Neng kene ora nana maling sing doyan nyolong, anane wong sing uripe ayem tentrem. Pegaweane mung madhang ngising turu kaya lampu, asal bisa nggo urip ngesuk ya wis alhamdulillah. Ora padha serik maring tanggane, malahane padha guyub rukun mbangun silaturahmi. Urip neng dunya kuwe mung sedhela, ayo-ayo padha tulung tinulung ben kabeh padha bungah.

09 Desember 2008

Makhluk-makhluk yang mengagumkan III

NAUTILUS: MAKHLUK YANG SANGAT MENARIK
Pasti kalian pernah melihat kapal selam di TV atau di majalah-majalah. Kapal ini, yang mampu menyelam jauh di bawah permukaan laut tanpa terlihat, digunakan untuk menjamin keamanan nasional dan melakukan penelitian ilmiah tertentu. Cara kapal selam bekerja adalah: ketika tangki-tangki selam khusus dalam sebuah kapal selam terisi dengan air, kapal itu menjadi lebih berat dibandingkan air sehingga tenggelam ke dalam laut. Jika air dalam tangki tersebut dikosongkan dan diganti dengan udara bertekanan, kapal selam akan naik ke permukaan kembali.
Kini kita akan meneliti nautilus, suatu makhluk yang sangat menarik, yang melakukan cara yang persis sama dengan kapal selam. Nautilus memiliki cangkang spiral (berbentuk garis memutar) bergaris keperakan, dan menyelam seperti kapal selam. Nautilus memiliki anggota tubuh yang berbentuk seperti cangkang keong berdiameter 19 cm (7,5 inci), seperti terlihat pada foto. Di dalam organ ini terdapat dua puluh delapan “kamar selam” yang saling berhubungan. Kamar-kamar selam ini bekerja dengan cara yang sama seperti tangki-tangki kapal selam; dengan kata lain, nautilus membutuhkan udara bertekanan. Dalam kapal selam, kebutuhan ini dipenuhi melalui sistem khusus yang dibangun oleh para insinyur di tempat-tempat tertentu dalam kapal selam. Namun, bagaimana nautilus dapat menemukan udara bertekanan yang diperlukan untuk memompa air keluar?
Jawaban bagi pertanyaan ini memperkenalkan kita kepada ciri menakjubkan lain yang diciptakan Allah. Suatu gas khusus dihasilkan dalam tubuh nautilus. Gas ini memasuki ruang-ruang selam dalam tubuh nautilus melalui aliran darahnya dan perlahan-lahan mengeluarkan air dari sel-sel tubuh. Dengan demikian, nautilus pun dapat tenggelam atau mengapung untuk melindungi diri dari musuh-musuhnya saat berburu. Kemampuan menyelam nautilus sesungguhnya jauh lebih tinggi daripada kapal selam. Sebuah kapal selam hanya mampu menyelam sedalam 400 meter (1310 kaki), sementara nautilus dengan mudah bisa menyelam hingga kedalaman 4000 meter (2,5 mil).

Keterangan Gambar Hal 51
Tidak terdapat perbedaan antara fosil nautilus yang hidup jauh di masa lalu (bawah) dan nautilus di masa kita sekarang ini. Apakah kalian memperhatikannya?
Sistem istimewa binatang laut yang menarik ini diciptakan bagi kita untuk direnungkan. Kini, pikirkanlah sejenak. Dapatkah nautilus menggunakan sistem ini secara kebetulan saja? Bisakah nautilus mendapatkan sendiri bentuk tubuh yang memungkinkannya untuk menghasilkan gas? Hebatnya lagi, ini bukanlah satu-satunya keistimewaan nautilus. Tekanan dalam air sangat kuat. Itulah sebabnya mengapa kalian merasakan tekanan di telinga ketika menyelam hingga dalam. Kendati demikian, tekanan yang kalian alami masih terhitung rendah. Jika seseorang menyelam lebih dalam lagi, tekanan air akan meningkat, dan dalam kedalaman tertentu menimbulkan dampak mematikan pada makhluk hidup. Di lain pihak, walaupun merupakan makhluk yang sangat kecil dan hanya memiliki cangkang luar untuk melindungi diri, nautilus tidaklah terpengaruh oleh tekanan ini, yang bisa sangat memuncak. Jelas, semua ciri-ciri alat tubuh yang dimiliki nautilus memang dirancang secara khusus untuk itu. Makhluk ini tidak mungkin merancang sendiri bentuk tubuh seperti ini untuk menghindari berton-ton tekanan air di bawah permukaan. Allah, yang menciptakan segala sesuatu dengan sempurna, merancang bentuk tubuh yang begitu sempurna ini. Dalam sebuah ayat Al Quran, Allah mengundang manusia untuk mengambil hikmahnya:

... Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (darinya)? (QS Al An-am: 80)

Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (QS An-Nahl: 17)

KUPU-KUPU YANG MEMILIKI PENGETAHUAN FISIKA
Rupa kupu-kupu sangat mengagumkan. Makhluk ini, dengan sayap aneka warna dan cara terbang yang anggun seperti perhiasan hidup, adalah di antara sumber keindahan yang diciptakan Allah bagi kita. Namun, rupa yang hebat bukanlah satu-satunya ciri kupu-kupu. Makhluk yang berusia pendek ini terkadang melakukan perhitungan-perhitungan seperti yang dilakukan para pakar. Misalnya, seperti ngengat yang kita bahas sebelum ini, panas tubuh seekor kupu-kupu harus berada pada tingkat tertentu agar ia bisa terbang. Mari kita perhatikan apa yang dilakukan kupu-kupu untuk mengatasi persoalan tersebut.
Kupu-kupu colia tidak dapat terbang ketika suhu tubuhnya berada di bawah 28oC (83oF). Kalau sudah begini, kupu-kupu akan membuka sayapnya untuk membuka sisi atasnya agar terkena matahari, dan mengumpulkan limpahan sinar matahari pada sudut yang tepat. Jika suhu tubuhnya meningkat hingga 40oC (104oF), kupu-kupu itu akan berputar 90 derajat, lalu menerima sinar matahari secara horizontal. Dengan tindakan ini, kupu-kupu dapat menyerap panas sesedikit mungkin melalui sayapnya, sehingga suhu tubuhnya menurun.
Selain itu, jenis kupu-kupu ini memiliki bintik gelap kecil pada sayap-sayapnya. Bintik ini, yang berfungsi untuk mempertahankan suhu tubuh yang lebih tinggi, tidak berada di sembarang tempat. Bintik-bintik tersebut berada di dekat titik-titik tubuh yang paling membutuhkan kehangatan. Berkat rancangan yang istimewa ini, pengiriman panas dari bintik-bintik yang menghangat dengan cepat ini ke bagian tubuh lainnya menjadi lebih mudah karena jarak yang harus ditempuh untuk mengirimkan panas kini diperpendek.
Jenis kupu-kupu lainnya menggunakan cara yang sama untuk meningkatkan suhu tubuh mereka. Kalian semua tentu mengetahui apa yang dimaksud dengan lensa. Beberapa lensa ada yang digunakan untuk memperbesar gambar, sementara jenis lensa lainnya ada pula yang digunakan untuk menghasilkan gambar-gambar objek yang diperkecil. Contohnya, kacamata yang terdiri dari sepasang lensa. Di samping fungsi ini, sebuah lensa yang dihadapkan pada matahari melalui sudut yang tepat dapat memusatkan sinar-sinar matahari pada titik tertentu. Cara ini bahkan dapat menyalakan api. Sama dengan cara kerja lensa ini, jenis kupu-kupu lainnya mengarahkan sayapnya pada matahari sedemikian rupa sehingga semua sinar terpusat pada bagian-bagian tertentu di tubuhnya yang paling membutuhkan kehangatan, dengan cara yang sama seperti sebuah lensa bekerja.
Kupu-kupu jelas tidak memiliki pendidikan dalam bidang fisika atau bidang-bidang lainnya. Mereka tidak dapat mengetahui sifat lensa. Mereka tidak mengetahui sudut mana yang akan menerima jumlah panas terbanyak. Allah, yang Menjaga dan Melindungi segala hal, mengilhami kupu-kupu tentang apa yang harus mereka lakukan untuk mengatur suhu tubuhnya. Sebagaimana Allah telah mengingatkan kita dalam sebuah ayat:

... Allah Maha Mengawasi segala sesuatu (QS Al-Ahzab: 52)

IKAN PATIN JANTAN BERTUGAS
Belum banyak diketahui orang bahwa ikan membangun sarang dan memberikan perlindungan terus-menerus bagi anak-keturunannya. Sarang-sarang ini biasanya merupakan lubang-lubang yang digali di antara kerikil atau di dalam pasir. Telur-telur berkembang di sarang terbuka ini untuk beberapa waktu, selama itu induk dan bapak ikan bergantian menjaga sarang dari musuh-musuhnya.
Ikan patin adalah di antara jenis makhluk yang melindungi anak-anak mereka. Ikan patin betina membiakkan telur-telur di dasar tanam-tanaman dan karang-karang perairan dangkal. Telur-telur melekat di akar-akar tanaman. Setelah beberapa saat, ikan patin betina meninggalkan telur-telurnya. Kini giliran ikan patin jantan yang bertugas. Tugas ikan jantan adalah tinggal bersama telur-telur itu dan menjaganya dari bahaya. Tugas penjagaan ini akan berakhir setelah 40-50 hari, setelah anak-anak ikan menjadi dewasa sepenuhnya.
Di samping penjagaan yang penuh kewaspadaan ini, ikan jantan juga membuat suara-suara berdesir dengan menggunakan insangnya. Cara ini membuat ikan musuh menyingkir dari telur-telur tersebut. Ikan patin jantan tahu bahwa suara ini akan mengancam ikan lain dan akan memaksa mereka untuk menyingkir.
Allah mengilhami ikan patin jantan untuk melindungi anak-anak mereka dengan cara ini. Seperti makhluk lainnya, ikan ini hanya bertindak dengan cara yang diilhamkan Allah padanya, sehingga dapat menjamin kelangsungan hidup jenisnya.

TAHUKAH KALIAN TENTANG MAKHLUK-MAKHLUK YANG BERCAHAYA?
Pernahkah kalian melihat cahaya bergerak di pepohonan pada malam hari? Sumber cahaya ini, yang terkadang begitu banyak sehingga cahayanya mampu meliputi seluruh pohon, adalah kunang-kunang. Kunang-kunang adalah makhluk hidup bercahaya yang paling terkenal. Makhluk ini, yang memancarkan cahaya dan menerangi pepohonan dalam kegelapan malam, termasuk binatang yang paling banyak dipelajari oleh para ahli. Segera akan kita teliti, mengapa demikian. Namun pertama-tama mari kita lihat bagaimana binatang-binatang ini menggunakan cahaya.
Kunang-kunang menghasilkan cahaya berwarna kuning-hijau di tubuh mereka. Cahaya adalah alat komunikasi di antara kunang-kunang. Cahaya tersebut digunakan sebagai sinyal untuk mencari pasangan, sekaligus untuk mengamankan diri dari musuh. Berkat cahaya di tubuh kunang-kunang, musuh kunang-kunang jadi tahu bahwa serangga ini tidak enak rasanya. Karena itu, mereka memutuskan tidak jadi menyantapnya.
Serangga-serangga ini memiliki ciri utama memanfaatkan cahaya semaksimal mungkin dan mereka benar-benar tidak membuang-buang energi. Karena itu kunang-kunang menjadi bahan penyelidikan ilmuwan selama bertahun-tahun. Namun, walaupun semua penelitian telah dilakukan, sampai sekarang manusia belum mampu menghasilkan cahaya semelimpah yang dihasilkan oleh kunang-kunang.
Menakjubkan sekali mengamati bagaimana makhluk hidup mampu menghasilkan cahaya, namun tidak terpengaruh oleh panas cahaya itu. Kalian pasti pernah memperhatikan bahwa lampu menghasilkan panas, di samping cahaya. Jika kalian menyentuh suatu sumber cahaya, misalnya, sebuah bohlam, panasnya akan membakar tangan kalian. Dengan begitu, kalian tentu heran mengapa kunang-kunang tidak mengalami cedera akibat panas yang dihasilkannya. Memang, inilah hal yang sangat menakjubkan pada makhluk bercahaya ini: panas yang mereka hasilkan tidak mempengaruhi mereka. Itu karena cahaya yang dihasilkan makhluk-makhluk ini betul-betul berbeda dengan yang biasa kita gunakan sebagai alat penerangan. Cahaya kunang-kunang disebut “cahaya dingin”. Hawa panas tidak dipancarkan sepanjang proses menghasilkan cahaya dingin berlangsung. Karena itu, proses menghasilkan jenis cahaya ini sangat efektif. Para ahli bertahun-tahun telah mencoba untuk meniru jenis cahaya ini.
Seperti halnya kunang-kunang, beragam makhluk air, serangga, dan jenis lainnya juga menghasilkan cahaya mereka sendiri. Setiap makhluk memiliki cara yang berbeda-beda untuk menghasilkan cahayanya sendiri. Padang tempat cahaya itu digunakan juga berbeda-beda. Demikian pula lama waktu pemakaian dan jenis cahayanya—masing-masing juga berbeda. Yang jelas, setiap cahaya merupakan keajaiban tersendiri.
Nyatalah, bukanlah makhluk-makhluk tersebut yang memperlengkapi diri mereka sendiri dengan sistem untuk menghasilkan cahaya. Bukan makhluk-makhluk iltu pula yang menjamin sendiri kesinambungan sistem ini. Sebuah sistem yang menghasilkan cahaya dalam tubuh makhluk hidup tidak mungkin muncul karena kebetulan belaka. Lebih-lebih lagi, sebuah bentuk tubuh yang begitu sempurna dan tidak menyebabkan kerusakan apa pun pada tubuh, tidak mungkin muncul ketika proses kejadian tubuh tersebut berlangsung. Makhluk-makhluk bercahaya ini adalah bukti nilai seni Allah yang begitu unggul dalam penciptaan. Ciptaan tersebut diperlihatkan Allah kepada kita sebagai bukti pengetahuan-Nya, kecerdasan dan kekuasaan abadi-Nya atas makhluk-makhluk yang diciptakan-Nya. Ia juga mengingatkan manusia bahwa tak peduli betapa sulitnya manusia mencoba, manusia tidak akan dapat menciptakan mekanisme tanpa cela, kecuali atas kehendak Allah.

Keterangan Gambar hal 58
Selama bertahun-tahun, para ahli telah mencoba meniru cahaya yang dipancarkan oleh kunang-kunang. Namun, sejauh ini, mereka belum berhasil. Inilah salah satu bukti bahwa Allah menciptakan kunang-kunang dengan suatu rancangan yang sempurna.

Keterangan Gambar Hal 60
Makhluk-makhluk yang terlihat dalam foto-foto ini hidup di kegelapan laut dalam berkat kualitas kemampuan pencahayaan yang diberikan Allah pada mereka.
-
MAKHLUK-MAKHLUK AIR YANG BERCAHAYA
Banyak makhluk di dalam air, seperti yang terlihat dalam gambar ini, memiliki sistem seperti kunang-kunang dalam menghasilkan cahaya. Mereka biasanya menggunakan cahayanya untuk menarik atau menakut-nakuti musuh mereka. Hampir semuanya memiliki serangkaian sel di sepanjang punggung mereka, seperti lipit-lipit baju. Sel-sel ini dapat menghasilkan cahaya. Kini, mari kita perhatikan ciri-ciri umum makhluk-makhluk ini.
Salah satu dari jenis ini adalah hewan yang tampak seperti ubur-ubur. Umumnya mereka memangsa hewan laut kecil dan tumbuh-tumbuhan yang tidak tampak oleh mata telanjang. Beberapa menangkap mangsanya dengan tentakelnya (tangan-tangan belalai) yang lengket, yang bergerak-gerak di air seperti pancingan ikan. Anggota jenis lainnya memiliki mulut yang begitu besar. Mereka tinggal membukanya lebar-lebar dan menelan banyak mangsa. Jenis ini memiliki serangkaian rambut tipis di tubuh mereka, yang digunakan untuk mendorong tubuhnya ke depan ketika berenang di dalam air.
Makhluk-makhluk yang bercahaya memiliki ciri unik lainnya. Misalnya, beberapa jenis yang berwarna merah bersinar ketika saling bertubrukan, dan dapat meninggalkan partikel-partikel cahaya yang berkilauan di dalam air. Ini adalah cara untuk membuat bingung musuh-musuhnya sehingga mereka dapat melarikan diri dari musuh-musuh tersebut.
Makhluk-makhluk seperti bintang laut, bulu babi, dan feather star (digolongkan sebagai hewan, namun bentuknya mirip tanaman pakis yang menempel di karang/dasar laut—penerj.) memiliki permukaan tubuh yang “berduri.” Kebanyakan tubuh makhluk-makhluk ini tertutup oleh duri, yang digunakan sebagai cara untuk mempertahankan diri. Mereka tinggal di pantai, di karang-karang, dan dasar laut. Makhluk-makhluk ini juga menghasilkan cahayanya sendiri untuk melindungi diri dari musuh-musuhnya. Dengan senjata-senjata yang bercahaya atau duri, mereka juga dapat menciptakan awan-awan cahaya di air ketika diserang.

Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya tunduk kepada-Nya. Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dan permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nyalah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS Ar-Rum: 26-27).

Barangkali, ciri paling menarik dari makhluk-makhluk laut yang bercahaya ini adalah fakta bahwa mereka menggunakan cahayanya untuk menyesatkan makhluk yang lain. Suatu jenis bintang laut adalah contoh yang bagus untuk ini. Jenis bintang laut ini hidup di kedalaman laut sekitar 1.000 meter (3.280 kaki). Ia memancarkan cahaya hijau-kebiruan yang cerah dari ujung-ujung tangannya. Pancaran ini memberitahu musuh-musuhnya bahwa bintang laut itu tidak lezat. Jenis bintang laut lainnya mulai menyala ketika diserang, lalu mencopot dan melemparkan salah satu tangannya pada musuh tersebut untuk mengalihkan perhatian. Perhatian musuhnya lantas beralih pada tangan yang copot itu, yang masih tetap memancarkan sinar putih. Pada saat itulah bintang laut punya waktu untuk kabur.
Sebagaimana telah kita saksikan dalam beberapa contoh yang diberikan sebelumnya, mekanisme pada makhluk hidup yang memungkinkan mereka menghasilkan cahaya tersebut menunjukkan kepada kita kesempurnaan ciptaan Allah. Apa yang kita bahas di sini adalah makhluk-makhluk yang hidup di dalam air, yang biasanya memiliki tubuh dengan unsur utama air–seperti juga tubuh kita—dan yang tidak mungkin memiliki kecerdasan seperti manusia. Namun, masing-masing memiliki alat tubuh yang begitu indah dan menakjubkan kita ketika mengetahuinya. Ini mengungkapkan bahwa Allah menciptakan sesuatu tanpa tandingan. Contoh-contoh tersebut hadir untuk membuat kita memahami bahwa tak ada tuhan lain selain Allah, Pencipta segalanya. Orang yang memahami hal ini akan mengetahui keperkasaan Allah yang tak terhingga dan hanya akan bekerja keras demi ridha Allah.
Ingatlah bahwa Allah memberitahu kita dalam sebuah ayat bahwa mereka yang berani memperserikatkan tuhan lain dengan Allah akan ditinggalkan oleh Allah.

Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah) (QS Al-Israa: 22).

0 komentar:

Posting Komentar