


Bodoh......
-
17:00
sekarang ini banyak orang brengsek, termasuk aku.Banyumas - Ratusan penganut Islam Aboge di di desa Cikakak, kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah baru menggelar salat Idul Adha Rabu (10/12/2008), sekitar pukul 06.30 WIB. Salat Id digelar di Masjid Baitussalam (Masjid Saka Tungal) Cikakak.
Khutbah salat Id disampaikan dengan menggunakan bahasa Arab. Usai mendengatkan khutbah, para jamaah mengumandangkan salawat dan dilanjutkan saling bersalaman sebagai wujud silaturahmi.
Tak lama setelah itu, para penganut ajaran Aboge ini menggelar kenduri tanda syukur kepada Allah SWT. Acara kemudian dituntaskan dengan pemotongan hewan kurban.
Sesepuh sekaligus imam salat Id, Sopani, mengatakan Aboge adalah singkatan dari kata Alip Rebo Wage. Ajaran aliran ini dibawa masuk oleh tokoh bernama Eyang Mustolih ke Cikakak sejak 1288 H. Aliran ini menerapkan ajaran yang diajarkan oleh seorang ulama bernama Raden Rasid Sayid Kuning dari Pajang.
Sopani menambahkan, pengikut aliran Aboge menggunakan penghitungan hari atau tanggal yang digunakan para wali sejak abad ke-14, yakni berdasarkan perhitungan Jawa yakni Pon, Wage, Kliwon, Manis (Legi), dan Pahing.
Selengkapnya...
BURUNG AIR YANG MEMBELAH AIR
BAGAIKAN GUNTING
Sebagian besar burung tidak dapat terbang jika sayap mereka tersentuh air. Ini karena air menyebabkan bulu-bulu sayap lengket satu sama lain, sehingga burung tak mampu menggerakkan sayapnya. Namun, walaupun burung-burung air menyelam ke dalam air sepanjang hari, tak terjadi apa pun pada mereka. Kalian pasti bertanya-tanya, mengapa dan bagaimana hal itu bisa terjadi?
Pada sayap-sayap burung perairan (yang hidup di dekat air) terdapat minyak khusus yang mencegah bulu-bulu sayap melekat satu sama lain ketika basah. Inilah mengapa burung-burung tersebut dapat menyelam ke dalam air tanpa kesulitan. Kendati demikian, skimmer (burung ‘peluncur’, terkenal dengan paruh panjang dan tajam. Warnanya bermacam-macam, namun kerap ada lebih satu warna dalam tubuhnya—penerj), salah satu jenis burung air, tidak memiliki minyak ini. Karena itu, tidak seperti burung-burung air lainnya, skimmer tidak dapat menyelam ke dalam air untuk berburu. Lantas, bagaimana ia menemukan makanannya jika tidak dapat masuk ke dalam air?
Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang telah menciptakan paruh bawah burung tersebut lebih panjang dibanding paruh atasnya. Ujung paruh bawah yang panjang ini peka terhadap sentuhan. Selain itu, sayap-sayap burung perairan telah dirancang dengan sempurna sehingga dapat melayang tepat dekat permukaan laut cukup lama tanpa mengepakkan sayap sama sekali. Ketika terbang, ia membelah permukaan air menggunakan paruh bawahnya seperti gunting. Segera setelah ujung paruh yang peka menyentuh mangsanya, burung dengan segera mengetahuinya, dan segera menangkapnya. Burung ini adalah salah satu bukti bahwa Allah adalah Pencipta semua makhluk.
... Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh) (QS Al An’aam: 59).
Mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal (QS Az-Zumar: 18).
MESIN JET IKAN SOTONG
Kendati bernama “ikan”, tak seperti ikan lainnya, sotong tidak memiliki tulang-tulang di tubuhnya. Kalian mungkin berpikir bagaimana ikan tak bertulang ini bergerak di air. Sesungguhnya, sotong menggunakan semacam lokomotif yang unik. Tubuh sotong, yang terdiri dari jaringan lunak, dilapisi oleh selapis kulit tebal. Dengan otot di bawah lapisan ini, seekor sotong mengumpulkan air di dalam tubuhnya dan bergerak dengan menyemprotkan air ini keluar tubuhnya.
Sistem penyemprotan air pada sotong sangat rumit. Pada setiap sisi kepala makhluk ini terdapat bukaan seperti saku. Air masuk melalui bukaan ini menuju rongga perut yang berbentuk seperti tabung. Kemudian, dengan cepat sotong mendorong air ini dari pipa yang sangat sempit di bawah kepalanya dengan tekanan kuat. Ini memungkinkan binatang tersebut bergerak dengan lincah ke arah yang berlawanan dan melarikan diri dari pemangsanya karena dapat meningkatkan kecepatannya secara tiba-tiba. Kalian mungkin ingin tahu apa yang akan terjadi jika kecepatannya tidak cukup tinggi. Jika begitu, sotong akan menyemprotkan cairan berwarna gelap yang dihasilkan tubuhnya kepada musuhnya. Semprotan tinta akan membingungkan pemangsa selama beberapa detik. Waktu yang singkat itu sudah cukup bagi sotong untuk melarikan diri. Ia lari dari tempat itu dan menghilang di tengah semprotan tintanya.
Seperti semua makhluk hidup lainnya, keistimewaan sotong ini adalah ciptaan Allah, Pencipta segala sesuatu. Allah memberitahu kita bahwa tak ada Tuhan selain Diri-Nya:
Yang berbuat demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia (QS Az-Zumar:6).
ANGSA-ANGSA GREYLAG
Angsa-angsa greylag dapat terbang di ketinggian sekitar 8000 meter. Tentu ini sangat sulit mengingat banyak makhluk tidak dapat bernafas pada ketinggian seperti itu karena kekurangan jumlah oksigen yang tersedia pada tempat yang sangat tinggi.
Kekurangan oksigen membuat pernafasan menjadi sulit. Itu sebabnya mengapa kita sulit bernafas ketika menaiki gunung yang tinggi. Saat terbang pada ketinggian yang tipis oksigennya, burung perlu mengepakkan sayapnya lebih cepat. Agar dapat menggerakkan sayap lebih cepat lagi, burung memerlukan lebih banyak oksigen. Ini membuat keadaan makin sulit. Nyatanya, burung-burung ini tidak mengalami kesulitan apa pun, bahkan ketika mereka terbang pada ketinggian ribuan meter. Ini berkat penciptaan paru-paru khusus untuknya, yang mengatasi sebagian besar masalah keterbatasan oksigen di ketinggian. Berfungsi dengan cara yang berbeda dibandingkan paru-paru hewan lain, paru-paru angsa greylag memungkinkan hewan ini untuk mendapatkan lebih banyak energi dari atmosfer yang tipis. Inilah salah satu tanda penciptaan Allah yang sempurna.
Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan kamu (sekarang). Dan (Dia) (mengetahui pula) hari ketika (manusia) dikembalikan kepadaNya, lalu diterangkanNya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (Surat An Nuur: 64).
SISTEM KEAMANAN YANG TAK TERTANDINGI
Beberapa makhluk yang hidup di dekat permukaan air rentan terhadap bahaya yang berasal dari atas maupun dari bawah permukaan air. Makhluk-makhluk ini memiliki cara mengamankan diri: tubuhnya tembus pandang (transparan). Seperti dapat kalian lihat di foto-foto ini, mereka tidak terlihat oleh musuh-musuhnya. Demikian pula ketam, udang, dan jentik-jentik ikan. Mereka tercipta hampir seluruhnya tembus pandang.
Jelas, makhluk-makhluk ini tidak mungkin memikirkan lingkungan yang mereka tempati, lalu menggunakan warna yang sesuai. Selain itu, bagaimana binatang-binatang tersebut tahu bahwa mereka membutuhkan perlindungan? Bagaimana mereka dapat menyadari kehadiran para pemangsa, dan menyimpulkan bahwa mereka tidak akan terlihat jika tembus pandang?
Allah, Yang menciptakan segala sesuatu, menciptakan makhluk-makhluk kecil tanpa pertahanan ini dengan rancangan yang sempurna. Allah menjaga dan melindungi segala sesuatu. Allah yang Maha Pengasih menciptakan cara perlindungan tertentu untuk setiap makhluk hidup. Dan makhluk-makhluk ini dilindungi dari para pemangsa berkat tubuh mereka yang tembus pandang. Allah menciptakan semua makhluk dengan lengkap dan sempurna. Ini difirmankan dengan ayat-ayat yang menegaskan bahwa ciptaan Allah tiada bandingnya:
(Dia) Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan suatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah (QS Al Mulk: 3-4)
Keterangan Gambar Hal 123
Dapatkah kalian melihat udang yang tembus pandang pada gambar-gambar ini? Makhluk-makhluk ini, yang tubuhnya diciptakan tembus pandang oleh Allah, sulit dilihat oleh musuh-musuhnya.
Selengkapnya...
PARA PETUGAS KEBERSIHAN LAUT
Apa yang terlintas dalam pikiran kalian jika melihat seekor ikan kecil hendak memasuki mulut seekor ikan besar? Kalian pasti berpikir bahwa ikan besar itu akan menelan ikan kecil. Kalian juga ingin tahu mengapa ikan kecil datang begitu dekat dengan ikan besar tersebut. Tentu tidak lazim jika ikan besar membiarkan ikan kecil berenang di sekitarnya, tidak menyerangnya, dan tidak peduli ikan-ikan tersebut berenang di mulutnya atau melewati insang-insangnya. Padahal, mungkin kita akan sangat sering melihat pemandangan seperti itu di laut. Bukan hanya ikan-ikan kecil saja yang tidak takut berenang di sekitar ikan besar. Terkadang, udang-udang juga terlihat di dekat mulut-mulut ikan besar.
Udang-udang pembersih ini pekerjaannya adalah membersihkan ikan besar. Ada beragam jenis udang pembersih. Salah satunya dapat dilihat pada foto. Garis-garis merah putih pada tubuh udang membuatnya terlihat seperti mercusuar, dan membantu ikan yang ingin dibersihkan untuk menemukan udang-udang itu. Ketika udang, dengan dua antena putih panjang, berdiam di atas ikan, dengan tenang ikan itu akan menanti udang memakan parasit-parasit di kulitnya, atau parasit pada sebuah luka. Udang pembersih bahkan dapat memasuki mulut ikan untuk menyingkirkan parasit-parasit pengganggu. Dengan cara ini, udang-udang pun mendapatkan makanannya. Udang akan tetap bekerja hingga ia yakin bahwa ikan itu betul-betul telah bersih seluruhnya. Ketika pekerjaan ini dilakukan, ikan besar sedikit pun tidak mencederai udang. Padahal, sebenarnya udang cukup lezat untuk dijadikan santapan. Udang itu sendiri bekerja tanpa khawatir ikan besar akan menyerang atau tidak. Seperti terlihat pada gambar di halaman sebelumnya, dua makhluk ini sangat akrab.
Konsep-konsep seperti “bergaul akrab,” “menjamin keamanan” adalah sifat khas manusia yang memiliki akal dan kecerdasan, sehingga tidak cocok untuk makhluk-makhluk ini. Kendati demikian, Allah, Yang mengendalikan dan menguasai segala sesuatu, mengajarkan makhluk-makhluk ini untuk bertingkah laku seperti itu, untuk saling mempercayai dan bekerjasama satu sama lain. Dengan begitu mereka dapat menjalani hidupnya dengan mudah.
CICADA YANG BERISIK
Tonggeret (semacam jangkrik) adalah serangga yang berisik. Ia menghasilkan bunyi-bunyi detak-detik, dengungan, dan lengkingan melalui sistem dalam tubuhnya. Ada sepasang organ berselaput di dasar perut serangga. Tonggeret menghasilkan bunyinya yang terkenal dengan menggetarkan selaput-selaput yang mirip drum ini. Ketika selaput ini ditarik dan dilepaskan oleh otot-otot pengikatnya, bunyi seperti kaleng timah kosong akan terdengar. Serangga ini mengulang terus proses tarik-lepas ini sebanyak 500 kali per detik. Mata kalian saja hanya dapat membuka dan menutup sekali dalam sedetik. Kalian dapat membayangkan bagaimana sulitnya mengerjakan tugas ini 500 kali per detik.
Dengan membuka dan menutup bagian panjang yang ada di bagian bawah rongga dada serangga, bunyinya dapat dinaikkan atau diturunkan. Telinga manusia tidak dapat mendengar kejadian membuka dan menutup tersebut, yang terjadi tiap sepersepuluh detik. Karena itu, kita tidak mengetahui bahwa bunyinya sempat terhenti. Kita menganggap senandung dengungan tonggeret itu tidak terputus.
BURUNG-BURUNG PEMBERSIH
Burung-burung yang kalian lihat di foto-foto ini adalah burung pembersih, yang disebut oxpecker. Burung-burung ini memakan parasit yang hidup di kulit binatang, seperti badak, gajah dan zebra. Karena itulah, burung-burung ini bertengger di atas mereka, bahkan di atas kepala binatang-binatang besar tersebut yang tidak merasa terganggu sama sekali.
Kerja sama ini memberikan keuntungan bagi kedua pihak. Dengan cara ini, binatang-binatang besar dapat menyingkirkan parasit-parasit yang mengganggu. Mereka juga mendapat peringatan bahaya ketika burung-burung yang bertengger di atasnya berciut-ciut. Sebagai balasannya, burung-burung mendapatkan makanan, bahkan juga boleh membawa bulu-bulu binatang tersebut untuk melapisi bagian dalam sarangnya.
Allah menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan ini di antara binatang-binatang. Allah menciptakan semua makhluk ini bersama makhluk lain yang memenuhi kebutuhan mereka.
PONDS SKATERS, SERANGGA YANG
BERJALAN DI ATAS AIR
Manusia tidak mungkin berjalan di atas permukaan air. Sebaliknya, beberapa makhluk dapat melakukannya karena bentuk tubuh istimewa yang dianugerahkan Allah kepada mereka. Misalnya, sejenis serangga yang disebut pond skater (jenis serangga yang banyak ditemukan di kolam, berkaki panjang, disebut juga water strider—penerj.) berjalan di atas air dengan menekankan kaki-kaki panjang yang tipis di atas sejenis kulit kenyal di permukaan air. Ketika kaki-kaki serangga ini menekan air, sebuah lubang kecil terbentuk di permukaan air. Dengan cara ini, serangga membagi bobot tubuhnya di atas wilayah yang sangat luas.
Pengamatan dan penelitian mengungkap bahwa kaki-kaki pond skater tidak membelah permukaan air. Dengan kata lain, kakinya tidak masuk ke dalam air. Karena itu, serangga ini mampu berjalan di permukaan air, sementara binatang lain tidak dapat melakukannya.
IKAN PENGHISAP YANG KUAT BERTAHAN
Yang istimewa dari ikan sapu-sapu adalah bahwa mereka menggunakan kendaraan untuk mengelilingi laut. Untuk itu, mereka biasanya menempel pada kapal atau ikan hiu. Sirip belakang ikan ini persis seperti lempeng penghisap berbentuk bujur telur. Ikan sapu-sapu dapat bergerak bersama benda yang ditempelinya, tak peduli benda itu makhluk hidup atau bukan. Secepat apa pun makhluk atau benda yang ditempelinya itu mengarungi laut, ikan sapu-sapu tidak akan terlepas. Pada gambar di atas, tampak ikan sapu-sapu yang menempel di bagian bawah seekor hiu. Allah mengetahui di mana tempat untuk setiap makhluk, serta apa yang dilakukannya. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan:
Kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang di bumi, dan (pengetahuan) Allah Maha Meliputi segala sesuatu (QS An-Nisaa: 126)
Keterangan Gambar Hal 105
Rupa ikan sapu-sapu, dilihat dari bawah
Selengkapnya...
KEHIDUPAN DI GURUN
Panas tinggi yang mencapai suhu 50 hingga 60oC di siang hari, dingin yang membekukan di malam hari, kekeringan yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan bertahun-tahun, dan makanan yang jumlahnya sangat sedikit. Kalian mungkin berpikir tidak mungkin bisa hidup di tempat seperti itu.
Tempat yang keras itu adalah padang pasir, dan berlawanan dengan kemungkinan yang kalian pikirkan, banyak makhluk yang hidup di gurun. Di bawah ini akan kita bahas beberapa di antaranya. Salah satunya adalah rubah berwarna krem, yang merupakan jenis serigala paling kecil (di halaman berikut).
Telinga jenis rubah ini lebih besar daripada telinga rubah yang lain. Telinga lebar ini sangat berguna bagi rubah, yang tinggal di gurun pasir Afrika dan Arab. Rubah dapat dengan mudah menentukan lokasi mangsanya berkat telinganya yang peka. Dengan mencegah panas yang berlebihan, telinga-telinga ini juga membantu binatang tersebut tetap merasa sejuk.
Makhluk lain yang tinggal di gurun adalah kadal bermoncong sekop (bawah). Untuk mendinginkan ekor dan kakinya, makhluk ini bergerak di pasir panas dengan gerakan seperti tengah menari. Didukung oleh ekornya, kadal ini menaikkan salah satu kaki depan dan kaki belakangnya secara melintang. Beberapa detik kemudian, dua kaki lain mendapat giliran. Dengan hidung dan tubuhnya yang unik, kadal bergerak di gundukan-gundukan pasir seolah sedang berenang. Kakinya yang besar memungkinkannya berlari cepat di pasir tanpa cedera akibat panas.
Katak gurun yang tinggal di Australia mirip dengan tangki air. Seekor katak gurun mengisi kantung di tubuhnya dengan air ketika hujan turun. Kemudian ia mengubur diri di dalam pasir, dan mulai menanti hujan berikutnya. Berkat air yang disimpan dalam kantungnya, katak gurun dapat bertahan hidup di gurun. Pernahkan kalian memperhatikan ciri-ciri umum makhluk gurun, yang beberapa contohnya telah kita bahas di sini? Bentuk tubuh mereka dirancang dengan istimewa agar dapat hidup di gurun, dan memiliki ciri-ciri yang sangat berbeda dibandingkan makhluk lainnya. Binatang-binatang ini juga tampaknya mengetahui dengan baik bagaimana mereka harus bertindak untuk melindungi diri dari panas gurun dan mengatasi rasa haus. Bagaimana seekor katak, atau kadal, dapat memiliki pengetahuan semacam itu? Bagaimana mereka dapat memiliki bentuk tubuh tepat seperti yang mereka butuhkan?
Binatang jelas tidak dapat mengetahui sendiri hal-hal semacam ini. Mereka juga tidak dapat menciptakan tangki-tangki air di tubuh mereka atau membuat telinga besar untuk melindungi diri mereka dari panas. Agar dapat bertahan hidup di gurun, makhluk-makhluk ini harus memiliki ciri-ciri seperti saat ini sejak kehadirannya di dunia. Kalau tidak, dengan cepat mereka akan punah akibat panas yang berlebihan, kehausan, dan kelaparan. Akan tetapi, ini tidak terjadi. Bahkan, semua makhluk gurun di bumi memiliki kemampuan untuk bertahan dalam kondisi gurun. Setiap jenis memiliki ciri-ciri unik yang memungkinkan mereka bertahan hidup di gurun. Semua ini mengarahkan kita pada satu kebenaran. Yang menciptakan makhluk-makhluk gurun beserta keistimewaan yang mereka miliki saat ini adalah Allah. Allah memiliki kekuasaan untuk melakukan apa pun yang diinginkan-Nya kapan pun Dia menghendaki. Dalam sebuah ayat Al Qur’an, Allah memberitahu kita bahwa segala sesuatu itu mudah bagi-Nya.
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan padanya, “Jadilah!” Lalu jadilah sesuatu itu. (QS Al Baqarah: 117).
SISTEM PENDINGIN GAZELLE
(SEJENIS RUSA GURUN) YANG ISTIMEWA
Mesin pengatur suhu udara (AC) melindungi kita dari hawa dingin di musim dingin dan gerah di musim panas. Akan tetapi, manusia bukanlah yang pertama kali menemukan sistem pendingin. Banyak makhluk sebelumnya telah memiliki sistem pendingin di tubuh mereka yang berfungsi seperti AC.
Kita bisa menyebut sejenis rusa gurun, gazelle di Afrika yang berlari sangat cepat. Seperti kebanyakan binatang lain, binatang ini harus menyingkir dari musuhnya agar dapat bertahan hidup karena gazelle tidak memiliki cara lain untuk mempertahankan diri. Kendati demikian, lari yang sangat cepat meningkatkan panas tubuhnya secara berlebihan. Ini sangat berbahaya bagi gazelle karena panas tubuh yang meningkat dapat menyebabkan otak menjadi panas. Karena itu, agar gazelle dapat bertahan hidup, panas di otaknya harus lebih rendah suhunya dibandingkan panas tubuh. Coba kalian pikirkan, bagaimana agar gazelle tidak mati.
Jawaban pertanyaan ini mengarahkan kita pada kenyataan penciptaan.
Otak seekor gazelle didinginkan melalui sistem pendingin istimewa yang terletak di sisi kanan kepalanya. Gazelle dan binatang-binatang pelari cepat lainnya memiliki saluran-saluran terusan pernafasan. Ratusan urat darah kecil menyebarkan kumpulan darah dalam jumlah besar ke saluran-saluran ini. Udara yang dihirup gazelle mendinginkan daerah ini, dan karena itu juga mendinginkan darah yang melewati pembuluh-pembuluh kecil tersebut. Pembuluh darah kecil ini kemudian menyatu dalam satu pembuluh darah besar yang mengantarkan darah ke otak. Berkat sistem inilah, gazelle tidak terpengaruh oleh peningkatan suhu tubuh selama berlari.
Pasti kalian telah menyimpulkan bahwa sistem yang sempurna seperti ini tidak dapat muncul dengan sendirinya. Ini karena kekurangan sistem yang diperlukan untuk mendinginkan otak ini akan berarti kematian gazelle saat ia berlari untuk pertama kalinya. Sebagaimana terlihat dalam sistem pendingin gazelle, terdapat sebuah rancangan yang sempurna dalam makhluk hidup. Dengan kata lain, bentuk tubuh dan organ-organ makhluk hiudp tidak mungkin muncul dengan sendirinya seperti yang selama ini dinyatakan oleh para ahli evolusi.
Semua makhluk memiliki bentuk tubuh yang terdiri dari sistem-sistem yang tidak akan bekerja dengan baik meski hanya satu komponennya saja yang hilang, seperti sistem pendingin gazelle. Ini membuktikan bahwa makhluk-makhluk hidup tidak muncul dengan sendirinya dari waktu ke waktu sebagai hasil dari kebetulan-kebetulan semata seperti dinyatakan oleh para ahli evolusi. Allah menciptakan mereka. Ini sangat jelas bagi mereka yang memperhatikan dan menggunakan akalnya. Dalam sebuah ayat, Allah memerintahkan:
... “Tuhan yang menguasai timur dan barat, dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal” (QS Asy Syu’araa: 28).
KEKUATAN BURUNG PELATUK
Burung pelatuk membuat sarang-sarang dan tempat-tempat penyimpan makanan mereka dengan mematuk-matuk liang di pepohonan. Kecepatan burung pelatuk mengebor/melubangi sebuah pohon kurang lebih mencapai 40 km/jam (25 mil/jam). Ini sudah barang tentu merupakan kecepatan luar biasa yang dapat mencederai burung pelatuk. Sekalipun begitu, terdapat sebuah sistem penguncian istimewa pada paruh pelatuk sehingga paruh tersebut tidak terluka. Jika sistem yang istimewa ini tidak ada, paruh burung pelatuk akan terbelah dua karena kecepatan tinggi saat mematuk. Selain itu, dampak dari patukan yang cepat itu akan langsung mengenai otak, sehingga burung akan kehilangan kesadaran. Namun, hal semacam itu tidak pernah terjadi karena Allah menciptakan burung sekaligus dengan kebutuhannya. Otak burung pelatuk ditempatkan pada ketinggian yang sama dengan paruh burung. Otot-otot paruh bagian bawah bertindak seperti “peredam goncangan” dan mengurangi goncangan yang terjadi ketika burung pelatuk mengebor pohon.
Apa yang telah kita bahas sejauh ini hanyalah sedikit dari ciri-ciri umum burung pelatuk. Terlepas dari apa yang telah dijelaskan, setiap jenis burung pelatuk memiliki ciri-ciri khasnya sendiri. Kini, mari perhatikan sejenis burung pelatuk yang menyembunyikan biji atau pohon ek di pepohonan.
Sepanjang musim panas, burung pelatuk biji ek mengebor “lubang-lubang” di batang pohon mati, karena pada akhir musim panas lubang-lubang ini akan diisi dengan biji atau buah pohon ek, yang akan menjadi makanannya sepanjang musim dingin. Seperti palu, burung pelatuk mendorong sebuah biji ke setiap lubang. Pekerjaan ini sangat menyita waktu burung pelatuk karena ia harus berusaha mendapatkan buah ek yang pas betul dengan lubang yang dibornya. Jika lubangnya besar, sementara buah eknya berukuran kecil, maka buah yang longgar itu akan mudah diambil oleh burung-burung lain. Jika lubangnya terlalu kecil dibandingkan ukuran buah ek, maka buah itu akan rusak ketika dipaksa masuk ke dalam lubung. Karena itu, pekerjaan memasukkan buah ek ini cukup menyita waktu karena dilakukan secara coba-coba.
Namun masih banyak lagi yang harus dilakukan oleh burung pelatuk. Ketika buah ek mengering, buah-buah itu mengecil. Ini artinya burung pelatuk harus mengganti buah ek kering dengan yang segar.
Perlu dicermati, burung pelatuk tidak cuma menyimpan 5 sampai 10 buah ek. Seekor burung pelatuk buah ek dapat menyimpan kurang lebih 50 ribu buah ek dalam sebuah pohon besar. Dengan merenungkan sifat yang menarik ini, kita memahami adanya Kekuasaan luar biasa yang mengajarkan semua ini pada burung pelatuk. Kekuasaan itu adalah Allah. Allah menciptakan paruh burung pelatuk cukup kuat untuk mengebor batang pohon. Allah-lah yang mengajarkan mereka segala sesuatu yang harus mereka lakukan. Tak ada Tuhan atau pencipta lain selain Allah. Allah memberitahu kita bahwa Dia telah menciptakan segala sesuatu:
(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu (QS Al-An’Aam: 102)
Keterangan Gambar Hal 85
Seekor burung pelatuk menyimpan buah ek di lubang-lubang pada batang sebuah pohon ek (kiri atas), dan jenis burung pelatuk lain (kanan).
TUPAI-TUPAI LUCU BERPIPI BESAR
Tupai yang kalian lihat pada gambar di bawah ini adalah tupai tanah, yang disebut juga sebagai tupai berkantung pipi. Apa yang membedakan jenis tupai ini dari jenis tupai lainnya adalah bahwa tupai ini membawa makanan yang tidak langsung disantapnya dalam kantung-kantung pipinya. Tupai ini menyimpan makanan tersebut untuk dimanfaatkan nanti.
Kantung-kantung pipi ini sebenarnya adalah lipatan-lipatan kulit yang menggelambir. Bagian dalam lipatan ini kosong tapi tidak basah, sehingga makanan dapat disimpan dalam kantung-kantung ini untuk waktu yang cukup lama tanpa rusak. Kantung-kantung ini melebar ke samping.
Untuk mengisi kantung-kantung ini, tupai mengambil sebutir kenari di antara tangannya, dan memotong ujung-ujung kenari dengan giginya. Kemudian, ia meletakkan sebuah kenari di salah satu kantung, dan satu kenari lagi di ujung kantung lainnya. Kantung-kantung tersebut diisi dengan cara ini satu demi satu. Tupai dapat menempatkan empat kenari di setiap kantung. Karena itu, wajah tupai berubah terus sehingga kita menganggapnya lucu dan menarik.
ELANG LAUT: BURUNG BERSAYAP
TERPANJANG DI DUNIA
Elang laut adalah burung laut dengan rentang sayap yang sangat panjang, mencapai sekitar 3,5 meter. Mereka menghabiskan 92% kehidupannya di laut, dan mendarat hanya untuk berkembang biak. Ciri paling penting dari burung-burung ini adalah kemampuan mereka untuk terbang dalam waktu yang lama tanpa henti. Mereka dapat melakukan tugas sulit ini berkat gaya terbang yang tanpa beban/membubung.
Agar dapat terbang, seekor elang laut cukup membentangkan sayapnya lebar-lebar menentang angin. Dengan cara ini, elang laut dapat melayang berjam-jam tanpa mengepakkan sayap sama sekali. Elang laut melakukan ini dengan merentangkan sayapnya selebar mungkin, hingga rentang sayap mereka mencapai 3,5 meter. Inilah rentang sayap terpanjang di antara jenis burung lainnya.
Dengan memanfaatkan angin dan arus udara yang menaik, elang laut bergerak dalam arah yang diinginkannya. Ini menghasilkan gerak zig-zag di angin dan melintas dari puncak satu arus ke puncak arus lainnya. Dengan demikian, elang laut dapat terbang di atas laut selama berjam-jam tanpa mengepakkan sayapnya. Namun, bagaimana ia dapat mengerjakan tugas yang begitu sulit ini? Apa yang membuat burung ini begitu kuat?
Keterangan Gambar Hal 86
Di atas daratan, elang laut berjalan dengan berlenggak-lenggok seperti bebek. Mereka tampak sangat kikuk. Namun di udara, mereka termasuk burung laut yang paling anggun.
Pertama-tama, sejumlah besar energi diperlukan untuk mempertahankan agar sayap raksasa ini tetap terbuka lebar. Untuk lebih memahami pekerjaan sulit yang dilakukan elang laut, mari bandingkan elang laut dengan manusia. Sulit bagi seorang manusia untuk mempertahankan tangannya agar tetap terentang di awang-awang dalam waktu singkat sekalipun. Segera otot-ototnya mulai terasa sakit hingga ia menurunkan tangannya. Padahal, elang laut dapat terbang menggantung di udara selama berjam-jam dengan sayap yang tetap terbentang lebar.
Ada sebuah sistem pengunci dalam tulang sayap elang laut yang memungkinkan mereka tetap mempertahankan sayap agar tetap terbuka. Dengan sistem pengunci ini, elang laut tidak perlu lagi menggunakan kekuatan otot. Ini membuat terbang menjadi lebih mudah baginya. Berkat sistem istimewa ini, elang laut dapat terbang tanpa henti selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan, menghabiskan hanya sedikit energi.
Kita hanya perlu merenung sejenak untuk memahami bahwa ciri-ciri tersebut tidak datang secara kebetulan. Kita menyaksikan kasih dan sayang Allah pada burung-burung itu, yang terbang di atas laut selama waktu yang lama. Adalah Allah yang menganugerahi elang laut seluruh keistimewaan yang mereka butuhkan untuk tetap hidup. Allah, Yang memiliki kekuasaan atas segala sesuatu, melindungi dan memberi elang laut semua yang mereka butuhkan, seperti yang dilakukan-Nya pada makhluk-makhluk lain. Allah menyebut burung-burung dalam sebuah ayat:
Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain dari Allah. Sesungguhnya pada hal seperti itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman (Surat An-Nahl: 79).
Selengkapnya...