengan kalian?”
Awalnya berang-berang tersebut tampak takut. Tapi setelah melihat sikap Amri yang ramah dan bersahabat akhirnya berang-berang yang lebih besar mendekati Amri dan mulai berbicara.
“Tentu saja boleh. Saya Pak Berang dan ini istri saya Bu Berang. Senang sekali berkenalan denganmu.”
Amri sungguh gembira. Ia kini bisa bertanya langsung kepada mereka.
“Aku ingin tahu tentang kalian. Untuk apa kalian membawa potongan pohon itu ke air dan menumpuknya di sana?” tanya Amri.
“Amri, biasanya pasangan berang-berang seperti kami berpindah tempat untuk membuat sarang baru. Kami sendiri juga baru datang dan mengenali sungai ini. Sekarang kami sedang membuat sarang. Kami perlu air yang tenang untuk membuat sarang, untuk itulah kami harus membendung air sungai dengan potongan-potongan batang pohon itu. Sekarang kamu lihat, sungai ini sudah menjadi waduk kecil,” terang pak Berang.
“Jadi, kalian sedang membuat waduk? Hebat sekali! Tahukah kalian, manusia perlu bertahun-tahun untuk membuat waduk dengan membendung air. Pak Guru geografi juga pernah menjelaskan tentang waduk dan proyek pembangunannya di negara kami. Pastilah sulit sekali membangun bendungan di dalam air yang mengalir deras. Tetapi pekerjaan kalian sungguh hebat. Bagaimana kalian bisa menyumbat aliran air yang deras? Darimana kalian menemukan caranya? Apakah kalian meniru manusia dalam membuat bendungan? Apakah...”
Amri berusaha menyusun kata-kata untuk setiap pertanyaan yang muncul di dalam pikirannya dengan penuh rasa heran. Pak dan Bu Berang malah tertawa-tawa mendengarnya. Bagi mereka, semua pekerjaan itu terasa mudah dan tidak sulit untuk dilaksanakan.
“Tenang Amri... Saya akan jawab pertanyaanmu satu per satu. Jangan khawatir, kamu akan tahu semuanya. Sejak lahir kami sudah tahu bagaimana membuat bendungan dan membuat sarang. Tentu hal ini tidak datang dengan kebetulan. Kami tidak secara kebetulan mengatakan: “Ayo kita bersama-sama membangun bendungan, membuat sarang di atas air!”
Dari sebelum lahir, kami sudah dibekali pengetahuan tentang ini dan bagaimana mengerjakannya dengan baik. Kami tahu betul apa pekerjaan kami dan bagaimana melaksanakannya. Kami tahu bagaimana cara merobohkan pohon dan mengangkutnya ke air.”
Ketika Amri masih mendengarkan penjelasan Pak Berang dengan penuh perhatian, tiba-tiba terdengar suara dari belakangnya. Ia pun menoleh...
“Aku juga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaanmu Amri. Tetapi sebelumnya kamu harus menjelaskan kenapa kamu meninggalkan kemah sendirian? Kalau saja kami tidak melihat pesan yang kamu tinggalkan pastilah kami sudah sangat cemas...” kata kakak Amri.
“Maaf, kak. Aku tidak sabar lagi, karena aku ingin tahu tentang berang-berang ini. Aku juga tahu kalau Kakak pasti bakal membaca pesanku... Kalau begitu, Kakak pasti tahu siapa yang mengajarkan semua pekerjaan ini kepada berang-berang?”
“Begini Amri... Pekan lalu kita membaca Al Qur’an bersama-sama. Kamu tentu masih ingat ayat-ayat yang kita baca. Allahlah yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Dalam hal ini, kita juga sudah membaca tentang hewan-hewan dan apa saja hal-hal menakjubkan yang mereka lakukan. Kita yakin bahwa mereka tidak mungkin melakukan hal-hal menakjubkan tersebut dengan kemampuan mereka sendiri. Pasti ada yang mengajari mereka melakukan hal-hal tersebut,” jelas kakak Amri.
“Ya, Kak. Aku masih ingat,” kata Amri.
Kakak Amri melanjutkan. “Jadi begitulah Amri. Semua binatang bertingkah laku sesuai dengan petunjuk dari Allah. Sejak lahir mereka sudah tahu bagaimana bertingkah laku. Sedangkan kita manusia perlu bertahun-tahun untuk menyelesaikan pekerjaan yang sama. Kita harus memakai teknologi, membaca buku dan melakukan percobaan. Sedangkan, para binatang, dengan mudahnya menyelesaikan pekerjaan semacam itu. Bahkan binatang-binatang dapat menyelesaikan pekerjaan yang belum diketahui para ilmuwan. Pak dan Bu Berang menyelesaikan pekerjaan mereka atas petunjuk dari Allah.
Sekarang, jika Pak Berang bisa menjelaskan apa yang sedang beliau kerjakan maka kamu akan memahami apa yang Kakak jelaskan.
“Betul Amri. Akan saya jelaskan bagaimana kami membuat sarang. Kamu akan tahu bahwa kami tidak mampu mengerjakan ini semua dengan menggunakan akal kami yang sederhana ini,” jelas pak Berang.
Amri mendengarkan penjelasan dari Kakaknya dan Pak Berang dengan tekun. Ia menyadari pentingnya penjelasan tersebut. Ia pun dengan cermat berusaha menyusun pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam kepalanya.
“Pak Berang, aku memperhatikan kalian memotong pohon dan mengangkutnya dengan menggunakan tangan dan gigi. Kok gigi kalian kuat sekali? Kalau saja aku memakai gigiku untuk memotong pohon-pohon itu pasti sudah rontok semuanya. Aku pasti tidak bisa melakukan apa yang kalian kerjakan.”
“Pertanyaan yang bagus. Dalam setahun, saya dan istri bisa merobohkan hampir 400 pohon. Semuanya kami lakukan dengan menggerogotinya memakai gigi-gigi kami. Kami memakai empat gigi depan untuk memotong pohon. Meski agak berbeda dengan gigi kalian, lama-lama gigi kami juga tumpul. Tetapi itu tidak menjadi masalah karena gigi depan kami akan memanjang kembali. Dan itu terjadi selama masa hidup kami.” jelas pak Berang.
“Jadi apakah seperti kuku-kuku kami, gigi-gigi kalian juga selalu memanjang?” tanya Amri.
“Saya yang akan menjawab pertanyaanmu itu Amri, “ jawab bu Berang. “Benar! Allah telah membedakan gigi kami dengan makhluk lain. Kalau tidak memanjang, tentu gigi kami sudah habis dan kami sulit mencari makanan apalagi membuat sarang. Tentulah, kami akan mati kelaparan dan tidak bisa menghasilkan keturunan. Akhirnya kami bisa punah dan tidak akan berada di depan kalian seperti sekarang. Mungkin kamu pun tak akan menemukan satu berang-berang pun di dunia. “
“Bagaimana kalian belajar berenang? Kulihat kalian pandai sekali berenang, sementara aku baru saja mulai bisa berenang. “tanya Amri.
Bu Berangpun menjawab, “ Amri yang baik, tidak lama setelah lahir, semua berang-berang sudah bisa mulai berenang. Itu hal yang sangat mudah bagi kami. Bentuk badan kami cocok sekali untuk berenang. Kaki kami lebar sehingga mudah untuk mendorong air. Ekor kami juga seperti dayung yang memudahkan kami bergerak di dalam air. Kalau kamu memakai kacamata renang untuk melindungi mata agar tidak kemasukan air dan tetap dapat melihat di dalam air, kami pun mempunyai kacamata alami semacam itu. Mata kami mempunyai kelopak mata khusus yang tembus cahaya dan melindungi mata kami dari air. Lubang telinga dan hidung kami juga mempunyai penutup yang menjaga keduanya agar tidak kemasukan air.”
“Tahukah kalian bahwa aku juga bisa berenang lebih cepat jika memakai sepatu katak. Tetapi sepatu itu harus dibelikan oleh Ayahku sementara kalian sudah mempunyai alat semacam itu sejak lahir. Allah benar-benar telah menciptakan kalian dengan sifat-sifat dan bentuk tubuh yang kalian perlukan, “kata Amri.
“Benar sekali Amri! Pak Berang, jelaskanlah kepada kami tentang pembuatan bendungan?” tanya kakak Amri.
Pak Berang menjawab, “Untuk membuat bendungan, yang pertama kita lakukan adalah memasukkan batang-batang pohon yang besar ke dalam sungai. Setelah itu barulah batang-batang yang lebih kecil kami susun di atas batang yang besar tadi. Tetapi kita harus menyusunnya dengan kuat sebab kalau tidak aliran air yang deras akan mencabut dan menghanyutkannya. Untuk itu, kami harus membuat galian yang cukup dalam dan membuat pondasi yang kuat dengan batu-batu sehingga dasar bendungan ini menjadi kokoh. Bahkan, kami perlu bahan-bahan lain agar dasarnya tidak mudah hancur. Batang-batang pohon yang kami kumpulkan kami lekatkan satu sama lain dengan adonan khusus dari tanah liat dan dedaunan. Bahan tersebut tidak akan terterobos air dan mampu menahan aliran air yang cukup kuat.”
“Ow, begitu ... Kalau tidak demikian, tentu usaha kalian akan sia-sia, “ kata Amri.
Ibu Berang menjawab, “ Benar Amri. Bendungan yang kami buat ini sangat kuat dan semakin hari semakin besar. Ketika bendungan makin besar, jumlah air yang terbendung juga semakin banyak. Setelah tiga bulan, seperti yang kamu lihat, sungai ini sudah menjadi waduk kecil. Namun ketika waduk semakin besar, kami harus memperkuat bendungan dan menutup kebocoran yang terjadi. Kami menggunakan ekor kami untuk menutup sela-sela batang pohon dengan adonan tanah liat dan dedaunan.
O ya, ada satu hal penting yang akan saya tunjukkan kepadamu. Coba perhatikan dengan baik bentuk bendungan yang kami kerjakan. Melengkung bukan? Bentuk seperti itu disebut cembung. Semua berang-berang membangun bendungan dengan bentuk cembung. Kami juga membuat kemiringan bendungan kira-kira 45 derajat.”

Penjelasan Pak dan Bu Berang semakin menambah kekaguman Amri. Dengan kagum ia mengomentari penjelasan tersebut.
“Darimana kalian memperoleh pengetahuan seperti itu? Guru kami pernah mengajak kami ke waduk. Beliau menjelaskan bahwa bendungan-bendungan yang dibuat manusia sekarang ini berbentuk cembung seperti yang kalian buat. Bentuk bendungan yang cembung adalah bentuk yang paling kuat untuk menahan tekanan air. Kemiringan 45 derajat juga akan memperkecil tekanan pada dinding bendungan.
Bagaimana kalian tahu semua itu? Siapa yang mengajari kalian? Saya tahu bahwa bendungan dirancang oleh para insinyur. Kakak saya juga seorang insinyur, tetapi ia harus belajar bertahun-tahun dan pergi ke luar negeri untuk menjadi insinyur. Kalian tidak pernah sekolah, bagaimana kalian tahu segala sesuatu semacam itu? Apakah kalian mencoba-coba secara terus menerus? Atau adakah yang mengajari kalian?”
Kakak Amri menjawab,” Amri, tentu saja keluarga berang-berang tidak melakukan itu semua dengan kebetulan. Sebelumnya kamu pernah bertanya tentang seseorang yang bernama Darwin, kan? Dari buku-buku yang kamu baca, ada yang mengatakan bahwa binatang muncul dan memperoleh segala sifat-sifatnya dengan kebetulan. Ternyata pernyataan tersebut tidak didukung oleh bukti yang nyata. Penemuan dan pernyataan Darwin tersebut adalah kebohongan belaka.”
“Iya, aku mengerti yang Kakak maksudkan. Tentu tidak mungkin Pak dan Bu Berang mengetahui semua hal ini dengan kebetulan, “ kata Amri.
Pak Berang menambahkan, “Amri, seperti yang saya katakan tadi, kami telah mengetahui semua ini sejak lahir. Tentu saja kami tidak pergi ke sekolah dan melakukan percobaan-percobaan untuk dapat membangun bendungan. Kalau ada yang mengatakan bahwa keahlian kami ini kami peroleh secara kebetulan kamu bisa menanyakan hal-hal sebagai berikut:
Pertama, kalau perbuatan kami berdua adalah kebetulan, tentu berang-berang yang lain juga akan secara kebetulan membuat sarang dengan berbagai bentuk yang lain. Nyatanya semua berang-berang membangun sarang dengan bentuk dan cara yang sama. Apakah itu suatu kebetulan?
Kedua, ketika gigi-gigi depan kami mulai aus dan memendek, gigi tersebut akan memanjang kembali. Semua berang-berang juga mengalami hal yang sama. Jelas hal ini bukan suatu kebetulan.
Jadi, betulkah perkataan Darwin tadi. Kamu akan semakin mengerti bagaimana bendungan dibuat dengan bentuk cembung dan perhitungan apa saja yang diperlukan. Tanyalah kepada kakakmu.”
“Betul sekali Pak Berang.Allahlah yang mengajarkan semua itu. Ibu pernah berkata bahwa Allah lah yang Maha Mengetahui dan pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu. Allah telah mengajari kalian dan juga semua berang-berang lain di dunia ini. Inilah bukti bahwa tidak ada yang bisa menyamai pengetahuan Allah. Selain itu, aku mengerti bahwa Allah yang mengajari hewan lain sesuai dengan keistimewaan dan cara hidup masing-masing,” sahut Amri.
“Betul Amri. Allah yang memberi kekuatan dan mencipta semua makhluk hidup. Ada satu ayat dalam Al Qur’an yang berhubungan dengan hal ini:

“Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari jenis hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedangkan sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah meciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sehingga Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [Surat An-Nuur: 45]

Amri kemudian bertanya, “Pak Berang, kalian kan membangun bendungan untuk membuat sarang. Aku tidak melihat ada sarang di sekitar sini. Aku hanya melihat potongan-potongan pohon. Di mana kalian membuat sarang kalian?”
Pak Berang menjawab, “Kamu benar. Kamu akan sulit melihat sarang kami dari luar. Kami sengaja menyembunyikannya agar lebih aman. Ketika kami membangun bendungan kami membuat sarang kami di bagian pinggir waduk dekat dengan tepi sungai. Kalau di lihat dari atas memang seperti tumpukan kayu saja. Tetapi jangan tertipu karena kami membangun bagian dalamnya dengan baik. Keamanan menjadi perhatian khusus kami. Karena itu, pintu masuk ke sarang hanya dapat ditempuh dari dalam air. Jadi, tidak sembarangan yang bisa masuk. Untuk masuk ke dalam sarang harus melewati lorong yang tidak diketahui siapa pun kecuali kami.”
“Wah, pintar sekali. Sarangmu seolah-olah benteng yang dikelilingi parit sehingga sulit diterobos.”
Pak Berang melanjutkan,” Setelah melewati lorong itu, akan ada sebuah ruangan yang kami bangun di atas permukaan air. Kami sekeluarga tinggal di ruangan itu. Kadang kala kami membuat sarang kami dengan dua lantai. Ada ruang depan dan ruang tamu di lantai pertama sementara ruang makan dan ruang tidur di lantai kedua. Ada dua pintu masuk yang berada di dalam air di samping lubang angin di bagian atas. Dengan bentuk seperti itu kami merasa nyaman di dalamnya serta terlindung dari bahaya dari luar.”
“Ck,ck,ck... sungguh luar biasa! Sungguh tidak terduga, dari luar benar-benar seperti tumpukan kayu. Penyamaran yang cerdas. Saya masih punya satu pertanyaan lagi. Berapa tinggi bendungan ini?” tanya Amri.
“Kadang-kadang ada yang membuat dengan ketinggian hingga 3 sampai 4 meter. Sebetulnya tidak perlu setinggi itu untuk membuat sarang. Namun di musim dingin air di waduk kami akan membeku menjadi es. Kalau kurang dalam air akan membeku semua hingga ke dasarnya. Tentu saja kalau itu yang terjadi kami tidak bisa bergerak di dalam air. Karena itulah kami membangun bendungan hingga ke dasar sungai agar ketika bagian atas waduk membeku masih ada tempat yang cukup terisi air bagi kami untuk bertahan hidup, “jelas pak Berang.
Kakaknya Amri menambahkan, “Pak dan Bu Berang tahu betul apa yang mereka kerjakan. Kita tidak pernah berpikir untuk membangun sarang di atas waduk seperti itu. Sementara itu, teman-teman kita ini telah menemukan cara mereka untuk mengatasi setiap kemungkinan yang terjadi di kemudian hari. Tentunya Allah-lah yang telah mengatur ini semua dengan memberi mereka keahlian dan pengetahuan.”

Amri tiba-tiba ingat tentang kakaknya. Kakak Amri adalah seorang insinyur. Ia harus belajar bertahun-tahun di perguruan tinggi untuk menjadi insinyur.
Suatu hari Amri masuk ke kamar kakaknya dan melihat pekerjaan rumahnya. Pada waktu itu Amri mengira bahwa tugas kakaknya hanya menggambar gedung, jembatan, dan semacamanya. Tapi ternyata apa yang dilakukan kakaknya sungguh mengejutkan dan tidak dapat ia mengerti. Sepertinya kakaknya harus mengeluarkan usaha keras untuk itu. Dilihatnya begitu banyak garis dan angka yang terdapat dalam kertas-kertas dan buku-buku kakaknya. Amri tidak paham untuk apa semua itu dan apa gunanya. Keheranannya semakin bertambah ketika kakaknya mengatakan bahwa pada akhirnya garis-garis dan angka-angka tadi akan menjadi sebuah gedung.
Ternyata pekerjaan seorang ahli bangunan sangat rumit. Apalagi kata kakaknya bahwa apa yang ia lakukan hanyalah sebagian saja dari proyek pembuatan bangunan. Pada bagian lain akan ada para pekerja bangunan yang memilih dan menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk proyek tersebut.
“Hebat sekali! Sarang yang kalian bangun seolah-olah sebuah proyek yang dirancang oleh kakakku. Kalian telah memperhitungkan dengan baik setiap pembangunan sarang. Aku ingat bagaimana kakakku bekerja hingga larut malam untuk menyelesaikan perhitungan-perhitungan sulit semacam itu, “ jelas Amri.
Kakak Amri menjawab, “Kamu benar Amri. Teman-teman kita, berang-berang ini, tidak hanya menyelesaikan pekerjaan rumit para insinyur seperti yang kakak lakukan tetapi juga pekerjaan para pekerja bangunan. Ini semua adalah bukti akan besarnya nikmat yang Allah berikan kepada mereka berupa keahlian membuat bendungan.
Eh... Amri kita harus kembali ke kemah. Terima kasih atas segalanya. Amri telah mendapatkan jawaban atas rasa penasarannya. Sekarang kita harus berpisah.”
“Aku ingin berterima kasih juga. Senang sekali berbincang-bincang dengan kalian. Sebenarnya aku masih belum ingin berpisah dengan kalian. Kalau tidak keberatan aku akan mengunjungi kalian selama kami masih berkemah di sekitar sini.”kata Amri.
“Tentu saja kamu boleh kemari setiap saat. Kamu nanti juga bisa melihat hasil pekerjaan kami. Sampai jumpa Amri, “sahut pak Berang.
“Sampai ketemu lagi...,” kata bu Berang.
Amri benar-benar kagum dengan pekerjaan berang-berang. Semua pertanyaannya kini sudah terjawab. Ia ingin segera kembali ke kemah dan menceritakan apa yang baru saja ia alami dan pelajari.

Seperti Amri, kalian akhirnya juga mengetahui lebih banyak tentang berang-berang. Seperti yang telah kalian baca, teman-teman baru Amri dapat mengerjakan pekerjaan yang rumit karena keahlian yang telah mereka peroleh sejak lahir. Berang-berang tidak pergi ke sekolah seperti kakak Amri. Tetapi mereka tahu bagaimana harus mengerjakan pekerjaan tersebut. Itu semua karena Zat Yang Maha Kuat dan Mengetahui telah mengajari dan memberi petunjuk kepada mereka. Dialah Allah yang menciptakan kita semua.
Ingatlah! Makhluk seperti berang-berang tak akan bisa melakukan semua hal tadi dengan kebetulan. Tidak mungkin pula mereka muncul secara kebetulan lengkap dengan bentuk tubuh yang cocok dengan kebutuhan dan cara hidup mereka. Bukan pula suatu kebetulan jika mereka dapat membangun bendungan dalam air yang mengalir deras dan mampu menahan tekanannya. Harus pula diketahui bahwa keahlian seperti itu juga dimiliki oleh semua berang-berang.
Satu lagi! Jika berang-berang tadi kehilangan salah satu saja dari sifat-sifat dan keahlian mereka maka mereka akan sulit bertahan hidup. Gigi mereka contohnya. Seandainya gigi depan mereka tidak aus dan sebaliknya gigi belakang mereka tumbuh terus maka akhirnya berang-berang tersebut tak akan bisa menggunakan mulutnya karena gigi-gigi yang semakin panjang. Lalu bagaimana mereka akan memotong batang pohon dan membangun bendungan? Bagaimana mereka akan membuat sarang? Tentu itu semua tak akan terwujud dengan mulut yang penuh gigi seperti itu. Mereka tak akan bisa makan dan akhirnya, mati.
Selain gigi yang istimewa, bagian lain tubuh mereka juga sudah diciptakan cocok dengan cara hidup mereka. Ada selaput tipis yang bisa melindungi mata mereka ketika mereka menyelam. Mereka dilengkapi pula dengan penutup hidung dan telinga sehingga tidak akan kemasukan air. Semua keistimewaan tadi hanya dimiliki oleh berang-berang. Di samping itu, kaki belakang mereka lebar, ekor kuat dan lebar yang memudahkan mereka bergerak di dalam air seperti ikan-ikan. Semua keistimewaan itu telah dimiliki oleh berang-berang sejak mereka lahir.
Jadi, jelaslah mengapa Amri sangat kagum dengan keistimewaan yang dimiliki teman-teman kecilnya itu?
Berang-berang, sejak lahir telah dibekali dengan bentuk badan yang istimewa dan juga pengetahuan serta keahlian dalam membuat bendungan. Dengan ilmu yang Allah berikan tersebut mereka mampu membuat sarangnya. Allah-lah yang yang mempunyai kekuasaan menciptakan berang-berang dengan keistimewaannya tersebut.
Allah menciptakan semua makhluk hidup lengkap dengan sifat-sifat yang sesuai dengan kebutuhan dan cara hidup masing-masing.
Allah Maha Pengasih dan Penyayang kepada makhluknya. Dalam Al Qur’an Allah berfirman:

“Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.” [Surat Thaahaa: 98]
Selengkapnya...

Peluang Bisnis Kambing Korban

Kemaren sebelum Idul Adha, aku nyarap bubur di depan lapangan merah. Di sana banyak sekali pedagang kambing yang mencoba meraup untung dengan memanfaatkan moment spesial ini. Sambil makan, aku ngobrol ngalur ngidul dengan seorang pedagang yang kebetulan mangkal di samping tukang bubur itu. Ternyata mereka datang jauh-jauh dari kampung karena yakin atas profit yang bakal mereka hasilkan dengan jualan kambing korban ini. Lama-kelamaan pembicaraan menjadi semakin menarik ketika kupancing untuk membocorkan berapa kira-kira keuntungan yang didapet. Ternyata bisnis pemeliharaan kambing ini punya nilai investasi yang cukup menguntungkan. Dan setelah dipikir masak-masak ternyata usaha ini bisa kita jadikan usaha sampingan dengan skala rumahan.
-
Sekarang mari kita mulai itung-itungan dan mulai menganalisa usaha ternak kambing ini:
A. PENGELUARAN
Bibit 1 ekor pejantan @ Rp. 800.000,00 = Rp. 800.000,00
Bibit 6 ekor betina @ Rp. 800.000,00 = Rp. 4.800.000,00
Kandang = Rp. 400.000,00
Makanan = Rp. 500.000,00
Obat-obatan = Rp. 100.000,00
Total Pengeluaran = Rp. 6.600.000,00
B. PEMASUKAN
Dalam 1 tahun, seekor betina beranak 2 ekor sehingga dihasilkan 12 ekor kambing yang akan dijual. Dengan asumsi harga pasar diwaktu hari raya korban sebesar Rp. 1.000.000,00 maka dihasilkan pemasukan sebesar Rp. 12.000.000,00.
Dengan menggunakan asumsi jumlah kotoran kambing sebanyak 100 karung dalam satu tahun dan harga satu karung kotoran kambing sebesar Rp 6.000,00 maka dihasilkan pemasukan Rp 600.000,00
Total Pemasukan = RP. 12.600.000,00
C. KEUNTUNGAN
Dari analisa bisnis peternakan kambing korban diatas, maka dihasilkan income setahun sebesar Rp 6.000.000,00 (Rp 12.600.000,00 - Rp 6.600.000,00). Atau pendapatan per bulan sebesar Rp 500.000,00.
Jika ini merupakan bisnis sampingan, pertambahan cash inflow sejumlah ini layak untuk dipertimbangkan. Selamat dan sukses buat semuanya......
Selengkapnya...

Penganiayaan oleh Ananda dan Marcela

Kemarin pas lagi makan siang bareng Haidar, kita dikejutkan dengan artikel di koran tentang aksi pengeroyokan yang dilakukan dekat kantor kita oleh tokoh terkenal Ananda Mikola dan Marcella Zulianty. Yang lebih mengejutkan, aksi penganiayaan itu disertai dengan pelecehan seksual yang membuat kita sempat tertawa terpingkal-pingkal. Gimana tidak, di beritakan bahwa korban yang bernama Agus disuruh telanjang, disulut (maaf) kemaluannya, bahkan sampe disuruh minum sperma Ananda Mikola. Tapi ada lagi yang membuat kita berdua terbahak-bahak, yaitu tentang penyiksaan dengan cara menusukkan garpu ke tempat pembuangan korban. Yah, gak bisa dibayangkan betapa sakitnya itu, hahahaha.....
Tapi sebentar kemudian aku berhenti menertawakan itu dan mulai berpikir betapa kejam aksi itu jika memang benar-benar terjadi. Terbayang wajah manis Marcella, gak mungkin cewek selembut itu bisa berperilaku sesadis itu. Tapi apapun bisa terjadi kalo sudah berurusan dengan duit, bisnis, jabatan, dll. Terkadang orang alim bisa berbuat jahat hanya karena tergoda urusan keduniawian, dan Allah telah memperingatkan kepada kita betapa kekal kehidupan sesudah mati. Semoga cerita ini tidak benar adanya, sehingga tidak ada yang harus mendapat pembalasan di dunia maupun akherat. Tapi jika cerita ini bohong, berarti tetap aja ada yang harus meringkuk di penjara. Dunia ini memang penuh dengan kejahatan, semoga para pengadil bisa meberikan keadilan denganmengungkap kejadian yang sebenarnya.
Setelah lama kasus ini diperbincangkan di berbagai media, topik mulai berganti menjadi pertanyaan "Ada apa antara Ananda dan Marcela?" Apakah mereka punya hubungan khusus? Enak banget jadi pembalap, ceweknya cakep-cakep, hahahaha........
Selengkapnya...

Penganut Aliran Aboge di Banyumas Gelar Salat Idul Adha

Banyumas - Ratusan penganut Islam Aboge di di desa Cikakak, kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah baru menggelar salat Idul Adha Rabu (10/12/2008), sekitar pukul 06.30 WIB. Salat Id digelar di Masjid Baitussalam (Masjid Saka Tungal) Cikakak.

Khutbah salat Id disampaikan dengan menggunakan bahasa Arab. Usai mendengatkan khutbah, para jamaah mengumandangkan salawat dan dilanjutkan saling bersalaman sebagai wujud silaturahmi.

Tak lama setelah itu, para penganut ajaran Aboge ini menggelar kenduri tanda syukur kepada Allah SWT. Acara kemudian dituntaskan dengan pemotongan hewan kurban.

Sesepuh sekaligus imam salat Id, Sopani, mengatakan Aboge adalah singkatan dari kata Alip Rebo Wage. Ajaran aliran ini dibawa masuk oleh tokoh bernama Eyang Mustolih ke Cikakak sejak 1288 H. Aliran ini menerapkan ajaran yang diajarkan oleh seorang ulama bernama Raden Rasid Sayid Kuning dari Pajang.

Sopani menambahkan, pengikut aliran Aboge menggunakan penghitungan hari atau tanggal yang digunakan para wali sejak abad ke-14, yakni berdasarkan perhitungan Jawa yakni Pon, Wage, Kliwon, Manis (Legi), dan Pahing. Selengkapnya...

Makhluk-makhluk yang mengagumkan IX

BURUNG AIR YANG MEMBELAH AIR
BAGAIKAN GUNTING
Sebagian besar burung tidak dapat terbang jika sayap mereka tersentuh air. Ini karena air menyebabkan bulu-bulu sayap lengket satu sama lain, sehingga burung tak mampu menggerakkan sayapnya. Namun, walaupun burung-burung air menyelam ke dalam air sepanjang hari, tak terjadi apa pun pada mereka. Kalian pasti bertanya-tanya, mengapa dan bagaimana hal itu bisa terjadi?
Pada sayap-sayap burung perairan (yang hidup di dekat air) terdapat minyak khusus yang mencegah bulu-bulu sayap melekat satu sama lain ketika basah. Inilah mengapa burung-burung tersebut dapat menyelam ke dalam air tanpa kesulitan. Kendati demikian, skimmer (burung ‘peluncur’, terkenal dengan paruh panjang dan tajam. Warnanya bermacam-macam, namun kerap ada lebih satu warna dalam tubuhnya—penerj), salah satu jenis burung air, tidak memiliki minyak ini. Karena itu, tidak seperti burung-burung air lainnya, skimmer tidak dapat menyelam ke dalam air untuk berburu. Lantas, bagaimana ia menemukan makanannya jika tidak dapat masuk ke dalam air?
Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang telah menciptakan paruh bawah burung tersebut lebih panjang dibanding paruh atasnya. Ujung paruh bawah yang panjang ini peka terhadap sentuhan. Selain itu, sayap-sayap burung perairan telah dirancang dengan sempurna sehingga dapat melayang tepat dekat permukaan laut cukup lama tanpa mengepakkan sayap sama sekali. Ketika terbang, ia membelah permukaan air menggunakan paruh bawahnya seperti gunting. Segera setelah ujung paruh yang peka menyentuh mangsanya, burung dengan segera mengetahuinya, dan segera menangkapnya. Burung ini adalah salah satu bukti bahwa Allah adalah Pencipta semua makhluk.

... Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh) (QS Al An’aam: 59).

Mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal (QS Az-Zumar: 18).

MESIN JET IKAN SOTONG
Kendati bernama “ikan”, tak seperti ikan lainnya, sotong tidak memiliki tulang-tulang di tubuhnya. Kalian mungkin berpikir bagaimana ikan tak bertulang ini bergerak di air. Sesungguhnya, sotong menggunakan semacam lokomotif yang unik. Tubuh sotong, yang terdiri dari jaringan lunak, dilapisi oleh selapis kulit tebal. Dengan otot di bawah lapisan ini, seekor sotong mengumpulkan air di dalam tubuhnya dan bergerak dengan menyemprotkan air ini keluar tubuhnya.
Sistem penyemprotan air pada sotong sangat rumit. Pada setiap sisi kepala makhluk ini terdapat bukaan seperti saku. Air masuk melalui bukaan ini menuju rongga perut yang berbentuk seperti tabung. Kemudian, dengan cepat sotong mendorong air ini dari pipa yang sangat sempit di bawah kepalanya dengan tekanan kuat. Ini memungkinkan binatang tersebut bergerak dengan lincah ke arah yang berlawanan dan melarikan diri dari pemangsanya karena dapat meningkatkan kecepatannya secara tiba-tiba. Kalian mungkin ingin tahu apa yang akan terjadi jika kecepatannya tidak cukup tinggi. Jika begitu, sotong akan menyemprotkan cairan berwarna gelap yang dihasilkan tubuhnya kepada musuhnya. Semprotan tinta akan membingungkan pemangsa selama beberapa detik. Waktu yang singkat itu sudah cukup bagi sotong untuk melarikan diri. Ia lari dari tempat itu dan menghilang di tengah semprotan tintanya.
Seperti semua makhluk hidup lainnya, keistimewaan sotong ini adalah ciptaan Allah, Pencipta segala sesuatu. Allah memberitahu kita bahwa tak ada Tuhan selain Diri-Nya:

Yang berbuat demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia (QS Az-Zumar:6).

ANGSA-ANGSA GREYLAG
Angsa-angsa greylag dapat terbang di ketinggian sekitar 8000 meter. Tentu ini sangat sulit mengingat banyak makhluk tidak dapat bernafas pada ketinggian seperti itu karena kekurangan jumlah oksigen yang tersedia pada tempat yang sangat tinggi.
Kekurangan oksigen membuat pernafasan menjadi sulit. Itu sebabnya mengapa kita sulit bernafas ketika menaiki gunung yang tinggi. Saat terbang pada ketinggian yang tipis oksigennya, burung perlu mengepakkan sayapnya lebih cepat. Agar dapat menggerakkan sayap lebih cepat lagi, burung memerlukan lebih banyak oksigen. Ini membuat keadaan makin sulit. Nyatanya, burung-burung ini tidak mengalami kesulitan apa pun, bahkan ketika mereka terbang pada ketinggian ribuan meter. Ini berkat penciptaan paru-paru khusus untuknya, yang mengatasi sebagian besar masalah keterbatasan oksigen di ketinggian. Berfungsi dengan cara yang berbeda dibandingkan paru-paru hewan lain, paru-paru angsa greylag memungkinkan hewan ini untuk mendapatkan lebih banyak energi dari atmosfer yang tipis. Inilah salah satu tanda penciptaan Allah yang sempurna.

Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan kamu (sekarang). Dan (Dia) (mengetahui pula) hari ketika (manusia) dikembalikan kepadaNya, lalu diterangkanNya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (Surat An Nuur: 64).

SISTEM KEAMANAN YANG TAK TERTANDINGI
Beberapa makhluk yang hidup di dekat permukaan air rentan terhadap bahaya yang berasal dari atas maupun dari bawah permukaan air. Makhluk-makhluk ini memiliki cara mengamankan diri: tubuhnya tembus pandang (transparan). Seperti dapat kalian lihat di foto-foto ini, mereka tidak terlihat oleh musuh-musuhnya. Demikian pula ketam, udang, dan jentik-jentik ikan. Mereka tercipta hampir seluruhnya tembus pandang.
Jelas, makhluk-makhluk ini tidak mungkin memikirkan lingkungan yang mereka tempati, lalu menggunakan warna yang sesuai. Selain itu, bagaimana binatang-binatang tersebut tahu bahwa mereka membutuhkan perlindungan? Bagaimana mereka dapat menyadari kehadiran para pemangsa, dan menyimpulkan bahwa mereka tidak akan terlihat jika tembus pandang?
Allah, Yang menciptakan segala sesuatu, menciptakan makhluk-makhluk kecil tanpa pertahanan ini dengan rancangan yang sempurna. Allah menjaga dan melindungi segala sesuatu. Allah yang Maha Pengasih menciptakan cara perlindungan tertentu untuk setiap makhluk hidup. Dan makhluk-makhluk ini dilindungi dari para pemangsa berkat tubuh mereka yang tembus pandang. Allah menciptakan semua makhluk dengan lengkap dan sempurna. Ini difirmankan dengan ayat-ayat yang menegaskan bahwa ciptaan Allah tiada bandingnya:

(Dia) Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan suatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah (QS Al Mulk: 3-4)

Keterangan Gambar Hal 123
Dapatkah kalian melihat udang yang tembus pandang pada gambar-gambar ini? Makhluk-makhluk ini, yang tubuhnya diciptakan tembus pandang oleh Allah, sulit dilihat oleh musuh-musuhnya. Selengkapnya...

Makhluk-makhluk yang mengagumkan VIII

IKAN BERBIBIR MERAH YANG BERJALAN
Ikan kelelawar (batfish, sejenis ikan dengan rentang sirip yang terbentang bagai sayap kelelawar, kebanyakan hidup di perairan Indo Pasifik—penerj.) berbibir merah adalah satu-satunya ikan di dunia yang berjalan dengan keempat siripnya. Dengan sirip-sirip yang dirancang sedemikian rupa sehingga membuatnya dapat berjalan, ditambah hidung yang tampak ganjil dan bibir besar berwarna merah, rupa ikan ini betul-betul tidak lazim. Apa yang membuat ikan kelelawar ini mampu berjalan di dasar laut seperti manusia adalah sirip dada dan sirip panggulnya.
Dengan sirip-sirip ini, kelelawar dapat berdiri di dasar laut dengan mudah, dan berjalan dengan ujung-ujung siripnya. Selain memiliki kemampuan ini, ikan kelelawar berbibir merah juga memiliki ciri yang menarik. Ia memiliki kaki tambahan kecil di atas hidungnya, yang digunakan sebagai pancing untuk menipu ikan lain. Ikan kelelawar adalah pemakan daging. Dengan pancing, mereka menangkap mangsa ikan-ikan lainnya, ketam, larva, dan tiram-tiram kecil. Rancangan rumit ikan kecil yang tinggal di dasar laut ini memperlihatkan pada kita salah satu keindahan seni Allah.

BANGAU BERWARNA-WARNI
Burung-burung bangau dapat dilihat di tempat-tempat yang berair. Bangau biru besar yang terlihat di foto ini adalah burung liar yang paling tinggi di Amerika Utara. Bangau-bangau biru, yang warnanya menarik perhatian, hidup sendiri kecuali saat mereka membuat sarang.
Wilayah tempat bangau bergerombol biasanya terletak di wilayah-wilayah terpencil dan tersembunyi yang sulit dijangkau manusia. Bangau hank, jenis bangau lainnya, memiliki beragam warna sepanjang musim semi. Warna-warna baru muncul di sekitar paruh warna-warni bangau jantan hanya selama waktu bertelur.
Allah menciptakan burung-burung dalam berbagai warna. Kita senang memperhatikan warna-warna yang menarik pada bulu-bulu burung. Ragam warna pada burung-burung ini hanyalah salah satu dari bukti keindahan ciptaan Allah. Dalam Al Quran, Allah menceritakan bahwa Dia-lah yang menciptakan warna-warna itu:

Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat. Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warna (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya, hanyalah orang yang berilmu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (QS Faathir: 27-28).

PARKIT : BERTAHAN HIDUP SEBULAN TANPA AIR
Parkit-parkit liar hidup di dataran Australia yang jarang sekali mendapatkan hujan. Karena mereka dapat memenuhi kebutuhan akan air dari biji-bijian yang dimakan, burung-burung ini dapat bertahan hidup dengan mudah tanpa minum air sebulan lamanya di musim-musim yang sangat kering. Air sangat penting artinya bagi parkit-parkit liar. Karena itu parkit mengatur hidup mereka sesuai dengan keadaan iklim. Misalnya, jika air tidak mencukupi, mereka akan berhenti berkembang biak dan mulai mencari tempat-tempat baru yang berair. Segera setelah mereka menemukan kumpulan air yang cukup banyak, mereka mulai bertelur.
Hanya dengan kuasa Allah-lah parkit-parkit ini mampu mengatur hidup mereka sesuai dengan keadaaan iklim. Mengingat kelangsungan jenis mereka merupakan hal yang penting, burung-burung ini tidak mau mengambil risiko dan langsung berhenti bertelur. Allah, Yang Maha Mengetahui dan menjaga ciptaan-ciptaan-Nya, mengilhami mereka untuk bersikap searif itu. Dalam sebuah ayat, Allah mewahyukan:
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun (QS Al-Isra’: 44)

SUSUNAN BULU-BULU BURUNG
Perbedaan terpenting yang membedakan burung-burung dengan makhluk-makhluk lainnya jelas adalah kemampuan mereka terbang. Burung-burung dapat terbang berkat bulu mereka, yang ternyata memiliki bentuk sangat istimewa.
Bulu burung adalah sebuah benda ringan yang memiliki kekuatan untuk mengangkat dan dengan mudah kembali ke bentuk awalnya. Jika kita meneliti bulu burung di bawah mikroskop, kita akan melihat rancangan yang luar biasa. Pada bagian tengah tubuh burung terdapat sebuah tangkai pusat keras berbaling-baling, yang terdiri dari sepasang cabang di kedua ujungnya. Sepasang cabang ini disebut kait. Kait tersebut memiliki panjang dan kekuatan yang berbeda-beda, sehingga memungkinkan burung mengangkasa di udara.
Jika kita memeriksanya lebih teliti lagi, kita akan melihat bentuk yang lebih menarik lagi. Dari setiap kait terdapat rambut-rambut yang disebut “barbula.” Barbula tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Pada barbula ini terdapat pengait-pengait kecil. Barbula ini saling terkunci karena kait-kait seperti sebuah ritsleting.
Kait-kait ini terkatup bersama seperti dua lajur ritsleting. Barbula-barbula disatukan oleh kait-kait tersebut sedemikian rupa sehingga asap pun tidak dapat melewatinya. Jika kait-kait ini terbuka, burung cukup menggoyangkan tubuhnya atau mengocok bulunya dengan paruh agar bulu-bulu itu kembali seperti keadaan semula..
Agar dapat bertahan hidup, burung harus senantiasa menjaga bulunya tetap bersih, rapi, dan siap digunakan. Untuk merawat bulunya, burung menggunakan kantung minyak yang terletak di dasar ekornya. Mereka mengambil minyaknya dengan paruhnya, kemudian membersihkan dan memoles bulunya. Bagi burung-burung perenang, minyak ini mencegah air agar tidak membasahi kulit ketika kehujanan atau berada di air.
Satu hal lagi, burung-burung dapat mencegah hilangnya panas tubuh dengan menggoyang-goyangkan bulu mereka dalam cuaca dingin. Sementara, saat cuaca panas, burung mempertahankan kesejukan tubuh dengan melicinkan bulu-bulu mereka.

Keterangan Gambar Hal 112
Perhatikan bulu burung di bawah mikroskop. Kalian akan menyaksikan bentuk bulu yang bertautan dan saling mengait.
Setiap kelompok bulu pada suatu bagian tubuh tertentu memiliki fungsi-fungsi khusus. Misalnya, bulu di bagian bawah dan bulu yang terletak di sepanjang sayap dan ekor memiliki bentuk yang berbeda. Bulu-bulu ekor yang besar digunakan untuk mengemudi dan mengerem. Ketika bulu sayap terentang luas saat burung terbang, wilayah permukaan meluas dan daya angkat pun meningkat. Ketika burung mengepakkan sayapnya ke bawah, bulu-bulu ini saling mendekat dan mencegah udara melewatinya. Ketika sayap mengangkat ke atas, bulu-bulu itu terbuka lebar dan membiarkan udara melewatinya. Guna mempertahankan kemampuan terbangnya, burung-burung merontokkan bulu mereka beberapa kali setahun. Bulu yang robek cukup besar atau bulu rusak yang tidak berfungsi dengan baik diperbarui dengan cepat.
Bentuk yang canggih ada pada bulu-bulu setiap burung. Semuanya memiliki keistiewaan yang memungkinkan burung terbang. Orang yang merenungkan apa yang dijelaskan di sini, dan menggunakan akalnya, akan melihat rancangan pada burung-burung tersebut dan memahami bahwa rancangan ini adalah ciptaan Allah. Memikirkan sifat burung saja bahkan sudah cukup untuk memahami betapa berkuasanya Allah.
Difirmankan dalam Al Qur’an bahwa orang-orang yang beriman merenungkan ciptaan Allah.

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka (QS Ali Imran: 189-191)

TEKNIK MEMBUBUNG YANG DILAKUKAN
OLEH BURUNG
Terbang membutuhkan energi yang besar. Namun, burung adalah makhluk kecil dan energi yang tersimpan dalam tubuh mereka terbatas. Burung mendapatkan sebagian besar energi yang mereka perlukan dengan menggunakan teknik terbang yang istimewa. Melayang di udara tanpa mengepakkan sayap adalah salah satu teknik yang kerap mereka gunakan. Burung nazar, misalnya, menggunakan cara khusus atas dasar peningkatan gelombang panas agar dapat melayang pada ketinggian yang tepat. Dengan melayang dari satu gelombang panas ke gelombang panas lainnya, mereka dapat mengitari kawasan yang sangat luas dalam sehari.
Burung-burung yang berpindah tempat juga memanfaatkan teknik melayang untuk menghemat energi. Burung bangau, misalnya, menggunakan gelombang panas untuk terbang sepanjang perpindahan berlangsung. Bangau putih di Eropa Tengah berpindah untuk menghabiskan musim dingin di Afrika. Untuk itu, mereka harus menempuh jarak sekitar 7000 kilometer (4350 mil). Jika mereka mengepakkan sayapnya sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan mereka, bangau-bangau ini harus beristirahat empat kali. Namun, bangau putih menyelesaikan perjalanannya dalam tiga minggu dengan melayang di antara gelombang-gelombang panas selama 6-7 jam setiap hari, sehingga menghemat sebagian besar energi mereka.
Karena laut menghangat lebih lambat dibandingkan daratan, tidak ada gelombang panas di atas laut. Karena itulah burung-burung yang berpindah ini lebih suka melewati daratan alih-alih melakukan perjalanan panjang melewati lautan. Kalian mungkin pernah menyaksikan kumpulan bangau yang melintasi langit beberapa kali setahun. Ini karena bangau-bangau juga lebih suka berpindah di atas daratan. Kalian mungkin tidak menyadari fakta bahwa udara hangat tidak ada di atas laut. Namun, burung-burung bangau mengetahuinya dengan baik.
Sementara itu, elang laut, camar dan burung laut lainnya menghemat energi mereka dengan menggunakan aliran udara yang disebabkan oleh gelombang-gelombang tinggi. Burung-burung laut yang terbang di atas gelombang memanfaatkan tekanan angkat udara yang membelok ke atas. Seperti tampak dalam contoh di sini, semua burung mengetahui teknik apa yang akan mereka lakukan, ke mana mereka akan pergi, dan jalur apa yang akan diambil. Burung-burung tidak pernah bingung ketika terbang dengan menggunakan aliran udara hangat atau menggunakan aliran udara yang timbul karena gelombang. Hal ini karena Allah mengilhami setiap makhluk dengan pengetahuan yang diperlukannya. Dalam Al Qur’an, Allah menyebutkan gerakan burung di udara, dan menyatakan:

Tidakkah kamu tahu bahwasanya kepada Allah bertasbih apa yang ada di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan (QS An-Nur: 41)
Selengkapnya...

Makhluk-makhluk yang mengagumkan VII

PARA PETUGAS KEBERSIHAN LAUT
Apa yang terlintas dalam pikiran kalian jika melihat seekor ikan kecil hendak memasuki mulut seekor ikan besar? Kalian pasti berpikir bahwa ikan besar itu akan menelan ikan kecil. Kalian juga ingin tahu mengapa ikan kecil datang begitu dekat dengan ikan besar tersebut. Tentu tidak lazim jika ikan besar membiarkan ikan kecil berenang di sekitarnya, tidak menyerangnya, dan tidak peduli ikan-ikan tersebut berenang di mulutnya atau melewati insang-insangnya. Padahal, mungkin kita akan sangat sering melihat pemandangan seperti itu di laut. Bukan hanya ikan-ikan kecil saja yang tidak takut berenang di sekitar ikan besar. Terkadang, udang-udang juga terlihat di dekat mulut-mulut ikan besar.
Udang-udang pembersih ini pekerjaannya adalah membersihkan ikan besar. Ada beragam jenis udang pembersih. Salah satunya dapat dilihat pada foto. Garis-garis merah putih pada tubuh udang membuatnya terlihat seperti mercusuar, dan membantu ikan yang ingin dibersihkan untuk menemukan udang-udang itu. Ketika udang, dengan dua antena putih panjang, berdiam di atas ikan, dengan tenang ikan itu akan menanti udang memakan parasit-parasit di kulitnya, atau parasit pada sebuah luka. Udang pembersih bahkan dapat memasuki mulut ikan untuk menyingkirkan parasit-parasit pengganggu. Dengan cara ini, udang-udang pun mendapatkan makanannya. Udang akan tetap bekerja hingga ia yakin bahwa ikan itu betul-betul telah bersih seluruhnya. Ketika pekerjaan ini dilakukan, ikan besar sedikit pun tidak mencederai udang. Padahal, sebenarnya udang cukup lezat untuk dijadikan santapan. Udang itu sendiri bekerja tanpa khawatir ikan besar akan menyerang atau tidak. Seperti terlihat pada gambar di halaman sebelumnya, dua makhluk ini sangat akrab.
Konsep-konsep seperti “bergaul akrab,” “menjamin keamanan” adalah sifat khas manusia yang memiliki akal dan kecerdasan, sehingga tidak cocok untuk makhluk-makhluk ini. Kendati demikian, Allah, Yang mengendalikan dan menguasai segala sesuatu, mengajarkan makhluk-makhluk ini untuk bertingkah laku seperti itu, untuk saling mempercayai dan bekerjasama satu sama lain. Dengan begitu mereka dapat menjalani hidupnya dengan mudah.

CICADA YANG BERISIK
Tonggeret (semacam jangkrik) adalah serangga yang berisik. Ia menghasilkan bunyi-bunyi detak-detik, dengungan, dan lengkingan melalui sistem dalam tubuhnya. Ada sepasang organ berselaput di dasar perut serangga. Tonggeret menghasilkan bunyinya yang terkenal dengan menggetarkan selaput-selaput yang mirip drum ini. Ketika selaput ini ditarik dan dilepaskan oleh otot-otot pengikatnya, bunyi seperti kaleng timah kosong akan terdengar. Serangga ini mengulang terus proses tarik-lepas ini sebanyak 500 kali per detik. Mata kalian saja hanya dapat membuka dan menutup sekali dalam sedetik. Kalian dapat membayangkan bagaimana sulitnya mengerjakan tugas ini 500 kali per detik.
Dengan membuka dan menutup bagian panjang yang ada di bagian bawah rongga dada serangga, bunyinya dapat dinaikkan atau diturunkan. Telinga manusia tidak dapat mendengar kejadian membuka dan menutup tersebut, yang terjadi tiap sepersepuluh detik. Karena itu, kita tidak mengetahui bahwa bunyinya sempat terhenti. Kita menganggap senandung dengungan tonggeret itu tidak terputus.

BURUNG-BURUNG PEMBERSIH
Burung-burung yang kalian lihat di foto-foto ini adalah burung pembersih, yang disebut oxpecker. Burung-burung ini memakan parasit yang hidup di kulit binatang, seperti badak, gajah dan zebra. Karena itulah, burung-burung ini bertengger di atas mereka, bahkan di atas kepala binatang-binatang besar tersebut yang tidak merasa terganggu sama sekali.
Kerja sama ini memberikan keuntungan bagi kedua pihak. Dengan cara ini, binatang-binatang besar dapat menyingkirkan parasit-parasit yang mengganggu. Mereka juga mendapat peringatan bahaya ketika burung-burung yang bertengger di atasnya berciut-ciut. Sebagai balasannya, burung-burung mendapatkan makanan, bahkan juga boleh membawa bulu-bulu binatang tersebut untuk melapisi bagian dalam sarangnya.
Allah menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan ini di antara binatang-binatang. Allah menciptakan semua makhluk ini bersama makhluk lain yang memenuhi kebutuhan mereka.

PONDS SKATERS, SERANGGA YANG
BERJALAN DI ATAS AIR
Manusia tidak mungkin berjalan di atas permukaan air. Sebaliknya, beberapa makhluk dapat melakukannya karena bentuk tubuh istimewa yang dianugerahkan Allah kepada mereka. Misalnya, sejenis serangga yang disebut pond skater (jenis serangga yang banyak ditemukan di kolam, berkaki panjang, disebut juga water strider—penerj.) berjalan di atas air dengan menekankan kaki-kaki panjang yang tipis di atas sejenis kulit kenyal di permukaan air. Ketika kaki-kaki serangga ini menekan air, sebuah lubang kecil terbentuk di permukaan air. Dengan cara ini, serangga membagi bobot tubuhnya di atas wilayah yang sangat luas.
Pengamatan dan penelitian mengungkap bahwa kaki-kaki pond skater tidak membelah permukaan air. Dengan kata lain, kakinya tidak masuk ke dalam air. Karena itu, serangga ini mampu berjalan di permukaan air, sementara binatang lain tidak dapat melakukannya.

IKAN PENGHISAP YANG KUAT BERTAHAN
Yang istimewa dari ikan sapu-sapu adalah bahwa mereka menggunakan kendaraan untuk mengelilingi laut. Untuk itu, mereka biasanya menempel pada kapal atau ikan hiu. Sirip belakang ikan ini persis seperti lempeng penghisap berbentuk bujur telur. Ikan sapu-sapu dapat bergerak bersama benda yang ditempelinya, tak peduli benda itu makhluk hidup atau bukan. Secepat apa pun makhluk atau benda yang ditempelinya itu mengarungi laut, ikan sapu-sapu tidak akan terlepas. Pada gambar di atas, tampak ikan sapu-sapu yang menempel di bagian bawah seekor hiu. Allah mengetahui di mana tempat untuk setiap makhluk, serta apa yang dilakukannya. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan:

Kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang di bumi, dan (pengetahuan) Allah Maha Meliputi segala sesuatu (QS An-Nisaa: 126)
Keterangan Gambar Hal 105

Rupa ikan sapu-sapu, dilihat dari bawah Selengkapnya...

Makhluk-makhluk yang mengagumkan VI

BURUNG NAMDUR: SENIMAN PERHIASAN
Tahukah kalian bahwa di dunia ini ada burung-burung yang menghiasi sarang mereka? Seperti manusia yang menghias tempat tinggalnya, beberapa jenis burung juga menghias sarang mereka. Tingkah laku burung-burung ini sungguh menakjubkan; terkadang mereka menghiasi sarangnya dengan benda-benda hiasan yang mereka kumpulkan, atau mengecat dinding sarang mereka dengan buah-buahan berwarna merah muda.
Burung namdur, salah satu burung yang mengecat sarang mereka, adalah ‘pakar arsitektur’ sejati. Ukuran seekor burung jantan sama besar dengan seekor merpati. Ketika membangun sarangnya, namdur mengatur ratusan cabang tipis dalam dua jalur yang saling berhadapan, seperti terlihat pada gambar ini. Dengan cara ini, namdur membangun sebuah sarang yang teduh. Ia lalu menumpuk semua benda yang ditemukannya dari lingkungan sekitarnya di bawah sarangnya. Misalnya, sayap kupu-kupu, bulu burung, kunci mobil, atau beberapa cabikan kertas pembungkus. Burung ini paling tertarik pada benda-benda berwarna biru. Seperti dapat kalian saksikan pada gambar, burung ini mengumpulkan di dalam sarangnya semua benda berwarna biru yang dapat ditemukannya.
Di samping itu, namdur juga menggunakan sarana menghias lainnya. Ia juga mengecat dinding sarangnya. Yang lebih hebat lagi, ia menyiapkan sendiri catnya. Ingin tahu bagaimana caranya? Namdur mengumpulkan tanaman berbagai warna dan mengecat dinding menggunakan sari tanaman tersebut. Terkadang, ia menggunakan batu bara, yang dicampur dengan ludahnya. Namdur juga mengecat sarangnya, yang terbuat dari ranting-ranting, dengan sepotong kulit kayu yang dikunyah di mulutnya.
Allah adalah Pencipta semua jenis burung, termasuk jenis yang jarang kita lihat seperti namdur, dan jenis yang kerap kita temukan seperti merpati dan camar. Yang harus kita lakukan adalah merenungkan keistimewaan hewan-hewan tersebut dengan sungguh-sungguh untuk lebih memahami kekuasaan Allah yang tak terbatas. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan:

Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dari-Nya. Sesungguhnya hal seperti itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir (QS-Al Jaatsiyah:13).

BURUNG-BURUNG YAN MEMBUAT
FONDASI BAGI ANAK-ANAKNYA
Burung maleo (burung khas Pasifik-Mikronesia berukuran sebesar merpati, termasuk dalam kelas Galliformes, yaitu burung yang bentuknya seperti ayam—penerj.) hidup di Australia dan membangun sarang yang sangat khusus untuk telur-telurnya. Maleo jantan menggali sebuah lubang besar dan mengisinya dengan tanaman mati yang basah. Burung ini melakukan hal itu karena memiliki tujuan khusus yang sangat penting. Bakteri dalam bahan tanaman yang sudah mati menghasilkan panas sehingga dapat menghangatkan sarang. Guna mempertahankan suhu, burung jantan membuat celah-celah terbuka untuk peredaran udara, dan terus-menerus memeriksa suhu sarang dengan memasukkan paruhnya ke dalam celah-celah ini. Ia juga membuat celah berbentuk corong di permukaan tanaman yang rimbun. Celah ini memungkinkan air hujan merembes ke dalam tumpukan tersebut sepanjang musim dingin, sehingga membuat sarang tetap lembab.
Begitu sarang siap, burung betina datang dan meletakkan telurnya dalam sebuah lubang. Sayangnya, suhu sarang terus-menerus meningkat sepanjang musim panas. Karena itu, maleo jantan lalu menutupi sarang dengan pasir. Dengan cara ini, ia berusaha mencegah mengalirnya panas ke dalam sarang. Jawablah pertanyaan ini. Sebelum kalian membaca bagian ini, tahukah kalian bahwa tanaman yang mati melepaskan energi panas? Wajar saja kalau kalian tidak mengetahui ini, kecuali kalau kalian telah membaca buku tentang hal tersebut. Kebanyakan orang juga tidak mengetahuinya. Sebaliknya, maleo memiliki pengetahuan ini. Bahkan mereka juga memanfaatkan pengetahuan ini untuk kepentingan anak-anaknya.
Kalau begitu, bagaimana seekor burung dapat melakukan perhitungan rumit dan pengukuran yang tepat seperti ini? Bagaimana ia dapat mengambil langkah-langkah pencegahan teknis menurut hasil perhitungan dan pengukuran itu? Mengapa ia mau bersusah payah mengerjakan tugas yang begitu sulit seperti ini untuk anak-anaknya?
Untuk melakukan semua ini, seekor burung harus memiliki pengetahuan teknis seperti seorang insinyur, dengan akal yang digunakan seperti seorang manusia yang waras. Jelas, seekor burung tidak memiliki nalar dan otak untuk bertindak seperti manusia yang cerdas dan terpelajar. Ada suatu Kekuasaan Yang mengarahkan dan membuat maleo mengerjakan tugas-tugas yang membutuhkan kecerdasan ini. Kekuasaan itu adalah Allah, Yang menciptakan segalanya dengan cara terindah.
Ketika kalian membaca buku ini, kalian segera melihat bahwa makhluk-makhluk ini tidak dapat melakukan sendiri semua hal yang luar biasa ini. Kalian akan memahami bahwa Allah-lah yang menciptakan semuanya. Namun, ada sementara orang yang menolak untuk menerima fakta yang langsung bisa kalian pahami ini. Allah telah memberitahukan orang-orang seperti ini kepada kita di dalam Al Qur’an. Dalam Surat Ar-Rad, Allah menyatakan:

Katakanlah, “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawab mereka, “Allah!” Katakanlah, “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai manfaat dan tidak (pula) mudharat bagi diri mereka sendiri?” Katakanlah, “Samakah orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap-gulita dan terang-benderang? Apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah, “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” (QS Ar-Ra’d: 16).

INGATAN KUAT BURUNG-BURUNG JAY
Burung-burung jay mengumpulkan buah/biji ek, dan menguburkannya di tanah untuk dimanfaatkan di kemudian hari. Terkadang mereka mengubur sampai seribu buah ek dalam sehari. Masalahnya, benda apa pun di dalam hutan terlihat sama bentuknya. Karena itu, sulit bagi manusia untuk memastikan sebuah tempat dalam hutan. Lantas, bagaimana burung jay dapat menemukan tempat mereka menyembunyikan buah ek? Mereka bertindak dengan cerdas dan menandai tempat-tempat ini dengan cabang-cabang pohon atau potongan-potongan batu. Namun, sangat sulit untuk menemukan sesuatu yang terkubur di dalam hutan. Sekalipun begitu, percobaan mengungkap bahwa burung-burung ini dapat menemukan kembali buah ek mereka tujuh hingga sembilan bulan kemudian. Sebuah keajaiban penciptaan: burung-burung ini memiliki ingatan yang begitu kuat sehingga dapat menandai tempat-tempat mereka menyembunyikan makanannya, dan mengingat tempat itu kembali.
Keputusan seekor jay, yang kita ketahui tidak memiliki akal, saat menyembunyikan buah-buah ek dan menguburkannya di dalam tanah, atau menandai tempat-tempat rahasia ini untuk menemukannya kembali di masa depan, jelas tidak dapat diterangkan sebagai sesuatu yang terjadi secara kebetulan.
Mengubur ribuan buah ek dan menandai tempat-tempatnya dengan batu dan ranting secara teratur jelas merupakan suatu kemampuan yang tidak bisa diperoleh sendiri oleh seekor burung. Lazimnya seekor burung akan memakan buah ek begitu menemukannya. Hanya makhluk yang berakal saja yang menyimpannya guna dimanfaatkan kembali di masa depan, menandai tempat persembunyian buah-buah itu, dan di kemudian hari mengenali kembali tanda itu.
Seekor burung tidak dapat melakukan semua ini sendiri. Karena itu, kita paham bahwa ada suatu Zat Yang memiliki kebijaksanaan yang tak ada habisnya, memiliki kekuasaan atas berbagai hal, dan membuat burung-burung jay melakukan seluruh hal yang mereka lakukan. Kebijaksanaan yang unggul ini adalah milik Allah, Yang menciptakan segala sesuatu dengan sempurna dalam keteraturan dan mengatur semuanya. Burung-burung ini menyimpan makanannya hanya karena Allah menghendakinya demikian. Mereka dapat menemukannya kembali juga hanya karena Allah menghendakinya. Sebagaimana dalam setiap ciptaan Allah, pada burung ini kita juga menyaksikan tanda-tanda kesempurnaan ciptaan-Nya.

TANK-TANK LAPIS BAJA KERAJAAN BINATANG
Binatang-binatang dari Amerika Selatan ini, yang disebut trenggiling, memiliki rupa yang begitu menarik karena “baju zirah” yang menutupi tubuhnya. Makhluk ini memangsa serangga dan biasanya mencari makanan dengan menggali tanah. Trenggiling memiliki indera penciuman yang tajam. Begitu mencium bau makanan, trenggiling menyurukkan hidungnya ke tanah, dan mengendus-endusnya dengan cepat sedemikian rupa seolah-olah takut kehilangan bau itu. Kita mungkin terkejut melihat bagaimana trenggiling mengatur nafasnya ketika melakukan ini. Trenggiling sebenarnya tidak bernafas saat menyurukkan hidungnya ke tanah. Sebenarnya mereka mampu menahan nafas mereka sampai lebih dari enam menit. Hal ini mencegahnya tersedak ketika moncongnya menggali tanah.
Berkat kemampuannya menahan nafas selama waktu yang cukup panjang, yang dianugerahkan Allah pada mereka, trenggiling dapat menggali sampai ke dasar tanah dan menemukan makanan mereka. Contoh ini menunjukkan kasih dan sayang Allah terhadap makhluk hidup yang diciptakan-Nya. Dalam sebuah ayat, Allah memperkenalkan Diri-Nya kepada kita:

Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (QS Asy-Syu’ara: 9).

BURUNG-BURUNG YANG DAPAT
TERBANG DI KEGELAPAN MALAM
Banyak jenis burung yang menempuh perjalanan ribuan kilometer setiap tahun ke wilayah-wilayah di mana mereka dapat menemukan tempat yang kaya sumber makanan, dan meletakkan telur-telurnya, serta membesarkan anak-anak mereka. Allah menyebutkan tentang burung yang terbang dalam sebuah ayat:

Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu (QS Al-Mulk: 19).

Banyak burung air yang berhasil melakukan penerbangan jarak jauh. Keberhasilan ini berkat bentuk tubuh mereka yang kuat dan komunikasi di antara mereka. Burung-burung air berkomunikasi satu sama lain ketika terbang melalui nyanyian. Mereka menghasilkan suara-suara yang berbeda. Inilah yang mempertahankan setiap anggota kawanan burung untuk terus bersama, bahkan di tengah gelapnya malam, tak peduli banyaknya jumlah mereka saat itu.
Setiap anggota kawanan tahu di mana anggota lain berada. Para ilmuwan memperkirakan bahwa burung-burung air menggunakan matahari untuk memperhitungkan lokasi mereka. Begitu mendekati tempat tujuannya, mereka akan mengenali tanda-tanda tertentu. Ini seperti kalian menandai suatu jalanan atau bangunan untuk menemukan jalan pulang. Demikian juga, burung-burung air mengikuti sungai-sungai, pegunungan, dan petunjuk lainnya. Beberapa burung air dapat terbang tanpa henti di malam atau siang hari sepanjang perpindahan mereka.
Keterampilan menemukan arah adalah keterampilan khas manusia yang memiliki akal. Manusia dapat menemukan arah dengan menggunakan beberapa peralatan teknis, atau dengan bantuan langit. Namun, bagaimana burung ini dapat menemukan arah mereka? Bagaimana mereka dapat memanfaatkan posisi matahari atau tanda-tanda lainnya?
Allah Yang Maha Kuasa-lah yang menganugerahkan keterampilan yang luar biasa ini kepada burung-burung, dan menciptakan sistem komunikasi di antara mereka. Allah menunjukkan cita seninya dalam penciptaan dengan seluruh keistimewaan dan alat tubuh yang diciptakan-Nya bagi makhluk hidup. Dalam ayat, “Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung di atas mereka, dengan sayap terbentang dan terlipat kembali?” Allah mengajak kita memperhatikan terbangnya burung-burung. Dia ingin agar kita merenungkan kemampuan yang telah dianugerahkan-Nya pada burung-burung. Dengan berpikir seperti ini, kita dapat melihat perilaku yang cerdas dan sistem tubuh yang sempurna, yang tidak mungkin didapatkan sendiri oleh makhluk-makhluk. Dengan merenungkan pada apa yang telah kita saksikan, kita akan memahami bahwa Allah-lah Yang mengajari mereka apa yang harus dilakukan.
Kemudian, renungkan dengan baik kenyataan seperti itu, dan sampaikanlah pemikiran kalian pada orang lain. Pastikan mereka memahami keagungan Allah dan bahwa Allah-lah Yang menciptakan segalanya.

Keterangan Gambar Hal 98
Burung-burung yang terbang adalah salah satu tanda-tanda yang dijelaskan Allah dalam Al Quran. Allah mengajak kita untuk merenungkan hal itu.
Selengkapnya...

Makhluk-makhluk yang mengagumkan V

KEHIDUPAN DI GURUN
Panas tinggi yang mencapai suhu 50 hingga 60oC di siang hari, dingin yang membekukan di malam hari, kekeringan yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan bertahun-tahun, dan makanan yang jumlahnya sangat sedikit. Kalian mungkin berpikir tidak mungkin bisa hidup di tempat seperti itu.
Tempat yang keras itu adalah padang pasir, dan berlawanan dengan kemungkinan yang kalian pikirkan, banyak makhluk yang hidup di gurun. Di bawah ini akan kita bahas beberapa di antaranya. Salah satunya adalah rubah berwarna krem, yang merupakan jenis serigala paling kecil (di halaman berikut).
Telinga jenis rubah ini lebih besar daripada telinga rubah yang lain. Telinga lebar ini sangat berguna bagi rubah, yang tinggal di gurun pasir Afrika dan Arab. Rubah dapat dengan mudah menentukan lokasi mangsanya berkat telinganya yang peka. Dengan mencegah panas yang berlebihan, telinga-telinga ini juga membantu binatang tersebut tetap merasa sejuk.
Makhluk lain yang tinggal di gurun adalah kadal bermoncong sekop (bawah). Untuk mendinginkan ekor dan kakinya, makhluk ini bergerak di pasir panas dengan gerakan seperti tengah menari. Didukung oleh ekornya, kadal ini menaikkan salah satu kaki depan dan kaki belakangnya secara melintang. Beberapa detik kemudian, dua kaki lain mendapat giliran. Dengan hidung dan tubuhnya yang unik, kadal bergerak di gundukan-gundukan pasir seolah sedang berenang. Kakinya yang besar memungkinkannya berlari cepat di pasir tanpa cedera akibat panas.
Katak gurun yang tinggal di Australia mirip dengan tangki air. Seekor katak gurun mengisi kantung di tubuhnya dengan air ketika hujan turun. Kemudian ia mengubur diri di dalam pasir, dan mulai menanti hujan berikutnya. Berkat air yang disimpan dalam kantungnya, katak gurun dapat bertahan hidup di gurun. Pernahkan kalian memperhatikan ciri-ciri umum makhluk gurun, yang beberapa contohnya telah kita bahas di sini? Bentuk tubuh mereka dirancang dengan istimewa agar dapat hidup di gurun, dan memiliki ciri-ciri yang sangat berbeda dibandingkan makhluk lainnya. Binatang-binatang ini juga tampaknya mengetahui dengan baik bagaimana mereka harus bertindak untuk melindungi diri dari panas gurun dan mengatasi rasa haus. Bagaimana seekor katak, atau kadal, dapat memiliki pengetahuan semacam itu? Bagaimana mereka dapat memiliki bentuk tubuh tepat seperti yang mereka butuhkan?
Binatang jelas tidak dapat mengetahui sendiri hal-hal semacam ini. Mereka juga tidak dapat menciptakan tangki-tangki air di tubuh mereka atau membuat telinga besar untuk melindungi diri mereka dari panas. Agar dapat bertahan hidup di gurun, makhluk-makhluk ini harus memiliki ciri-ciri seperti saat ini sejak kehadirannya di dunia. Kalau tidak, dengan cepat mereka akan punah akibat panas yang berlebihan, kehausan, dan kelaparan. Akan tetapi, ini tidak terjadi. Bahkan, semua makhluk gurun di bumi memiliki kemampuan untuk bertahan dalam kondisi gurun. Setiap jenis memiliki ciri-ciri unik yang memungkinkan mereka bertahan hidup di gurun. Semua ini mengarahkan kita pada satu kebenaran. Yang menciptakan makhluk-makhluk gurun beserta keistimewaan yang mereka miliki saat ini adalah Allah. Allah memiliki kekuasaan untuk melakukan apa pun yang diinginkan-Nya kapan pun Dia menghendaki. Dalam sebuah ayat Al Qur’an, Allah memberitahu kita bahwa segala sesuatu itu mudah bagi-Nya.

Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan padanya, “Jadilah!” Lalu jadilah sesuatu itu. (QS Al Baqarah: 117).

SISTEM PENDINGIN GAZELLE
(SEJENIS RUSA GURUN) YANG ISTIMEWA
Mesin pengatur suhu udara (AC) melindungi kita dari hawa dingin di musim dingin dan gerah di musim panas. Akan tetapi, manusia bukanlah yang pertama kali menemukan sistem pendingin. Banyak makhluk sebelumnya telah memiliki sistem pendingin di tubuh mereka yang berfungsi seperti AC.
Kita bisa menyebut sejenis rusa gurun, gazelle di Afrika yang berlari sangat cepat. Seperti kebanyakan binatang lain, binatang ini harus menyingkir dari musuhnya agar dapat bertahan hidup karena gazelle tidak memiliki cara lain untuk mempertahankan diri. Kendati demikian, lari yang sangat cepat meningkatkan panas tubuhnya secara berlebihan. Ini sangat berbahaya bagi gazelle karena panas tubuh yang meningkat dapat menyebabkan otak menjadi panas. Karena itu, agar gazelle dapat bertahan hidup, panas di otaknya harus lebih rendah suhunya dibandingkan panas tubuh. Coba kalian pikirkan, bagaimana agar gazelle tidak mati.
Jawaban pertanyaan ini mengarahkan kita pada kenyataan penciptaan.
Otak seekor gazelle didinginkan melalui sistem pendingin istimewa yang terletak di sisi kanan kepalanya. Gazelle dan binatang-binatang pelari cepat lainnya memiliki saluran-saluran terusan pernafasan. Ratusan urat darah kecil menyebarkan kumpulan darah dalam jumlah besar ke saluran-saluran ini. Udara yang dihirup gazelle mendinginkan daerah ini, dan karena itu juga mendinginkan darah yang melewati pembuluh-pembuluh kecil tersebut. Pembuluh darah kecil ini kemudian menyatu dalam satu pembuluh darah besar yang mengantarkan darah ke otak. Berkat sistem inilah, gazelle tidak terpengaruh oleh peningkatan suhu tubuh selama berlari.
Pasti kalian telah menyimpulkan bahwa sistem yang sempurna seperti ini tidak dapat muncul dengan sendirinya. Ini karena kekurangan sistem yang diperlukan untuk mendinginkan otak ini akan berarti kematian gazelle saat ia berlari untuk pertama kalinya. Sebagaimana terlihat dalam sistem pendingin gazelle, terdapat sebuah rancangan yang sempurna dalam makhluk hidup. Dengan kata lain, bentuk tubuh dan organ-organ makhluk hiudp tidak mungkin muncul dengan sendirinya seperti yang selama ini dinyatakan oleh para ahli evolusi.
Semua makhluk memiliki bentuk tubuh yang terdiri dari sistem-sistem yang tidak akan bekerja dengan baik meski hanya satu komponennya saja yang hilang, seperti sistem pendingin gazelle. Ini membuktikan bahwa makhluk-makhluk hidup tidak muncul dengan sendirinya dari waktu ke waktu sebagai hasil dari kebetulan-kebetulan semata seperti dinyatakan oleh para ahli evolusi. Allah menciptakan mereka. Ini sangat jelas bagi mereka yang memperhatikan dan menggunakan akalnya. Dalam sebuah ayat, Allah memerintahkan:

... “Tuhan yang menguasai timur dan barat, dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal” (QS Asy Syu’araa: 28).

KEKUATAN BURUNG PELATUK
Burung pelatuk membuat sarang-sarang dan tempat-tempat penyimpan makanan mereka dengan mematuk-matuk liang di pepohonan. Kecepatan burung pelatuk mengebor/melubangi sebuah pohon kurang lebih mencapai 40 km/jam (25 mil/jam). Ini sudah barang tentu merupakan kecepatan luar biasa yang dapat mencederai burung pelatuk. Sekalipun begitu, terdapat sebuah sistem penguncian istimewa pada paruh pelatuk sehingga paruh tersebut tidak terluka. Jika sistem yang istimewa ini tidak ada, paruh burung pelatuk akan terbelah dua karena kecepatan tinggi saat mematuk. Selain itu, dampak dari patukan yang cepat itu akan langsung mengenai otak, sehingga burung akan kehilangan kesadaran. Namun, hal semacam itu tidak pernah terjadi karena Allah menciptakan burung sekaligus dengan kebutuhannya. Otak burung pelatuk ditempatkan pada ketinggian yang sama dengan paruh burung. Otot-otot paruh bagian bawah bertindak seperti “peredam goncangan” dan mengurangi goncangan yang terjadi ketika burung pelatuk mengebor pohon.
Apa yang telah kita bahas sejauh ini hanyalah sedikit dari ciri-ciri umum burung pelatuk. Terlepas dari apa yang telah dijelaskan, setiap jenis burung pelatuk memiliki ciri-ciri khasnya sendiri. Kini, mari perhatikan sejenis burung pelatuk yang menyembunyikan biji atau pohon ek di pepohonan.
Sepanjang musim panas, burung pelatuk biji ek mengebor “lubang-lubang” di batang pohon mati, karena pada akhir musim panas lubang-lubang ini akan diisi dengan biji atau buah pohon ek, yang akan menjadi makanannya sepanjang musim dingin. Seperti palu, burung pelatuk mendorong sebuah biji ke setiap lubang. Pekerjaan ini sangat menyita waktu burung pelatuk karena ia harus berusaha mendapatkan buah ek yang pas betul dengan lubang yang dibornya. Jika lubangnya besar, sementara buah eknya berukuran kecil, maka buah yang longgar itu akan mudah diambil oleh burung-burung lain. Jika lubangnya terlalu kecil dibandingkan ukuran buah ek, maka buah itu akan rusak ketika dipaksa masuk ke dalam lubung. Karena itu, pekerjaan memasukkan buah ek ini cukup menyita waktu karena dilakukan secara coba-coba.
Namun masih banyak lagi yang harus dilakukan oleh burung pelatuk. Ketika buah ek mengering, buah-buah itu mengecil. Ini artinya burung pelatuk harus mengganti buah ek kering dengan yang segar.
Perlu dicermati, burung pelatuk tidak cuma menyimpan 5 sampai 10 buah ek. Seekor burung pelatuk buah ek dapat menyimpan kurang lebih 50 ribu buah ek dalam sebuah pohon besar. Dengan merenungkan sifat yang menarik ini, kita memahami adanya Kekuasaan luar biasa yang mengajarkan semua ini pada burung pelatuk. Kekuasaan itu adalah Allah. Allah menciptakan paruh burung pelatuk cukup kuat untuk mengebor batang pohon. Allah-lah yang mengajarkan mereka segala sesuatu yang harus mereka lakukan. Tak ada Tuhan atau pencipta lain selain Allah. Allah memberitahu kita bahwa Dia telah menciptakan segala sesuatu:

(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu (QS Al-An’Aam: 102)

Keterangan Gambar Hal 85
Seekor burung pelatuk menyimpan buah ek di lubang-lubang pada batang sebuah pohon ek (kiri atas), dan jenis burung pelatuk lain (kanan).

TUPAI-TUPAI LUCU BERPIPI BESAR
Tupai yang kalian lihat pada gambar di bawah ini adalah tupai tanah, yang disebut juga sebagai tupai berkantung pipi. Apa yang membedakan jenis tupai ini dari jenis tupai lainnya adalah bahwa tupai ini membawa makanan yang tidak langsung disantapnya dalam kantung-kantung pipinya. Tupai ini menyimpan makanan tersebut untuk dimanfaatkan nanti.
Kantung-kantung pipi ini sebenarnya adalah lipatan-lipatan kulit yang menggelambir. Bagian dalam lipatan ini kosong tapi tidak basah, sehingga makanan dapat disimpan dalam kantung-kantung ini untuk waktu yang cukup lama tanpa rusak. Kantung-kantung ini melebar ke samping.
Untuk mengisi kantung-kantung ini, tupai mengambil sebutir kenari di antara tangannya, dan memotong ujung-ujung kenari dengan giginya. Kemudian, ia meletakkan sebuah kenari di salah satu kantung, dan satu kenari lagi di ujung kantung lainnya. Kantung-kantung tersebut diisi dengan cara ini satu demi satu. Tupai dapat menempatkan empat kenari di setiap kantung. Karena itu, wajah tupai berubah terus sehingga kita menganggapnya lucu dan menarik.

ELANG LAUT: BURUNG BERSAYAP
TERPANJANG DI DUNIA
Elang laut adalah burung laut dengan rentang sayap yang sangat panjang, mencapai sekitar 3,5 meter. Mereka menghabiskan 92% kehidupannya di laut, dan mendarat hanya untuk berkembang biak. Ciri paling penting dari burung-burung ini adalah kemampuan mereka untuk terbang dalam waktu yang lama tanpa henti. Mereka dapat melakukan tugas sulit ini berkat gaya terbang yang tanpa beban/membubung.
Agar dapat terbang, seekor elang laut cukup membentangkan sayapnya lebar-lebar menentang angin. Dengan cara ini, elang laut dapat melayang berjam-jam tanpa mengepakkan sayap sama sekali. Elang laut melakukan ini dengan merentangkan sayapnya selebar mungkin, hingga rentang sayap mereka mencapai 3,5 meter. Inilah rentang sayap terpanjang di antara jenis burung lainnya.
Dengan memanfaatkan angin dan arus udara yang menaik, elang laut bergerak dalam arah yang diinginkannya. Ini menghasilkan gerak zig-zag di angin dan melintas dari puncak satu arus ke puncak arus lainnya. Dengan demikian, elang laut dapat terbang di atas laut selama berjam-jam tanpa mengepakkan sayapnya. Namun, bagaimana ia dapat mengerjakan tugas yang begitu sulit ini? Apa yang membuat burung ini begitu kuat?

Keterangan Gambar Hal 86
Di atas daratan, elang laut berjalan dengan berlenggak-lenggok seperti bebek. Mereka tampak sangat kikuk. Namun di udara, mereka termasuk burung laut yang paling anggun.

Pertama-tama, sejumlah besar energi diperlukan untuk mempertahankan agar sayap raksasa ini tetap terbuka lebar. Untuk lebih memahami pekerjaan sulit yang dilakukan elang laut, mari bandingkan elang laut dengan manusia. Sulit bagi seorang manusia untuk mempertahankan tangannya agar tetap terentang di awang-awang dalam waktu singkat sekalipun. Segera otot-ototnya mulai terasa sakit hingga ia menurunkan tangannya. Padahal, elang laut dapat terbang menggantung di udara selama berjam-jam dengan sayap yang tetap terbentang lebar.
Ada sebuah sistem pengunci dalam tulang sayap elang laut yang memungkinkan mereka tetap mempertahankan sayap agar tetap terbuka. Dengan sistem pengunci ini, elang laut tidak perlu lagi menggunakan kekuatan otot. Ini membuat terbang menjadi lebih mudah baginya. Berkat sistem istimewa ini, elang laut dapat terbang tanpa henti selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan, menghabiskan hanya sedikit energi.
Kita hanya perlu merenung sejenak untuk memahami bahwa ciri-ciri tersebut tidak datang secara kebetulan. Kita menyaksikan kasih dan sayang Allah pada burung-burung itu, yang terbang di atas laut selama waktu yang lama. Adalah Allah yang menganugerahi elang laut seluruh keistimewaan yang mereka butuhkan untuk tetap hidup. Allah, Yang memiliki kekuasaan atas segala sesuatu, melindungi dan memberi elang laut semua yang mereka butuhkan, seperti yang dilakukan-Nya pada makhluk-makhluk lain. Allah menyebut burung-burung dalam sebuah ayat:

Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain dari Allah. Sesungguhnya pada hal seperti itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman (Surat An-Nahl: 79). Selengkapnya...