Kemaren sebelum Idul Adha, aku nyarap bubur di depan lapangan merah. Di sana banyak sekali pedagang kambing yang mencoba meraup untung dengan memanfaatkan moment spesial ini. Sambil makan, aku ngobrol ngalur ngidul dengan seorang pedagang yang kebetulan mangkal di samping tukang bubur itu. Ternyata mereka datang jauh-jauh dari kampung karena yakin atas profit yang bakal mereka hasilkan dengan jualan kambing korban ini. Lama-kelamaan pembicaraan menjadi semakin menarik ketika kupancing untuk membocorkan berapa kira-kira keuntungan yang didapet. Ternyata bisnis pemeliharaan kambing ini punya nilai investasi yang cukup menguntungkan. Dan setelah dipikir masak-masak ternyata usaha ini bisa kita jadikan usaha sampingan dengan skala rumahan.
-
Sekarang mari kita mulai itung-itungan dan mulai menganalisa usaha ternak kambing ini:
A. PENGELUARAN
Bibit 1 ekor pejantan @ Rp. 800.000,00 = Rp. 800.000,00
Bibit 6 ekor betina @ Rp. 800.000,00 = Rp. 4.800.000,00
Kandang = Rp. 400.000,00
Makanan = Rp. 500.000,00
Obat-obatan = Rp. 100.000,00
Total Pengeluaran = Rp. 6.600.000,00
B. PEMASUKAN
Dalam 1 tahun, seekor betina beranak 2 ekor sehingga dihasilkan 12 ekor kambing yang akan dijual. Dengan asumsi harga pasar diwaktu hari raya korban sebesar Rp. 1.000.000,00 maka dihasilkan pemasukan sebesar Rp. 12.000.000,00.
Dengan menggunakan asumsi jumlah kotoran kambing sebanyak 100 karung dalam satu tahun dan harga satu karung kotoran kambing sebesar Rp 6.000,00 maka dihasilkan pemasukan Rp 600.000,00
Total Pemasukan = RP. 12.600.000,00
C. KEUNTUNGAN
Dari analisa bisnis peternakan kambing korban diatas, maka dihasilkan income setahun sebesar Rp 6.000.000,00 (Rp 12.600.000,00 - Rp 6.600.000,00). Atau pendapatan per bulan sebesar Rp 500.000,00.
Jika ini merupakan bisnis sampingan, pertambahan cash inflow sejumlah ini layak untuk dipertimbangkan. Selamat dan sukses buat semuanya......



0 komentar:
Posting Komentar