BURUNG NAMDUR: SENIMAN PERHIASAN
Tahukah kalian bahwa di dunia ini ada burung-burung yang menghiasi sarang mereka? Seperti manusia yang menghias tempat tinggalnya, beberapa jenis burung juga menghias sarang mereka. Tingkah laku burung-burung ini sungguh menakjubkan; terkadang mereka menghiasi sarangnya dengan benda-benda hiasan yang mereka kumpulkan, atau mengecat dinding sarang mereka dengan buah-buahan berwarna merah muda.
Burung namdur, salah satu burung yang mengecat sarang mereka, adalah ‘pakar arsitektur’ sejati. Ukuran seekor burung jantan sama besar dengan seekor merpati. Ketika membangun sarangnya, namdur mengatur ratusan cabang tipis dalam dua jalur yang saling berhadapan, seperti terlihat pada gambar ini. Dengan cara ini, namdur membangun sebuah sarang yang teduh. Ia lalu menumpuk semua benda yang ditemukannya dari lingkungan sekitarnya di bawah sarangnya. Misalnya, sayap kupu-kupu, bulu burung, kunci mobil, atau beberapa cabikan kertas pembungkus. Burung ini paling tertarik pada benda-benda berwarna biru. Seperti dapat kalian saksikan pada gambar, burung ini mengumpulkan di dalam sarangnya semua benda berwarna biru yang dapat ditemukannya.
Di samping itu, namdur juga menggunakan sarana menghias lainnya. Ia juga mengecat dinding sarangnya. Yang lebih hebat lagi, ia menyiapkan sendiri catnya. Ingin tahu bagaimana caranya? Namdur mengumpulkan tanaman berbagai warna dan mengecat dinding menggunakan sari tanaman tersebut. Terkadang, ia menggunakan batu bara, yang dicampur dengan ludahnya. Namdur juga mengecat sarangnya, yang terbuat dari ranting-ranting, dengan sepotong kulit kayu yang dikunyah di mulutnya.
Allah adalah Pencipta semua jenis burung, termasuk jenis yang jarang kita lihat seperti namdur, dan jenis yang kerap kita temukan seperti merpati dan camar. Yang harus kita lakukan adalah merenungkan keistimewaan hewan-hewan tersebut dengan sungguh-sungguh untuk lebih memahami kekuasaan Allah yang tak terbatas. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan:
Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dari-Nya. Sesungguhnya hal seperti itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir (QS-Al Jaatsiyah:13).
BURUNG-BURUNG YAN MEMBUAT
FONDASI BAGI ANAK-ANAKNYA
Burung maleo (burung khas Pasifik-Mikronesia berukuran sebesar merpati, termasuk dalam kelas Galliformes, yaitu burung yang bentuknya seperti ayam—penerj.) hidup di Australia dan membangun sarang yang sangat khusus untuk telur-telurnya. Maleo jantan menggali sebuah lubang besar dan mengisinya dengan tanaman mati yang basah. Burung ini melakukan hal itu karena memiliki tujuan khusus yang sangat penting. Bakteri dalam bahan tanaman yang sudah mati menghasilkan panas sehingga dapat menghangatkan sarang. Guna mempertahankan suhu, burung jantan membuat celah-celah terbuka untuk peredaran udara, dan terus-menerus memeriksa suhu sarang dengan memasukkan paruhnya ke dalam celah-celah ini. Ia juga membuat celah berbentuk corong di permukaan tanaman yang rimbun. Celah ini memungkinkan air hujan merembes ke dalam tumpukan tersebut sepanjang musim dingin, sehingga membuat sarang tetap lembab.
Begitu sarang siap, burung betina datang dan meletakkan telurnya dalam sebuah lubang. Sayangnya, suhu sarang terus-menerus meningkat sepanjang musim panas. Karena itu, maleo jantan lalu menutupi sarang dengan pasir. Dengan cara ini, ia berusaha mencegah mengalirnya panas ke dalam sarang. Jawablah pertanyaan ini. Sebelum kalian membaca bagian ini, tahukah kalian bahwa tanaman yang mati melepaskan energi panas? Wajar saja kalau kalian tidak mengetahui ini, kecuali kalau kalian telah membaca buku tentang hal tersebut. Kebanyakan orang juga tidak mengetahuinya. Sebaliknya, maleo memiliki pengetahuan ini. Bahkan mereka juga memanfaatkan pengetahuan ini untuk kepentingan anak-anaknya.
Kalau begitu, bagaimana seekor burung dapat melakukan perhitungan rumit dan pengukuran yang tepat seperti ini? Bagaimana ia dapat mengambil langkah-langkah pencegahan teknis menurut hasil perhitungan dan pengukuran itu? Mengapa ia mau bersusah payah mengerjakan tugas yang begitu sulit seperti ini untuk anak-anaknya?
Untuk melakukan semua ini, seekor burung harus memiliki pengetahuan teknis seperti seorang insinyur, dengan akal yang digunakan seperti seorang manusia yang waras. Jelas, seekor burung tidak memiliki nalar dan otak untuk bertindak seperti manusia yang cerdas dan terpelajar. Ada suatu Kekuasaan Yang mengarahkan dan membuat maleo mengerjakan tugas-tugas yang membutuhkan kecerdasan ini. Kekuasaan itu adalah Allah, Yang menciptakan segalanya dengan cara terindah.
Ketika kalian membaca buku ini, kalian segera melihat bahwa makhluk-makhluk ini tidak dapat melakukan sendiri semua hal yang luar biasa ini. Kalian akan memahami bahwa Allah-lah yang menciptakan semuanya. Namun, ada sementara orang yang menolak untuk menerima fakta yang langsung bisa kalian pahami ini. Allah telah memberitahukan orang-orang seperti ini kepada kita di dalam Al Qur’an. Dalam Surat Ar-Rad, Allah menyatakan:
Katakanlah, “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawab mereka, “Allah!” Katakanlah, “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai manfaat dan tidak (pula) mudharat bagi diri mereka sendiri?” Katakanlah, “Samakah orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap-gulita dan terang-benderang? Apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah, “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” (QS Ar-Ra’d: 16).
INGATAN KUAT BURUNG-BURUNG JAY
Burung-burung jay mengumpulkan buah/biji ek, dan menguburkannya di tanah untuk dimanfaatkan di kemudian hari. Terkadang mereka mengubur sampai seribu buah ek dalam sehari. Masalahnya, benda apa pun di dalam hutan terlihat sama bentuknya. Karena itu, sulit bagi manusia untuk memastikan sebuah tempat dalam hutan. Lantas, bagaimana burung jay dapat menemukan tempat mereka menyembunyikan buah ek? Mereka bertindak dengan cerdas dan menandai tempat-tempat ini dengan cabang-cabang pohon atau potongan-potongan batu. Namun, sangat sulit untuk menemukan sesuatu yang terkubur di dalam hutan. Sekalipun begitu, percobaan mengungkap bahwa burung-burung ini dapat menemukan kembali buah ek mereka tujuh hingga sembilan bulan kemudian. Sebuah keajaiban penciptaan: burung-burung ini memiliki ingatan yang begitu kuat sehingga dapat menandai tempat-tempat mereka menyembunyikan makanannya, dan mengingat tempat itu kembali.
Keputusan seekor jay, yang kita ketahui tidak memiliki akal, saat menyembunyikan buah-buah ek dan menguburkannya di dalam tanah, atau menandai tempat-tempat rahasia ini untuk menemukannya kembali di masa depan, jelas tidak dapat diterangkan sebagai sesuatu yang terjadi secara kebetulan.
Mengubur ribuan buah ek dan menandai tempat-tempatnya dengan batu dan ranting secara teratur jelas merupakan suatu kemampuan yang tidak bisa diperoleh sendiri oleh seekor burung. Lazimnya seekor burung akan memakan buah ek begitu menemukannya. Hanya makhluk yang berakal saja yang menyimpannya guna dimanfaatkan kembali di masa depan, menandai tempat persembunyian buah-buah itu, dan di kemudian hari mengenali kembali tanda itu.
Seekor burung tidak dapat melakukan semua ini sendiri. Karena itu, kita paham bahwa ada suatu Zat Yang memiliki kebijaksanaan yang tak ada habisnya, memiliki kekuasaan atas berbagai hal, dan membuat burung-burung jay melakukan seluruh hal yang mereka lakukan. Kebijaksanaan yang unggul ini adalah milik Allah, Yang menciptakan segala sesuatu dengan sempurna dalam keteraturan dan mengatur semuanya. Burung-burung ini menyimpan makanannya hanya karena Allah menghendakinya demikian. Mereka dapat menemukannya kembali juga hanya karena Allah menghendakinya. Sebagaimana dalam setiap ciptaan Allah, pada burung ini kita juga menyaksikan tanda-tanda kesempurnaan ciptaan-Nya.
TANK-TANK LAPIS BAJA KERAJAAN BINATANG
Binatang-binatang dari Amerika Selatan ini, yang disebut trenggiling, memiliki rupa yang begitu menarik karena “baju zirah” yang menutupi tubuhnya. Makhluk ini memangsa serangga dan biasanya mencari makanan dengan menggali tanah. Trenggiling memiliki indera penciuman yang tajam. Begitu mencium bau makanan, trenggiling menyurukkan hidungnya ke tanah, dan mengendus-endusnya dengan cepat sedemikian rupa seolah-olah takut kehilangan bau itu. Kita mungkin terkejut melihat bagaimana trenggiling mengatur nafasnya ketika melakukan ini. Trenggiling sebenarnya tidak bernafas saat menyurukkan hidungnya ke tanah. Sebenarnya mereka mampu menahan nafas mereka sampai lebih dari enam menit. Hal ini mencegahnya tersedak ketika moncongnya menggali tanah.
Berkat kemampuannya menahan nafas selama waktu yang cukup panjang, yang dianugerahkan Allah pada mereka, trenggiling dapat menggali sampai ke dasar tanah dan menemukan makanan mereka. Contoh ini menunjukkan kasih dan sayang Allah terhadap makhluk hidup yang diciptakan-Nya. Dalam sebuah ayat, Allah memperkenalkan Diri-Nya kepada kita:
Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (QS Asy-Syu’ara: 9).
BURUNG-BURUNG YANG DAPAT
TERBANG DI KEGELAPAN MALAM
Banyak jenis burung yang menempuh perjalanan ribuan kilometer setiap tahun ke wilayah-wilayah di mana mereka dapat menemukan tempat yang kaya sumber makanan, dan meletakkan telur-telurnya, serta membesarkan anak-anak mereka. Allah menyebutkan tentang burung yang terbang dalam sebuah ayat:
Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu (QS Al-Mulk: 19).
Banyak burung air yang berhasil melakukan penerbangan jarak jauh. Keberhasilan ini berkat bentuk tubuh mereka yang kuat dan komunikasi di antara mereka. Burung-burung air berkomunikasi satu sama lain ketika terbang melalui nyanyian. Mereka menghasilkan suara-suara yang berbeda. Inilah yang mempertahankan setiap anggota kawanan burung untuk terus bersama, bahkan di tengah gelapnya malam, tak peduli banyaknya jumlah mereka saat itu.
Setiap anggota kawanan tahu di mana anggota lain berada. Para ilmuwan memperkirakan bahwa burung-burung air menggunakan matahari untuk memperhitungkan lokasi mereka. Begitu mendekati tempat tujuannya, mereka akan mengenali tanda-tanda tertentu. Ini seperti kalian menandai suatu jalanan atau bangunan untuk menemukan jalan pulang. Demikian juga, burung-burung air mengikuti sungai-sungai, pegunungan, dan petunjuk lainnya. Beberapa burung air dapat terbang tanpa henti di malam atau siang hari sepanjang perpindahan mereka.
Keterampilan menemukan arah adalah keterampilan khas manusia yang memiliki akal. Manusia dapat menemukan arah dengan menggunakan beberapa peralatan teknis, atau dengan bantuan langit. Namun, bagaimana burung ini dapat menemukan arah mereka? Bagaimana mereka dapat memanfaatkan posisi matahari atau tanda-tanda lainnya?
Allah Yang Maha Kuasa-lah yang menganugerahkan keterampilan yang luar biasa ini kepada burung-burung, dan menciptakan sistem komunikasi di antara mereka. Allah menunjukkan cita seninya dalam penciptaan dengan seluruh keistimewaan dan alat tubuh yang diciptakan-Nya bagi makhluk hidup. Dalam ayat, “Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung di atas mereka, dengan sayap terbentang dan terlipat kembali?” Allah mengajak kita memperhatikan terbangnya burung-burung. Dia ingin agar kita merenungkan kemampuan yang telah dianugerahkan-Nya pada burung-burung. Dengan berpikir seperti ini, kita dapat melihat perilaku yang cerdas dan sistem tubuh yang sempurna, yang tidak mungkin didapatkan sendiri oleh makhluk-makhluk. Dengan merenungkan pada apa yang telah kita saksikan, kita akan memahami bahwa Allah-lah Yang mengajari mereka apa yang harus dilakukan.
Kemudian, renungkan dengan baik kenyataan seperti itu, dan sampaikanlah pemikiran kalian pada orang lain. Pastikan mereka memahami keagungan Allah dan bahwa Allah-lah Yang menciptakan segalanya.
Keterangan Gambar Hal 98
Burung-burung yang terbang adalah salah satu tanda-tanda yang dijelaskan Allah dalam Al Quran. Allah mengajak kita untuk merenungkan hal itu.
Tahukah kalian bahwa di dunia ini ada burung-burung yang menghiasi sarang mereka? Seperti manusia yang menghias tempat tinggalnya, beberapa jenis burung juga menghias sarang mereka. Tingkah laku burung-burung ini sungguh menakjubkan; terkadang mereka menghiasi sarangnya dengan benda-benda hiasan yang mereka kumpulkan, atau mengecat dinding sarang mereka dengan buah-buahan berwarna merah muda.
Burung namdur, salah satu burung yang mengecat sarang mereka, adalah ‘pakar arsitektur’ sejati. Ukuran seekor burung jantan sama besar dengan seekor merpati. Ketika membangun sarangnya, namdur mengatur ratusan cabang tipis dalam dua jalur yang saling berhadapan, seperti terlihat pada gambar ini. Dengan cara ini, namdur membangun sebuah sarang yang teduh. Ia lalu menumpuk semua benda yang ditemukannya dari lingkungan sekitarnya di bawah sarangnya. Misalnya, sayap kupu-kupu, bulu burung, kunci mobil, atau beberapa cabikan kertas pembungkus. Burung ini paling tertarik pada benda-benda berwarna biru. Seperti dapat kalian saksikan pada gambar, burung ini mengumpulkan di dalam sarangnya semua benda berwarna biru yang dapat ditemukannya.
Di samping itu, namdur juga menggunakan sarana menghias lainnya. Ia juga mengecat dinding sarangnya. Yang lebih hebat lagi, ia menyiapkan sendiri catnya. Ingin tahu bagaimana caranya? Namdur mengumpulkan tanaman berbagai warna dan mengecat dinding menggunakan sari tanaman tersebut. Terkadang, ia menggunakan batu bara, yang dicampur dengan ludahnya. Namdur juga mengecat sarangnya, yang terbuat dari ranting-ranting, dengan sepotong kulit kayu yang dikunyah di mulutnya.
Allah adalah Pencipta semua jenis burung, termasuk jenis yang jarang kita lihat seperti namdur, dan jenis yang kerap kita temukan seperti merpati dan camar. Yang harus kita lakukan adalah merenungkan keistimewaan hewan-hewan tersebut dengan sungguh-sungguh untuk lebih memahami kekuasaan Allah yang tak terbatas. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan:
Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dari-Nya. Sesungguhnya hal seperti itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir (QS-Al Jaatsiyah:13).
BURUNG-BURUNG YAN MEMBUAT
FONDASI BAGI ANAK-ANAKNYA
Burung maleo (burung khas Pasifik-Mikronesia berukuran sebesar merpati, termasuk dalam kelas Galliformes, yaitu burung yang bentuknya seperti ayam—penerj.) hidup di Australia dan membangun sarang yang sangat khusus untuk telur-telurnya. Maleo jantan menggali sebuah lubang besar dan mengisinya dengan tanaman mati yang basah. Burung ini melakukan hal itu karena memiliki tujuan khusus yang sangat penting. Bakteri dalam bahan tanaman yang sudah mati menghasilkan panas sehingga dapat menghangatkan sarang. Guna mempertahankan suhu, burung jantan membuat celah-celah terbuka untuk peredaran udara, dan terus-menerus memeriksa suhu sarang dengan memasukkan paruhnya ke dalam celah-celah ini. Ia juga membuat celah berbentuk corong di permukaan tanaman yang rimbun. Celah ini memungkinkan air hujan merembes ke dalam tumpukan tersebut sepanjang musim dingin, sehingga membuat sarang tetap lembab.
Begitu sarang siap, burung betina datang dan meletakkan telurnya dalam sebuah lubang. Sayangnya, suhu sarang terus-menerus meningkat sepanjang musim panas. Karena itu, maleo jantan lalu menutupi sarang dengan pasir. Dengan cara ini, ia berusaha mencegah mengalirnya panas ke dalam sarang. Jawablah pertanyaan ini. Sebelum kalian membaca bagian ini, tahukah kalian bahwa tanaman yang mati melepaskan energi panas? Wajar saja kalau kalian tidak mengetahui ini, kecuali kalau kalian telah membaca buku tentang hal tersebut. Kebanyakan orang juga tidak mengetahuinya. Sebaliknya, maleo memiliki pengetahuan ini. Bahkan mereka juga memanfaatkan pengetahuan ini untuk kepentingan anak-anaknya.
Kalau begitu, bagaimana seekor burung dapat melakukan perhitungan rumit dan pengukuran yang tepat seperti ini? Bagaimana ia dapat mengambil langkah-langkah pencegahan teknis menurut hasil perhitungan dan pengukuran itu? Mengapa ia mau bersusah payah mengerjakan tugas yang begitu sulit seperti ini untuk anak-anaknya?
Untuk melakukan semua ini, seekor burung harus memiliki pengetahuan teknis seperti seorang insinyur, dengan akal yang digunakan seperti seorang manusia yang waras. Jelas, seekor burung tidak memiliki nalar dan otak untuk bertindak seperti manusia yang cerdas dan terpelajar. Ada suatu Kekuasaan Yang mengarahkan dan membuat maleo mengerjakan tugas-tugas yang membutuhkan kecerdasan ini. Kekuasaan itu adalah Allah, Yang menciptakan segalanya dengan cara terindah.
Ketika kalian membaca buku ini, kalian segera melihat bahwa makhluk-makhluk ini tidak dapat melakukan sendiri semua hal yang luar biasa ini. Kalian akan memahami bahwa Allah-lah yang menciptakan semuanya. Namun, ada sementara orang yang menolak untuk menerima fakta yang langsung bisa kalian pahami ini. Allah telah memberitahukan orang-orang seperti ini kepada kita di dalam Al Qur’an. Dalam Surat Ar-Rad, Allah menyatakan:
Katakanlah, “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawab mereka, “Allah!” Katakanlah, “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai manfaat dan tidak (pula) mudharat bagi diri mereka sendiri?” Katakanlah, “Samakah orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap-gulita dan terang-benderang? Apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah, “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” (QS Ar-Ra’d: 16).
INGATAN KUAT BURUNG-BURUNG JAY
Burung-burung jay mengumpulkan buah/biji ek, dan menguburkannya di tanah untuk dimanfaatkan di kemudian hari. Terkadang mereka mengubur sampai seribu buah ek dalam sehari. Masalahnya, benda apa pun di dalam hutan terlihat sama bentuknya. Karena itu, sulit bagi manusia untuk memastikan sebuah tempat dalam hutan. Lantas, bagaimana burung jay dapat menemukan tempat mereka menyembunyikan buah ek? Mereka bertindak dengan cerdas dan menandai tempat-tempat ini dengan cabang-cabang pohon atau potongan-potongan batu. Namun, sangat sulit untuk menemukan sesuatu yang terkubur di dalam hutan. Sekalipun begitu, percobaan mengungkap bahwa burung-burung ini dapat menemukan kembali buah ek mereka tujuh hingga sembilan bulan kemudian. Sebuah keajaiban penciptaan: burung-burung ini memiliki ingatan yang begitu kuat sehingga dapat menandai tempat-tempat mereka menyembunyikan makanannya, dan mengingat tempat itu kembali.
Keputusan seekor jay, yang kita ketahui tidak memiliki akal, saat menyembunyikan buah-buah ek dan menguburkannya di dalam tanah, atau menandai tempat-tempat rahasia ini untuk menemukannya kembali di masa depan, jelas tidak dapat diterangkan sebagai sesuatu yang terjadi secara kebetulan.
Mengubur ribuan buah ek dan menandai tempat-tempatnya dengan batu dan ranting secara teratur jelas merupakan suatu kemampuan yang tidak bisa diperoleh sendiri oleh seekor burung. Lazimnya seekor burung akan memakan buah ek begitu menemukannya. Hanya makhluk yang berakal saja yang menyimpannya guna dimanfaatkan kembali di masa depan, menandai tempat persembunyian buah-buah itu, dan di kemudian hari mengenali kembali tanda itu.
Seekor burung tidak dapat melakukan semua ini sendiri. Karena itu, kita paham bahwa ada suatu Zat Yang memiliki kebijaksanaan yang tak ada habisnya, memiliki kekuasaan atas berbagai hal, dan membuat burung-burung jay melakukan seluruh hal yang mereka lakukan. Kebijaksanaan yang unggul ini adalah milik Allah, Yang menciptakan segala sesuatu dengan sempurna dalam keteraturan dan mengatur semuanya. Burung-burung ini menyimpan makanannya hanya karena Allah menghendakinya demikian. Mereka dapat menemukannya kembali juga hanya karena Allah menghendakinya. Sebagaimana dalam setiap ciptaan Allah, pada burung ini kita juga menyaksikan tanda-tanda kesempurnaan ciptaan-Nya.
TANK-TANK LAPIS BAJA KERAJAAN BINATANG
Binatang-binatang dari Amerika Selatan ini, yang disebut trenggiling, memiliki rupa yang begitu menarik karena “baju zirah” yang menutupi tubuhnya. Makhluk ini memangsa serangga dan biasanya mencari makanan dengan menggali tanah. Trenggiling memiliki indera penciuman yang tajam. Begitu mencium bau makanan, trenggiling menyurukkan hidungnya ke tanah, dan mengendus-endusnya dengan cepat sedemikian rupa seolah-olah takut kehilangan bau itu. Kita mungkin terkejut melihat bagaimana trenggiling mengatur nafasnya ketika melakukan ini. Trenggiling sebenarnya tidak bernafas saat menyurukkan hidungnya ke tanah. Sebenarnya mereka mampu menahan nafas mereka sampai lebih dari enam menit. Hal ini mencegahnya tersedak ketika moncongnya menggali tanah.
Berkat kemampuannya menahan nafas selama waktu yang cukup panjang, yang dianugerahkan Allah pada mereka, trenggiling dapat menggali sampai ke dasar tanah dan menemukan makanan mereka. Contoh ini menunjukkan kasih dan sayang Allah terhadap makhluk hidup yang diciptakan-Nya. Dalam sebuah ayat, Allah memperkenalkan Diri-Nya kepada kita:
Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (QS Asy-Syu’ara: 9).
BURUNG-BURUNG YANG DAPAT
TERBANG DI KEGELAPAN MALAM
Banyak jenis burung yang menempuh perjalanan ribuan kilometer setiap tahun ke wilayah-wilayah di mana mereka dapat menemukan tempat yang kaya sumber makanan, dan meletakkan telur-telurnya, serta membesarkan anak-anak mereka. Allah menyebutkan tentang burung yang terbang dalam sebuah ayat:
Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu (QS Al-Mulk: 19).
Banyak burung air yang berhasil melakukan penerbangan jarak jauh. Keberhasilan ini berkat bentuk tubuh mereka yang kuat dan komunikasi di antara mereka. Burung-burung air berkomunikasi satu sama lain ketika terbang melalui nyanyian. Mereka menghasilkan suara-suara yang berbeda. Inilah yang mempertahankan setiap anggota kawanan burung untuk terus bersama, bahkan di tengah gelapnya malam, tak peduli banyaknya jumlah mereka saat itu.
Setiap anggota kawanan tahu di mana anggota lain berada. Para ilmuwan memperkirakan bahwa burung-burung air menggunakan matahari untuk memperhitungkan lokasi mereka. Begitu mendekati tempat tujuannya, mereka akan mengenali tanda-tanda tertentu. Ini seperti kalian menandai suatu jalanan atau bangunan untuk menemukan jalan pulang. Demikian juga, burung-burung air mengikuti sungai-sungai, pegunungan, dan petunjuk lainnya. Beberapa burung air dapat terbang tanpa henti di malam atau siang hari sepanjang perpindahan mereka.
Keterampilan menemukan arah adalah keterampilan khas manusia yang memiliki akal. Manusia dapat menemukan arah dengan menggunakan beberapa peralatan teknis, atau dengan bantuan langit. Namun, bagaimana burung ini dapat menemukan arah mereka? Bagaimana mereka dapat memanfaatkan posisi matahari atau tanda-tanda lainnya?
Allah Yang Maha Kuasa-lah yang menganugerahkan keterampilan yang luar biasa ini kepada burung-burung, dan menciptakan sistem komunikasi di antara mereka. Allah menunjukkan cita seninya dalam penciptaan dengan seluruh keistimewaan dan alat tubuh yang diciptakan-Nya bagi makhluk hidup. Dalam ayat, “Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung di atas mereka, dengan sayap terbentang dan terlipat kembali?” Allah mengajak kita memperhatikan terbangnya burung-burung. Dia ingin agar kita merenungkan kemampuan yang telah dianugerahkan-Nya pada burung-burung. Dengan berpikir seperti ini, kita dapat melihat perilaku yang cerdas dan sistem tubuh yang sempurna, yang tidak mungkin didapatkan sendiri oleh makhluk-makhluk. Dengan merenungkan pada apa yang telah kita saksikan, kita akan memahami bahwa Allah-lah Yang mengajari mereka apa yang harus dilakukan.
Kemudian, renungkan dengan baik kenyataan seperti itu, dan sampaikanlah pemikiran kalian pada orang lain. Pastikan mereka memahami keagungan Allah dan bahwa Allah-lah Yang menciptakan segalanya.
Keterangan Gambar Hal 98
Burung-burung yang terbang adalah salah satu tanda-tanda yang dijelaskan Allah dalam Al Quran. Allah mengajak kita untuk merenungkan hal itu.



0 komentar:
Posting Komentar